in , ,

Power Danger di PBLC 2018: Mencari Pemain PB yang Niat Lebih Sulit Dibanding yang Jago

Sumber: Arwidya Prayoga

Hari ini salah satu turnamen akbar Point Blank yaitu Point Blank National Championship 2018 siap diadakan di Balai Kartini Jakarta. Selain mengadakan PBNC 2018 ada Point Blank Ladies Championship atau PBLC yang memasuki Season 2.

Turnamen ini mempertemukan empat tim yang semuanya cewek yang akan saling bertarung pada 15 September dan memperebutkan total hadiah yang mencapai Rp.12 juta. Menariknya, salah satu tim yang hadir di PBLC Season 2 merupakan nama baru yang berasal dari Surabaya yaitu Power Danger Survival AXBRD.

Sumber: Garena Point Blank Indonesia

Mereka berhasil lolos setelah menjadi jawara kualifikasi PBLC Season 2 setelah mengalahkan Ncc Claw DV dengan skor telak 2-0. Jika dilihat selama kualifikasi, perjalanan Power Danger lebih sulit dibandingkan Ncc Claw DV yang mampu mengalahkan lawan-lawannya dengan skor telak sebelum akhirnya takluk dari PowD.

Power Danger merupakan tim esports dari Surabaya. Selain memiliki divisi Point Blank, saat ini juga memiliki divisi untuk CS:GO, Mobile Legends, Arena of Valor, PUBG dan PUBG Mobile.

Berikut para pemain dari PowD Survival AXBRD:

  • Shieren “Xavier” Lukito
  • Esther “Envy” Cornelia
  • Anisaftha “Havana” Mega Puspanegara
  • Popy “Sachi” Deby Shania
  • Nathasya “Kimo” Audy

Kebetulan karena saya asli Surabaya, saya diberi kesempatan langsung untuk wawancara salah satu pemain PowD yaitu Xavier yang juga kapten dari tim ini.

Sebelum menceritakan sedikit sejarah PowD, Xavier mengaku senang dan diluar dugaan timnya bisa lolos. “Ya meski dipandang sebelah mata sama banyak orang. Ada yang omongin cupu ga bisa main. Kita cukein aja. Meski ga diunggulin, ga ada yang ga mungkin buat bisa juara PBLC,” katanya.

Roster PowD untuk ladies ini sudah terbentuk sejak pertengahan 2017 dan awalnya owner dari Power Danger, Bayu Nugroho membuat pendaftaran untuk divisi Point Blank. “Awalnya saya iseng-iseng daftar dan tanya ke ko Bayu, apa ada untuk roster ladies. Setelah dijelaskan untuk visi misi dan kriteria saya langsung menyanggupi dan mencari pemain lain untuk mengisi roster,” katanya.

[MPL Team Profile] BOOM Jr.: Hati-Hati Boy sama BOOM Jr.!

Setelah berhasil mendapatkan Sachi dan Envy untuk mengisi roster yang bertahan sampai sekarang. Ia akhirnya berkelana mencari pemain untuk mengisi pemain. “Di Surabaya pemain Point Blank untuk ladies ga banyak,” katanya. Setelah berhasil mendapat pendapat pemain ke-4 dan ke-5 ternyata salah satu pemain tersebut ketahuan bukan cewek,” katanya.

“Menjelang H-2 minggu sebelum PBLC 2017 Season 2, cari cepet-cepetan dan kebetulan dapatlah Havana. Dan ia tertarik dan bertemu langsung dengan kami dan ia tertarik dan sanggup menerima.” Sayangnya, debut mereka di PBLC berakhir di 8 besar.

Sumber: Power Danger Fanpage

Setelah keluarnya satu pemain karena mau berkeluarga, ia akhirnya mencari pemain lagi untuk PBLC 2018 Season 1. Sayangnya, perjalanan mereka harus berhenti di ronde pertama dan pemain tersebut akhirnya keluar karena ingin fokus kuliah.

Pencarian pemain tentu dilakukan namun mereka akhirnya melakukan open recruitment untuk luar Surabaya dan sekitarnya karena sulitnya mencari pemain. Akhrinya setelah melakukan seleksi, Kimo akhirnya menjadi kelima di tim ini.

BACA JUGA: OpTic Gaming Urungkan Minatnya Untuk Kembali Bentuk Divisi Dota 2

Meski dari Jakarta, Kimo terbang ke Surabaya selama satu bulan untuk menjalani latihan bersama dan mengikuti kualfikasi yang mengharuskan satu tim berada di tempat yang sama.

Meski hampir semua pemain memiliki pekerjaan selain menjadi pemain esports namun mereka selalu disiplin menjalani latihan setidaknya tiga kali seminggu selama 4-5 jam. Bahkan menjelang PBLC, mereka menghabiskan latihan 4-5 kali dan weekend menghabiskan waktu secara bersama untuk lebih merekatkan tim.

EVOS Galaxy SADES Sumber: Fanpage Galaxy Ladies

Lawan-lawan yang dihadapi PowD memang bukanlah lawan semabrangan. Contohnya ada EVOS Galaxy Sades yang juga jawara PBLC tiga edisi berturut-turut yaitu PBLC 2017 Season 1 dan 2 dan PBLC 2018 Season 1. Selain itu Recca Recall dan DPS Legacy juga tidak boleh diremehkan mengingat merupakan peringkat kedua dan ketiga PBLC Ladies.

Namun menurut Xavier, dirinya tidak pernah memikirkan lawan yang dihadapi nanti. “Selain latihan biasa, kami juga ada latihan mental. Latihan ini kami langsung live bertanding bersama pemain Point Blank di Surabaya dan sekitarnya yang semuanya cowok,” katanya. “Siapapun lawannya kita ga pernah takut yang penting berusaha sebaik mungkin apapun hasilnya.” katanya.

Saat cerita-cerita bareng bersama PowD, ada satu hal menarik dari roster ini yaitu salah satu pemainnya Havana, ternyata bukan pemain FPS dan baru belajar PB sesaat dia diterima PowD. “Saat pertama kali bertemu untuk tes by1 sebenarnya aim-nya ya seperti pemula. Tapi saya lihat potensinya dia untuk mau belajar. Karena mencari yang niat lebih susah dibanding yang jago” kata Xavier.

Jika yang lain latihannya seminggu tiga kali, Havana latihan setiap hari untung mengasah skillnya. Bahkan ia datang lebih awal dan dilatih secara khusus. “Mentalnya dia kuat banget, dilatih sungguh-sungguh bahkan digenjot dan hasilnya bisa dilihat sekarang. Bahkan selama kualfikasi, performanya bisa dikatakan hampir sempurna” tambah Xavier.

Sumber: Arwidya Prayoga

Selain itu, ia juga memberikan mengenai turnamen ladies di Indonesia yang terlihat sangat jarang. “Berharapnya turnamen-turnamen ladies diadain lebih banyak seperti diadakan event-event kecil. Sebenarnya pemain ladies banyak banget tapi kurang menampakkan aja ditambah agak kurang dipeduliin juga sama developer.” katanya.

Sebelum menutup wawancara, Xavier menyampaikan harapan terutama untuk para fans setia Power Danger. “Apapun yang terjadi terus dukung kita dan doakan kami. Jangan cuma dukung waktu menang doang. Kami berusaha memberikan yang terbaik bagi kalian” katanya.

Walau pada akhirnya mereka harus puas meraih juara ketiga setelah dikalahkan DPS Legacy dengan skor 6-9. Namun perjalanan mereka bisa mencapai empat besar patut diapresiasi dan layak diacungi jempol.

Diedit oleh Yubian A. Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…