in ,

Revival’s Special: Profil Heinrich Ramli, CEO E8 yang Masih Berusia 19 Tahun

Dokumentasi: E8 Esports

Elite8 Esports (E8) merupakan salah satu organisasi esports Indonesia yang begitu pesat perkembangannya. Meski baru berdiri sekitar satu tahun, organisasi ini bahkan berhasil menggandeng perusahaan raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel, sebagai salah satu sponsornya.

Tak hanya Telkomsel, mereka juga berhasil menggandeng Good Day, Logitech, dan DXRacer untuk mendukung langkah mereka di kancah esports. Tak hanya soal keberhasilan sponsor, E8 juga memiliki prestasi yang sangat patut dibanggakan.

In Depth: Analisa Peluang Elite8 di Vainglory World Championship 2017 oleh 3 Caster Profesional

Tim Vainglory (VG) mereka berhasil maju ke Vainglory Worldchampionship 2017 setelah menjadi juara di Vainglory SEA Spring Championship yang jadi kualifikasi regional SEA. Kala itu, mereka membuat kejutan besar saat di Semi Final (comeback melawan POPEYES) dan Final (saat mengalahkan IMPUNITY, tim yang sebelumnya digadang-gadang sebagai yang terkuat di SEA).

Mereka juga memiliki tim Mobile Legends yang tak kalah hebatnya. Setidaknya sampai artikel ini ditulis, E8 Critical Reborn menempati posisi 4 besar klasemen sementara di liga tertinggi Mobile Legends (ML), MPL Indonesia Season 1.

Akuisisi Roster Critical Reborn, ELITE8 Siap Bertarung di MLBB Professional League!

Mereka juga memiliki tim Arena of Valor (AoV), meski tim ini mungkin prestasinya tak segemilang 2 tim sebelumnya tadi karena tim AoV mereka tidak berhasil lolos ke ASL yang menjadi liga paling bergengsi untuk AoV di Indonesia.

Keberhasilan E8 dalam menggandeng sponsor dan meraih prestasi tentunya tak dapat dilepaskan dari jasa salah satu pemainnya, yang sejak 31 Desember 2017 lalu memutuskan untuk melepas karirnya sebagai pro player dan fokus menjadi CEO, Heinrich Ramli.

Hari Sabtu, 11 Februari 2018 lalu, saya pun berbincang-bincang dengan Heinrich di hotel Aston, Pluit, Jakarta, tentang karirnya, rencananya ke depan, dan prediksinya tentang mobile esports di Indonesia.

Prediksinya tentang mobile esports Indonesia akan saya buat di lain artikel di waktu mendatang karena kali ini kita akan membahas soal CEO muda yang sekarang masih kuliah di Singapura.

Awal Mula Karirnya

Heinrich tadinya memang menjadi salah satu pemain untuk Elite8 Vainglory dan ia bercerita bahwa awalnya, setelah sekitar 1 tahun bermain VG, ia membuat tim di Singapura. Tim tersebut bahkan sempat diakuisisi oleh salah organisasi esports di Amerika Serikat (AS).

Namun demikian, VG mengeluarkan satu peraturan baru yang menyatakan bahwa satu organisasi esports hanya boleh mengirimkan satu tim untuk bisa bertanding di ajang kompetitif mereka. Tim Heinrich tadi pun akhirnya dilepaskan. Setelah dilepas itu, Heinrich memutuskan untuk membuat tim baru sendiri.

Lepas Karir Pro Player ke CEO

Dokumentasi: E8 Esports

Saya pun bertanya tentang alasannya kenapa dia memutuskan untuk melepaskan karirnya dan fokus menjadi CEO. “Sebenernya ya udah dari dulu mikirin buat ke management…” Terang Heinrich.

Kemudian, ketika E8 bertandang ke VG World di Singapura, Hein sempat bertemu dengan CEO Rox Tigers (salah satu organisasi esports kelas kakap asal Korea Selatan). “Setelah itu, dia mau berinvestasi ke E8. Jadi, setelah nego-nego, dengan jumlah yang cukup banyak; kami decide ada banyak projek yang harus dikerjakan di tahun 2018.” Cerita Hein.

Karena kesibukan untuk mengurus manajemen sekaligus kuliahnya, Hein akhirnya pun memutuskan untuk lebih fokus jadi CEO.

