in ,

Organizer Turnamen PUBG Indonesia Ikut Berpendapat Soal Esports PUBG

Sampai saat ini PUBG masih menjadi game dengan pemain terbanyak di Steam. Tidak heran berbagai turnamen kelas internasional seperti IEM dan PGL membuat turnamen untuk semakin memeriahkan antusiasme PUBG saat ini.

Namun salah satu streamer PUBG yaitu Michael “Shroud” Grzesiek memberikan pendapat mengenai PUBG yang tidak bisa menjadi esports. Perdebatan pun terjadi ketika¬†kedua pemain PUBG Indonesia menyatakan ketidaksetujuannya mengenai pendapat Shroud.

Jimmy Lie (Dua dari kanan) Sumber gambar: Facebook Jimmy Lie

Kali ini saya mencoba mewawancarai organizer resmi untuk turnamen PUBG yaitu Aerowolf Organizer yang diwakili oleh Jimmy Lie. Sejauh ini mereka sudah membuat 12 turnamen skala SEA dan Indonesia yang diadakan secara online maupun iCafe LAN.

Dengan total player yang mencapai 30 juta dan daily active user yang mencapai 2 juta lebih setiap harinya, menurutnya PUBG menjadi salah satu game yang dapat dikatakan sukses di dunia.

Indonesia sendiri tidak luput dari hype dari game tersebut dan menjadi negara nomor 2 di SEA setelah Thailand dalam hal jumlah pemain.

“Untuk itulah kita melihat bahwa ada baiknya PUBG ini dibuatkan wadah untuk mencari talenta pemain yang suatu saat akan menjadi representatif dari Indonesia untuk bermain di ajang internasional” kata Jimmy saat ditanya kenapa Aerowolf membuat turnamen PUBG di Indonesia.

Setujukah ia mengenai pendapatnya Shroud soal PUBG tidak bisa menjadi esports? “Menurut saya, memang saya tidak bisa membohongi saya sendiri mengenai tingkat RNG (faktor hoki) game ini sangat besar mungkin sampai 40%” katanya.

Namun masih ada faktor lain seperti pemilihan tempat untuk melakukan loot, kecepatan looting, pengambilan keputusan dalam memilih memilih musuh mana yang akan dilawan ketika berada di satu kota yang sama, bahkan memilih untuk tidak diserang, positioning hingga driving juga menjadi faktor kemenangan mencapai 60% di game ini.

“Sehingga tetap saja keahlian dan bakat yang dimiliki pemain akan sangat terlihat jelas di turnamen” Ditambah lagi saat ini PUBG mulai menerapkan mode First Person Perspective (FPP) yang membuat game ini semakin kompetitif dibanding sebelumnya menggunakan Third Person Perspective (TPP).

Team Liquid PUBG Sumber : ESL PUBG Twitter

Antusiasme dari tim luar seperti FaZe, Liquid, dan Vitality dalam membuat divisi PUBG juga membuktikan bahwa PUBG bisa menjadi game yang kompetitif dan dapat setara dengan game esports lainnya.

Sayang di Indonesia menurutnya masih banyak tim esports yang ragu untuk membuka divisi PUBG. “Tapi seiring banyaknya turnamen dan talenta yang terlihat, pasti akan terus tumbuh” katanya.

Di Indonesia sendiri banyak yang jago untuk mendapatkan kill banyak dan jago dalam menembak, namun menurutnya untuk pemain terbaik masih belum kelihatan.

Sebelum menutup wawancara, ia menyampaikan harapannya untuk komunitas PUBG bisa semakin berkembang, bisa menjadi wadah untuk pemain PUBG baru, dan bisa menjadi tempat untuk para pemain mencari tim yang pas.

Ia menjanjikan turnamen yang diadakan ke depan semakin banyak baik dengan konsep fun match maupun kompetitif.

Diedit oleh Yabes Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…