in ,

Setelah MOBA Mobile Sukses Jadi Esports, Gimana Nasib FPS Mobile?

Di PC, esports memang didominasi dengan 2 genre kompetitif: MOBA dan FPS. Dota 2, LoL, Overwatch, CS:GO, atau bahkan PUBG jadi yang terlaris di ajang esports.

Seiring zaman dan trend gaming bergeser ke mobile, genre game di mobile sekarang juga sudah sangat bervariasi. Namun demikian, baru MOBA di mobile yang sukses masuk ke ranah esports, dengan Mobile Legends dan Arena of Valor.

Bagaimana dengan FPS di mobile?

Nyatanya, di PC, FPS malah sebenarnya lebih dulu sukses jadi esports ketimbang MOBA karena memang genre FPS sendiri lebih tua ketimbang MOBA.

Apa yang membuat FPS masih belum berhasil naik satu tingkat ke ajang kompetitif di mobile?

Mari kita coba analisa bersama.

Faktor intrinsik alias gameplay dan kontrol

Pertama, kami rasa faktor penting pertama datang dari gamenya itu sendiri, alias unsur intrinsik gamenya yang memang tak hanya nyaman dan, untuk naik jadi esports, harus kondusif untuk jadi kompetitif.

MOBA di mobile sukses besar karena berhasil menyederhanakan kendali point-and-click MOBA di PC, atawa jadi analog.

Nyatanya, bergerak menghindari skillshot, mengejar musuh, ataupun positioning saat war itu memang lebih mudah dengan kontrol analog.

Belum lagi, penghapusan sistem warding dan last-hit juga semakin menyederhanakan permainan di platform mobile.

Sebelum salah kaprah, kami tidak bilang penyederhanaan ini buruk atau lebih rendah kastanya dibanding MOBA di PC. Namun, sistem tersebut memang hanya lebih pas untuk platform mobile yang memang lebih terbatas secara teknis dibanding PC.

PC punya akses ke monitor berukuran 17 inci atau lebih untuk menampilkan banyak informasi. PC juga punya akses ke mouse dan keyboard yang memberikan kompleksitas kontrol yang lebih tinggi.

FPS di mobile, sayangnya, belum menemukan rumusan yang tepat tentang masalah kontrol tadi.

Kontrol FPS di PC dengan mouse dan keyboard memang sudah mendarah daging dan cukup sempurna di PC.

Sebelum platform mobile, console juga sebenarnya sudah coba mengenalkan FPS namun mereka juga belum berhasil meramukan sistem kontrol baru yang nyaman untuk gamepad atau joystick.

Point Blank: Strike, yang kabarnya akan dirilis resmi tanggal 26 Oktober 2017 ini (dengan Grand Launching tanggal 29 Oktober 2017), mungkin punya peluang paling besar untuk menerjemahkan kendali permainan FPS di mobile dengan sistem auto shoot-nya.

Mereka mencoba menjawab tantangan kontrol FPS ke mobile, yang memang tidak mudah, dengan menyederhanakan sistem aiming.

Sayangnya, kami juga belum bisa berbicara banyak soal kendali ini dan menilai lebih jauh karena gamenya memang belum resmi dirilis.

Faktor ekstrinsik atau kompetisi


Selain unsur gamenya itu sendiri, faktor penting sebuah game bisa sukses jadi esports itu juga karena kompetisinya.

Mobile Legends dengan MSC dan Arena of Valor dengan Battle of Valor misalnya, kompetisi besar menjadikan para pemain kedua game tersebut punya ruang dan ajang untuk bertarung dan membuktikan diri sebagai yang terbaik.

FPS di mobile? Sepengetahuan kami, belum ada kompetisi apapun untuk genre ini di mobile meski sebenarnya sudah banyak game FPS di mobile.

Mungkin memang menyelenggarakan kompetisi itu tidak murah namun faktor ini sangat krusial dan wajib buat game-game yang ingin naik tingkat jadi esports.

Kami kira, Point Blank: Strike tadi atau game-game FPS mobile lainnya harus mau mengadakan banyak kompetisi untuk bisa jadi esports.

Ini juga sebabnya sebenarnya kenapa kami juga menyebut-nyebut nama Point Blank: Strike di sini. Pasalnya, di belakang nama PB: Strike, ada nama besar Nexon.

Buat yang gemar dengan game-game mobile ataupun game free-to-play di PC pasti pernah dengar nama Nexon sebelumnya.

Nexon merupakan game publisher / developer terbesar asal Korea Selatan. Bahkan, buat yang belum tahu, Nexon jugalah sebenarnya yang mengembangkan Counter Strike Online, yang dirilis oleh Megaxus.

Seperti yang kami tuliskan tadi, biaya untuk menyelenggarakan banyak turnamen itu tidak murah. Jadi, hanya publisher-publisher besar saja yang cukup kuat (dan mau) menanggung modalnya.

Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Akhirnya, masih terlalu dini sebenarnya untuk mengatakan apakah PB: Strike dan game-game FPS mobile lainnya akan sukses atau gagal jadi esports.

Namun, kami tetap yakin 2 hal yang kami sebutkan di atas wajib dijawab dan dipenuhi oleh game-game FPS mobile untuk bisa jadi esports.

Apakah kamu setuju dengan pendapat kami?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…