in , ,

[Player Profile] Afrindo “G” Valentino: Mobile Legends Layak di Ranah Esports Amerika dan Eropa

Image Courtesy: MSC 2018

Atlet esports tentu memiliki kisah tersendiri sebelum mencapai titik kesuksesan. Layaknya Messi yang mengidap sindrom asperger, hingga Ronaldo yang sering diejek lantaran memiliki ayah seorang tukang sapu.

Berbeda cerita dengan 2 pemain sepak bola tersukses tersebut, esports juga memiliki atlet-atlet dengan kisah uniknya tersendiri.

Kali ini RevivalTV membawa salah satu atlet esports asal Aerowolf, yaitu Afrindo “G” Valentino yang merupakan pemain profesional Mobile Legends.

Moonton Kembali Siapkan US$100K dan Gaji Pemain untuk MPL Indonesia Season 2!

Pemain yang sekarang menjalani perkuliahan di Universitas Tarumanegara ini membagikan ceritanya sebelum menjadi juara MPL Indonesia Season 1.

Dari mana seorang G mengetahui Mobile Legends? Lalu apakah game tersebut merupakan game MOBA pertamanya?

“Pertama tahu Mobile Legends dari Facebook, ya ga sengaja iseng liat dari iklan Facebook juga. Untuk game MOBA, ini bukan yang pertama sih, sempat main Dota 2 dan League of Legends.” Ucap Afrindo.

Afrindo “G” Valentino (tengah) di gelaran Garuda Cup.

Langkah G di game Mobile Legends pun dari sebuah ketidaksengajaan. Lantas, setelah bermain Mobile Legends, Afrindo menjelaskan bagaimana langkah awal dia di game besutan Moonton tersebut.

“Ga punya squad pas awal main sih, benar-benar solo player, haha. Seiring bermain nemu tim Roxy yang merupakan komunitas pertama saya dan memang saya orangnya males pindah-pindah komunitas gitu.

Afrindo “G” Valentino (tengah) di gelaran Garuda Cup.

Itu pun masuk Roxy karena boleh di ajak teman dekat sih. “Tambah Afrindo. Meskipun demikian, Roxy yang diperkuat G baru memulai langkahnya di ranah kompetitif Mobile Legends saat gelaran kualifikasi MPL Season 1.

MPL Season 1 merupakan ajang Mobile Legends paling bergengsi besutan Moonton dengan kerja sama bersama Revival TV sebagai pihak penyelenggara.

Kemenangan G dan kawan-kawan di ajang ini pun menjadi awal mula bersinarnya karir pemain tersebut.

Afrindo “G” Valentino (tengah) dan kawan-kawan paska menjuarai MPL Season 1.

Tapi dengan status sebagai pelajar, Afrindo juga menceritakan pertimbangannya hingga pandangan orang tuanya mengenai profesi atlet esports.

“Mereka sempat tidak setuju, tetapi setelah sukses jadi pemain profesional, barulah orang tua mendukung dengan syarat ga mengganggu perkuliahan.”

Dengan performa yang gemilang, beberapa gelaran telah dikantongi oleh tim Roxy tersebut. Berikut beberapa turnamen yang telah dimenangkan oleh G dan kawan-kawan:

  • Juara 1 – UNTAR Mobile Legends Tournament
  • Juara 1 – WOG Mobile Legends Yogyakarta
  • Juara 1 – MAXCited Mobile Legends Jakarta
  • Juara 1 – MPL Season 1
  • Juara 1 – GAMEHUB Expo
  • Juara 1 – Garuda Cup Mobile Legends Tournament
  • Juara 1 – IGC Mobile Legends Tournament
  • Juara 2 – Codashop Weekdays Tournament by RevivalTV
Afrindo “G” Valentino (paling kanan) saat menjuarai GAMEHUB Expo. Source: RevivalTV

Dengan rentetan gelar juara yang banyak, tidak salah bila G mendapatkan apresiasi lebih. Tim nya sempat diakuisisi oleh TEAMnxl>, tim esports veteran asal Indonesia pada gelaran MPL Season 1. Setelah berpisah dengan manajemen tim, Roxy kembali diakuisisi oleh organisasi esports Aerowolf.

Rentetan gelar juara yang banyak, pengalaman yang memadai, hingga popularitas telah dimiliki oleh G. Lantas, apakah G sempat terpikirkan untuk pensiun dini, atau mungkin memiliki rencana lain untuk ke depannya.

Tim Aerowolf Roxy. Source: Aerowolf Facebook

“Untuk pensiun dini sih belum kepikiran ya, paling tahun depan kemungkinan besar mengurangi diri dari dunia kompetitif selama 3-6 bulan. Selama Mobile Legends masih ada kayanya saya belum ada pikiran untuk berhenti.

BACA JUGA: Apakah 3 Tim Indonesia Ini Mampu Memenangkan MSC 2018?

Mobile Legends memang sudah berkembang di skala komunitas Asia Tenggara dan sangat layak kalo sampai ke ranah esports Amerika dan Eropa.” Ucap pemain yang menyukai pasta ini.

Afrindo “G” Valentino di promosional turnamen MSC. Source: Aerowolf Instagram

Mobile Legends sendiri memiliki pesaing terdekat dengan fitur joystick yang serupa sejak awal perilisan. Mobile Arena yang sekarang berganti nama menjadi Arena of Valor cukup digandrungi oleh para pemain asal Amerika Utara, Eropa termasuk Indonesia.

Terkait banyaknya game dan kemungkinan untuk pindah, Afrindo memberikan opininya. “Pindah game sih ga pernah kepikiran ya, kalau pindah tim pernah dan sempat ditawar ke EVOS Esports. Mungkin tahun depan saya mau mencari suasana tim baru, hahaha.

Aerowolf Roxy bersama dengan perwakilan Aerowolf, Jimmy Lie (baju abu-abu). Source: Aerowolf Instagram

Karena saya masih pengen berprestasi dengan tim ini, setidaknya sebelum memutuskan tentang masa depan.” Tutup G di sesi wawancara.

Awal yang cukup mengejutkan bila melihat hasil yang telah digapai oleh Afrindo dalam titik ini. Tidak ada yang sempat terpikirkan bila iklan di sebuah media sosial dapat membawa seseorang menuju ke era kesuksesan mereka.

Afrindo “G” Valentino (kiri) di gelaran Garuda Cup.

Tidak menutup kemungkinan bahwa kalian bisa dan mampu menjadi atlet esports berbakat sehingga mampu mengharumkan nama Indonesia. Kira-kira siapa atlet esports Indonesia yang ingin kalian dengar ceritanya? Iya, Indonesia, karena kalo Miracle mimin ga ada kontak, wkwk.

Beginner Content Writer. Esports for News and Life. Rise with Words.
Seeking the proper way to enjoy words in writing.

Chelsea FC fans, Virtus.pro fans and Tofu-Tempeh Eater.
For business inquiries: yubianasfar@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…