in ,

Shroud dari C9 Buka Suara atas Ketidaksetujuannya Soal PUBG jadi Esports

PlayerUnknown Battlegrounds (PUBG) memang sedang melesat cepat popularitasnya dari sejak pertama kali dirilis di 2017. Belakangan ini, bahkan ESL yang jadi salah satu organizer esports terbesar dunia pun mengajak Bluehole Studio, developer PUBG, untuk mengangkat game mereka jadi ajang kompetitif, seperti Gamescom PUBG InvitationalIEM (Intel Extreme Masters) Oakland, ataupun IEM Katowice.

Meski memang nampaknya ide PUBG jadi esports itu menarik namun sepertinya tak semua orang setuju dengan hal tersebut. Salah satu ketidaksetujuan itu datang dari Michael “shroud” Grzesiek dari Cloud9 (C9).

Shroud sendiri sebenarnya merupakan salah satu pentolan C9 untuk CS:GO yang beberapa waktu lalu memutuskan untuk turun jadi pemain pengganti dan fokus sebagai streamer untuk C9.

Stream Shroud sendiri juga sebenarnya lebih banyak soal PUBG ketimbang CS:GO sekarang namun ia memiliki argumen yang menarik tentang ketidaksetujuannya soal PUBG yang jadi esports.

Dokumentasi: Dream Hack

Pendapat Shroud ini keluar setelah Senz Houston, CEO kami di RevivalTV menanyakan bagaimana pendapatnya mengenai masa depan PUBG sebagai esports kala ia streaming PUBG di Twitch.

Dalam stream tersebut, Shrouds mengatakan bahwa PUBG tidak memiliki masa depan sebagai esports, meski pihak developer ataupun ESL mengarahkannya ke sana.

Ia berargumen bahwa PUBG adalah game bergenre Battle Royale yang harus dirombak total gameplay-nya jika ingin jadi esports. Satu aspek yang bisa membuat PUBG jadi lebih kondusif untuk scene kompetitif adalah jika gameplay nya lebih mirip H1Z1.

Pasalnya, di game tersebut, ketika kita landing, kita akan memiliki opsi untuk memilih semua senjata yang tersedia. Sedangkan di PUBG, senjata kita berbasiskan pada sistem random loot.

Seorang pemain yang mendapatkan pistol tentunya akan tidak imbang / adil ketika bertemu musuh yang mendapatkan shotgun.


Di satu sisi, kami sebenarnya sangat setuju dengan argumen Shroud soal ketidakadilan yang mungkin terjadi berkat sistem random loot.

Keadilan atau istilah kerennya balancing gameplay memang jadi faktor penting sebuah game jadi esports kompetitif dan PUBG memang masih harus menyelesaikan persoalan tersebut jika ingin pertandingan yang benar-benar berimbang.

Namun demikian, di satu sisi lain, kami juga bisa memahami kenapa ESL ingin mengangkatnya jadi esports. Bagaimanapun juga, PUBG itu tidak hanya menarik untuk dimainkan tapi juga sangat menyenangkan untuk ditonton. Value untuk penonton yang tinggi inilah yang mungkin jadi pertimbangan utama ESL untuk mengangkatnya ke ranah esports.

Mungkin juga ESL berpikir mereka bisa membuat sistem kompetisi yang bisa menjadi solusi balancing di PUBG.

Bagaimana dengan pendapat kalian? Apakah kalian setuju dengan Shroud atau kalian tidak ada masalah jika PUBG menjadi esports?

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…