in ,

[Profile] Ngobrol Bareng Clara Mongstar: Pacar? Apa itu Pacar?

Image Courtesy: MSC 2018

Buat kalian yang kemarin-kemarin menonton MSC 2018, mungkin ada yang bertanya-tanya dan KEPO dengan salah satu shoutcaster cantik ini. Ia bernama Clara Mongstar.

Karena itulah, saya juga KEPO, eh… saya mengajaknya berbincang agar kalian bisa kenal lebih dekat dengannya.  😎

Clara Mongstar yang mengaku kelahiran 1994 ini berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah. Setelah lulus kuliah, ia pun hijrah ke Jakarta – sekitar 2 tahun yang lalu. Selain menjadi shoutcaster, Mongstar juga seorang MC, streamer, dan influencer.

Bagaimana ceritanya Mongstar bisa jadi seorang caster?

Ia pun bercerita bahwa awalnya jadi caster itu 3 tahun yang lalu. Kala itu timnya membuat satu turnamen dan ia menjadi panitia sekaligus caster di turnamen tersebut. Saat itu, ia bergabung dengan salah satu organisasi esports besar yang juga masih eksis sampai sekarang, The Prime Esports.

Setelah dari The Prime, Mongstar pun berpindah ke lain hati. Ia bergabung bersama satu lagi organisasi esports besar Indonesia, Rex Regum Qeon, sebagai Rex Regum Qeon Dota 2 Team Manager di 2016-2017.

Image Courtesy: MSC 2018

Saat masih bergabung dengan RRQ, Clara juga mulai menjalani sampingan sebagai caster untuk Ligagame Esports TV.

Di 2018, Mongstar pun akhirnya memutuskan untuk berjalan sendiri sebagai seorang esports enthusiast.

Kami pun menanyakan pendapatnya tentang enak dan tidaknya menjadi seorang shoutcaster.


Katanya, “enaknya jadi caster, bisa jadi bagian dari event-event besar dan, karena ini dah hobi, ngejalaninnya juga enak dan seneng.

Ga enaknya, ga ada sih. Mungkin yang ada itu konsekuensi atau tanggung jawabnya. Misalnya, harus benar-benar tanggung jawab gimana bawain game-nya biar yang nonton bisa enjoy.”

Lalu gimana soal komentar-komentar netizen yang kadang suka lebih pedas dari sandal jepit? Bagaimana pendapat Clara soal itu?

“Kalau itu dah jadi resiko. Itu juga sebabnya kenapa kita benar-benar harus memberikan yang terbaik.”

Ini yang kanan bisa di-crop aja ga nih? kakwak… Sorry ya, Rangeremas. Image Courtesy: MSC 2018

Berhubung masih sedikit sekali kaum hawa yang benar-benar aktif di ajang esports seperti jadi shoutcaster ataupun pro player, saya pun menanyakan hal tersebut ke Mongstar.

“Mungkin mereka masih malu-malu untuk mencoba. Hehehe… Lagipula, buat jadi caster, kalau itu bukan passion ga jalan juga sih.” Jawabnya.

Mana yang lebih susah antara jadi player atau shoutcaster?

“Jadi player dong. HAHAHAHA.” Tukas Mongstar sambil tertawa. Lebih lanjut ia menjelaskan, “player (itu) kokinya. Caster yang menata meja. Mereka yang harus menciptakan game. Sedangkan kita (shoutcaster) hanya menyajikannya.”

Ditambah lagi, menurut Mongstar, menjadi seorang pemain itu butuh otak dan kerja sama yang baik. Sedangkan shoutcaster tidak terlalu bergantung pada tim. Bermain pun harus memperhatikan mekanik skill dan team play. Tekanan sebagai seorang pro player juga lebih banyak.

>game is hard >hungry is laper >face is wagu

A post shared by Clara mongstar 👽 (@claraksu) on

Apa rencana ke depannya? Apakah masih akan terus di esports atau tertarik cari kerja ‘kantoran’?

Clara yang mengaku seorang introvert ini mengatakan bahwa ia tak tertarik kerja ‘kantoran’.

“Ga bisa bayangin kerja pagi, pulang malem. Do nothing, cuma gitu-gitu doang. Maunya kerja di bidang esports aja karena ini bidang yang aku suka dan enjoy,” tutur Mongstar.

Pertanyaan terakhir, khusus buat kalian yang KEPO dan ‘ngarep’: Clara dah punya pacar belum? Kalau belum, maunya cari pacar gamer atau bukan?

“Pacar? Apa itu pacar? Belum ada pikiran. Masih muda. HAHAHA…” ujar gadis manis ini sambil berseloroh.

Namun ia juga melanjutkan, menurutnya, cari pacar itu yang penting cocok dan setia.

“Mau gamers atau bukan, tydak menjadi masalah. Kkekekeekekeke.” Tutup Mongstar menyudahi perbicangan kami.

Image Courtesy: MSC 2018

Buat kalian yang masih KEPO dan ngarep (akwakwkaka), jangan lupa follow Instagram dan Fanspage-nya Mongstar ya!

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…