in

Hasil Riset: Anak Muda Zaman Sekarang Lebih Sering Menonton Siaran Esports daripada Olahraga Tradisional

Sejak meledak nya esports di kancah dunia mulai tahun 2012, sudah bukan hal yang mengherankan bila para mahasiswa ataupun dosen ikut serta dalam penelitian mendalam dalam ke ilmuan ini. Sebetulnya, thesis yang berjudulkan esports sudah dibuat sejak 2008 lalu, namun pada saat itu belum banyak yang mengetahui apa itu “esports”.

Berbicara dari pengalaman, saya sendiri sebagai mahasiswa sempat menulis skripsi tentang esports di Indonesia. Kesulitan terutama yang saya hadapi adalah tidak ada teori “sah” yang mengartikan keilmuan esports. Banyaknya debat untuk masuknya esports ke kurikulum pelajaran juga masih belum menemui titik terakhir.

Kini, sebuah penelitian dilakukan oleh penyedia Jasa CDN Limelight Networks tentang “consumer behavior” atau perliaku konsumen atas jumlah waktu menonton siaran esports dibandingkan dengan menonton olahraga tradisional. Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 4.000 orang dari Prancis, Jerman, India, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat. Para survei nya pun bervariasi dalam jenis kelamin, gaji, usia, dan tingkat pendidikan dalam upaya untuk menghindari bias (bahasa riset dalam mengartikan kesalahan dalam spekulasi).

Hasil laporan penelitian State of Online Video, menyimpulkan bahwa esports lebih sering ditonton daripada ohlaraga tradisional untuk untuk anak muda zaman sekarang.

Dari 4.000 orang yang telah di survei, lebih banyak pria dan wanita dari usia 18 sampai 25 menonton esports dan game online daripada semua ohlaraga tradisional (sepak bola, hockey, baseball, dll.). Bahkan untuk pria dan wanita dari kelompok usia berikutnya, yaitu usia 26 sampai 35 tahun, esports masih cukup imbang jumlah penonton dibandingkan dengan ohlaraga tradisional loh. Ini dapat mengartikan, ternyata tidak hanya anak muda <25 tahun yang menonton esports, namun mencakup umur yang cukup dewasa juga.

Esports beberapa tahun terakhir memang berkembang sangat pesat, banyak developer game yang berusaha membuat game yang di design untuk bisa masuk ke ranah esports, selain itu banyaknya investor non-esports mulai melirik pasar esports yang bakal meledak dalam waktu dekat.

Di Amerika Serikat sendiri jumlah penonton olahraga tradisional untuk generasi Milenial sudah mulai menurun drastis, yang membuat banyak  orang sadar akan hadirnya esports di kehidupan sehari-hari kedepannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…