in

PBNC 2017: RRQ Endeavour Sah Bawa Pulang Rp500 Juta!

20 Oktober 2017, di Britama Arena, Jakarta, PBNC (Point Blank National Championship) 2017 telah berakhir dengan kemenangan RRQ Endeavour atas RAFTEL asal Semarang.

Di babak final tersebut, kemenangan RRQ Endeavour terlihat cukup mulus meski RAFTEL sempat nyaris comeback di map kedua. Di map pertama, sebenarnya RAFTEL memberikan perlawanan yang lebih sengit.

Namun, di map kedua, RAFTEL harus menelan kekalahan pahit 5 round berturut-turut saat berada di sisi Tero. Mereka sempat memberikan perlawanan saat membalikkan keadaan dengan menang 3 round saat berpindah ke posisi CT.

Sayangnya, mungkin memang RRQ Endeavour terlalu tangguh untuk dikalahkan. Sang jawara pun berhak bawa pulang hadiah utama sebesar Rp500 juta.

Perjalanan RRQ Endeavour sebenarnya terlihat lebih sengit saat mereka bertemu dengan Guardian Force di semifinal. Hal ini senada dengan yang dirasakan tim RRQ Endeavour yang kami wawancarai setelah usai pertandingan.

Yulius alias EVRDOV910HFSJACK, leader dari RRQ Endeavour, mengatakan, “sebenarnya semua kami anggap sama, cuma kalau untuk perlawanan yang kita rasain, dari GF (Guardian Force) sih.” saat ditanya lawan yang paling berat yang dihadapi di fase Grand Final ini.

Kedua tim finalis PBNC 2017 tadi akan kembali berlaga mewakili Indonesia untuk tingkat internasional (PBIC 2017) esok hari (21 Oktober 2017), di tempat yang sama.

Selain PBNC 2017, di kesempatan yang sama, Garena juga mengadakan Grand Final untuk PBLC (Point Blank Ladies Championship) 2017 dan babak Grand Final kompetisi Point Blank antar sekolah yang bernama PBSC (Point Blank School Championship).

Final PBLC 2017 ditutup dengan kemenangan EVOS GALAXY SADES atas FF GAMING HFS 314.

Jika PBNC dan PBLC memang sudah rutin diadakan setiap tahun, di 2017 ini, Garena mengawali satu kompetisi menarik yang mempertandingkan tim-tim antar sekolah. PBSC pertama ini bahkan berhasil mempertandingkan 1150 sekolah.

Uniknya, untuk PBSC, para siswa juga diberi syarat nilai untuk bisa berkompetisi di ajang ini. Wijaya Nugroho, Project Manager Point Blank dari Garena Indonesia, mengatakan “jadi orang yang ikut turnamen itu balanced antara dia main game dengan pelajaran. Kita tidak mau mengesampingkan akademis lah.

Wijaya Nugroho dari Garena Indonesia

Wijaya juga menambahkan, “dari sana mereka akan terdidik untuk esports-nya, bagaimana belajar sportivitas, fairplay; karena esports ini kan seperti olahraga, selain mereka main game, ada strategi, latihan, (dan) bagi waktu…”

PBSC 2017 ditutup dengan kemenangan SMA Santo Paulus Pontianak sebagai juaranya.

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…