in ,

Six Invitational: Pemain-Pemain yang Perlu Diwaspadai Menurut Para Caster Rainbow Six Siege

Rainbow Six Siege (R6S) merupakan game FPS buatan Ubisoft dengan gameplay yang cukup berbeda dengan game-game FPS pada umumnya. Perusahaan yang menaungi banyak game-game populer ini tampaknya serius terjun ke dalam ranah kompetitif esports.

Minat dan antusiasme yang besar terhadap game ini terlihat dari masuknya organisasi-organisasi besar seperti Evil Geniuses, Counter Logic Gaming, Team Liquid, FaZe Clan dan Ninjas In Pyjamas.

Sebagai langkah menuju kompetitif esports-nya Rainbow Six Siege, Ubisoft dan ESL mengadakan turnamen bertajuk The Six Invitational. Diiikuti oleh tim-tim besar, turnamen The Six Invitational akan mulai bergulir sejak tanggal 13 sampai 18 Februari 2018, berlokasi di Montreal, Kanada.

In-Depth: Apakah Bisa Rainbow Six Siege Jadi The Next Esport? – Part 1

Terhitung tahun ke-2 sejak peluncuran Rainbow Six Siege, beberapa pro player tampil gemilang pada event Pro League atau Six Invitational Qualifiers. Mereka terlihat menjanjikan. Perrtandingan demi pertandingan, mereka berhasil menjadi pemain kunci bagi timnya masing-masing dengan tujuan yang sama: bersiap untuk mengikuti kompetisi di Montreal.

Dengan kursi di barisan depan untuk berkomentar dan menganalisis permainan para pro player, para caster layak untuk memberikan kita sedikit wawasan mengenai para pemain yang perlu diwaspadai di ajang The Six Invitational.

Siapa saja pemain itu? Mengapa mereka layak diantisipasi? Mari kita simak pendapat para caster:

In-Depth: Apakah Bisa Rainbow Six Siege Jadi The Next Esport? – Part 2

Michael Stockley (Europe Region):

“Jagoan saya untuk Six Invitational musim ini adalah Kanto. Kekuatannya harus diperhitungkan. Selain jadi salah satu pemain paling berdedikasi yang pernah kamu temui, pria ini sering menjadi fragger teratas bagi timnya. Jenis pemain yang kamu harapkan untuk sering berkeliaran membunuh hingga mencapai double-digits.

Penopang Kanto sendiri adalah kapten timnya, Willkey. Dia adalah pemain yang dianggap sebagai sosok leader yang luar biasa untuk timnya. Musim terakhir ini, dia pasti tampil. Memimpin timnya untuk mengincar kemenangan yang pertama di S6, Willkey dan kawan-kawannya akan fokus penuh pada turnamen Six Invitational. ”

Willkey (tengah) dan Kanto (kedua dari kanan), Source: Ubisoft

Parker Mackay (North America Region):

Ecl9pse secara konsisten adalah salah satu pemain terbaik di timnya dan telah menjadi salah satu pemain terkuat North America sejak berkiprah di Pro League. Rogue sangat bergantung kepada Ecl9pse untuk menunjukkan kemampuan maksimal yang sama dengan lawan-lawan kuat lainnya.

Pilihan kedua saya adalah Laxing. Secara talenta, ia memiliki kualitas yang dikenal mampu meningkatkan permainan timnya, tapi musim ini dia dapat menemukan pola permainannya setelah bertukar dengan operator yang berbeda. Fleksibilitas itu sangat penting bagi kesuksesan timnya.

Di sisi Evil Genuises, berkat permainan kuat BC, dengan mudahnya ia mampu memenangkan Evil Geniuses musim lalu. EG tidak akan berhasil mencapai final musim di Brazil tanpa konsistensi dan dukungan dari BC.