Pertemuannya dengan Telkomsel dan Good Day

Dokumentasi: E8

Salah satu yang unik dari E8 adalah mereka punya sponsor yang sedikit berbeda dari organisasi esports Indonesia lainnya. Pasalnya, kebanyakan organisasi esports Indonesia biasanya lebih dekat pada sponsor-sponsor produk dan peripheral PC gaming. E8 berhasil menggandeng 2 perusahaan yang di luar industri tadi, Telkomsel dari industri telekomunikasi dan Good Day dari F&B (Food and Beverages).

Heinrich pun bercerita tentang perkenalannya dengan 2 perusahaan besar tersebut. Ia mengatakan perkenalannya dengan Telkomsel (yang sekarang menjadi sponsor platinum E8) terjadi saat di ajang Vainglory SEA Spring Championship. Kala itu, ia dikenalkan ke pihak Telkomsel oleh Super Evil Mega Corp (SEMC) yang merupakan developer Vainglory.

“Yang baiknya dari SEMC itu, mereka mau bantu tim-tim profesional mereka.” kata Heinrich.

Lalu bagaimana pertemuannya dengan Good Day?

Heinrich pun bercerita bahwa ada salah satu orang marketing dari Good Day yang ternyata pemain VG. Good Day juga sebenarnya sudah beberapa kali menjadi sponsor turnamen. Berhubung kala itu, E8 jadi satu-satunya tim Vainglory yang paling berprestasi dari Indonesia, Good Day pun tertarik untuk jadi salah satu sponsornya.

Dukungan Orang Tua Heinrich

Heinrich (tengah, mengenakan jas biru). Dokumentasi: E8 Esports

Tak lengkap rasanya jika saya tidak menanyakan pertanyaan klasik tentang dukungan orang tua, mengingat pandangan mainstream orang tua yang cenderung negatif tentang game. Heinrich mengaku orang tuanya sangat mendukung dia sebagai pemain ataupun sebagai CEO.

Bahkan orang tuanya beranggapan pengalamannya sebagai ketua organisasi ataupun CEO ini nanti akan berguna karena mengasah kemampuannya soal manajemen. Pengalaman ini, karena dia masih muda, bisa menjadi latihan / training agar kelak ia bisa meneruskan perusahaan orang tuanya.

Kata Heinrich, “mereka ga ada masalah sama sekali, bahkan mereka (adalah) salah satu sponsor.”

Rencana ke Depan E8 dan Heinrich

Dokumentasi: E8 Esports

Saya pun bertanya apakah ada rencana E8 untuk mencari tim esports di PC, seperti tim Dota 2 misalnya. Ia pun mengaku sebenarnya ada rencana untuk mencari tim Dota 2 namun rencana ini baru akan direalisasikan di akhir tahun 2018.

Sekarang ia lebih ingin fokus pada kesuksesan tim mobile esports mereka. Saya pun bertanya tolak ukur seperti apa yang ia jadikan definisi kesuksesan yang tadi ia katakan.

“Gua fokus branding tim-tim gua. Secara pro player, gua ga mau mereka cuma bisa main game.” Jelas Heinrich. Dia ingin pemain-pemain E8 juga belajar soal esports-nya. Mereka harus bisa berbaur dengan tim lain ataupun para pelaku esports lainnya.

Ia juga memiliki target bahwa E8 bisa jadi organisasi esports terbaik di Indonesia.

Terkait dengan jawabannya soal meneruskan usaha orang tua, saya pun menanyakan jika nanti saatnya tiba ia harus memilih untuk menjalankan perusahaan orang tua atau mengurus E8, manakah yang akan ia pilih?

“Perusahaan bokap dulu. Jadi esports itu sebagai hobi lah. Paling, cari orang terpercaya lah untuk jalanin.” Tutup Heinrich.

Perayaan 1 tahun E8. Dokumentasi: E8 Esports

Obrolan saya bersama CEO muda ini sebenarnya masih cukup panjang sebenarnya namun kita akan lanjutkan obrolan ini di lain waktu di artikel yang berbeda, soal pandangan dan prediksinya mengenai esports mobile di Indonesia.

Sukses terus ya untuk E8 dan Heinrich!

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…