Akhirnya, Bosco yang merupakan anggota terbaru di tim eRa Eternity. Momen yang tidak terlupakan adalah performa mengesankan selama kualifikasi Six Invitational. Bosco tak hanya mendapat banyak pujian dari segi serangan tetapi juga dari segi bermain defensif yang tampak begitu luar biasa. Saya tidak ragu Bosco ingin mengakhiri Six Invitational sebagai juara dunia untuk 2 tahun berturut-turut. ”

Laxing (mengenakan topi) bersama mantan timnya, Source: ESL

Andre Meligeni (Latin America Region):

“Dengan pengalaman bertahun-tahun, Zig (Team Liquid) adalah pemain yang berani membuat keputusan sulit dalam permainan dengan keberanian dan tekad. Keistimewaannya adalah melakukan rush di depan 2 atau 3 lawan.

Anda benar-benar harus tahu apa yang Anda lakukan saat Anda melakukan rush seperti itu, sekaligus memiliki keberanian untuk melakukannya. Anda harus tahu persis apa konsekuensinya. Gerakan yang tidak dapat diprediksi membuatnya menjadi ancaman besar.

GohaN (FaZe Clan) adalah pemain yang berdedikasi dan sumber inspirasi bagi rekan setimnya. Dia berlatih keras, terus berkembang sebagai pemain, dan itu terbayarkan dengan prestasinya. Dia selalu mencoba membawa sesuatu yang baru.

Dia mempunyai aim yang hebat, melakukan rush dengan Ash, dan tidak pernah takut atas apa yang bisa dia hadapi di daerah bombsite. Pada pertahanan, dia suka melakukan pre-fire kapan pun dia merasa nyaman dan tahu posisi lawan. Dia sangat mempercayai lurkers-nya dan mencoba memberi mereka support terbaik.

GohaN, Source: Ubisoft

Sebagai runner-up Pro League Season 3, Julio dari Black Dragons dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di tahun 2017.

Tenang dan bijak, dia merasa nyaman dalam posisi apapun. Dulu, dia lebih sebagai pemain support, sementara sekarang dia memainkan peran yang lebih seimbang. Saat diserang, dia suka menjadi salah satu orang pertama yang dapat memimpin. Pada segi pertahanan, dia suka bermain di bombsite dengan lengan lemparan C4 yang terpercaya. Dia memiliki pikiran yang strategis, dan selalu mengamankan daerah untuk menghindari flank.

Pilihan terakhir saya adalah Yoona yang merupakan pemain paling serbaguna dari YeaH! Gaming. Saya percaya permainan terbaiknya datang saat dia bermain sangat agresif saat bertahan. Dia suka bermain operator seperti ELA untuk mengintai di sekitar peta dan melompat ke luar jendela untuk menangkap beberapa pemain lengah. Berpikirlah cepat saat melihat Yoona di depan Anda, karena dia akan mendatangi Anda dengan semua yang dimilikinya.”

Julio dari tim Black Dragon, Source: Liquidpedia

Alex Blaikie (Asia-Pacific Region):

“Pendatang baru dari jajaran tim Mindfreak, RizRaz telah membawa banyak pengalaman dan strategi dari tim lamanya, Corvidae. Dia tenang di bawah tekanan seperti yang ditunjukkan dalam APAC Invitational, saat ia menunjukan beberapa permainan terbaiknya dan bahkan menjadi top fragged melawan Mantis.

Ketika saya memikirkan pemain yang solid di APAC, saya memikirkan Acez. Tidak hanya karena orang ini berpindah dari game konsol ke PC untuk mengejar karirnya di kompetitif Rainbow Six Siege, namun dia terbukti menjadi salah satu operator paling handal dan dominan pada jajaran line-up Mindfreak sejak saat itu.

Dari Jepang, ada kapten tim eINS, ShiN yang menjadi bukti betapa layaknya tim ini masuk ke Six Invitational. Setelah hasil yang mengecewakan di Pro League Season 3 Finals lalu, dia mencari cara untuk mengembalikan performa terbaik timnya – dengan status underrated. ia bisa menjadi motivasi tinggi tim ini untuk terus memenangkan pertandingan.”

ShiN (kedua dari kanan) dengan tim eiNs menjuarai APAC Qualifiers, Source: ESL
Diedit oleh Yabes Elia

Written by Yubian Asfar

Beginner Content Writer, eSports for News and Life.
Seeking the proper way to enjoy words in writing.

Chelsea fans, Virtus Pro fans and Tofu/Tempeh Eater

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…