Donald Trump Menangkan Pemilu Amerika Serikat, Bagaimana Efeknya Untuk eSports ?

Higsweart Benetz

, Others

Pemilu Amerika Serikat telah usai, dan Donald Trump memenangkan persaingan melawan Hillary Clinton. Kemenangan Donald Trump agaknya menjadi berita buruk untuk banyak orang mengingat bagaimana pribadi sang Presiden yang terlihat sangat anti dengan orang Asia, orang Mexico, dan Muslim. Lantas, bagaimana efeknya untuk eSports? Mengingat eSports saat ini sedang berkembang pesat?

theinternationalseattle-630x228

The International adalah salah satu event esports terbesar yang dilaksanakan setiap tahun di Amerika Serikat

eSport? Sebuah kata yang sudah sangat lekat dengan negara Amerika Serikat. Lebih dari sekedar melekat karena hampir segala jenis kejuaraan dunia eSports mengambil negeri Paman Sam ini sebagai tempat final mereka. Mulai dari DOTA 2 yang hampir selalu memilih Seattle, California untuk event akbar mereka The International; ada juga Worlds milik League of Legends yang juga sudah tiga kali menggelar kejuaraan dunia mereka di Amerika. Heartstone dan Heroes of the Storm juga, Amerika Serikat selalu jadi pilihan. Smite dalam dua kali World Championship mereka, memilih Atlanta, Georgia. Dan masih banyak lainnya game-game yang sudah menjadikan game mereka sebagai salah satu cabang eSports yang kemudian memilih Amerika Serikat sebagai destinasi pilihan kejuaraan dunia mereka.

Untuk yang belum tahu siapa Donald Trump, ia adalah seorang pengusaha sukses. Meskipun ia terlihat sebagai salah satu pengusaha terbaik yang pernah ada, ia pernah mengalami masa-masa terpuruk, bangkrut bahkan sampai memiliki hutang. Namun, berkat kemampuan yang ia miliki, Trump berhasil bangkit dari keterpurukannya selama beberapa tahun. Atas dasar inilah, ia akhirnya memiliki sebuah acara berjudul The Apprentice yang sempat menjadi acara favorit di Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Begitu suksesnya, salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia bahkan sempat menayangkannya beberapa season, bahkan The Apprentice Indonesia juga sempat dibuat.

celebrity-apprentice

Image Source, zerohedge.com

Kembali lagi ke dalam eSports, kita tentunya akan mulai berpikir bagaimana nasib eSports kedepannya setidaknya dalam 5 tahun kedepan. Bagaimana nasib tim-tim Asia yang akan mengikuti turnamen di sana? Tim-tim DOTA 2 macam Fnatic, MVP Phoenix maupun yang lainnya tentu akan ada keresahan tersendiri. Apalagi, Boston Major akan diadakan kurang dari sebulan. Dan tim-tim dari Asia mendominasi disana jika China dikategorikan sebagai Asia juga. Sedangkan game sebelah, League of Legends, bahkan tim-tim juara dunia seperti Samsung Galaxy dan SKT Telecom T1 berasal dari kawasan Asia. Dan jangan lupakan pula ROX Tigers.

Samsung Galaxy versus SK Telecom T1 at the 2016 World Championship - Finals at STAPLES Center in Los Angeles, California, USA on 29 October 2016.

SKT T1 menjadi team pertama yang berhasil menjuara turnament League of Legends – Worlds , 3 kali berturut-turut

Visa kemungkinan akan menjadi hal sulit yang didapatkan oleh beberapa pemain atau bahkan tim yang akan bertanding di Amerika Serikat. Execration dan TNC saja kesulitan untuk mendapat visa mereka untuk bertanding di Seattle pada The International, Agustus lalu. Beruntung saat itu, Valve ikut membantu dan mereka mendapakan visanya beberapa hari sebelum TI6 dimulai. Nah, bagaimana dengan Boston Major? Apapun yang terjadi nantinya, setidaknya kita sudah harus mempersiapkan diri untuk yang terburuk.

Ditambah lagi, pada 2012 lalu, Trump pernah berkicau di akun Twitternya tentang game. Dan kicauannya ini akan terasa sangat menyakitkan.

2016-11-10-12_29_18-donald-j-trump-on-twitter_-_video-game-violence-glorification-must-be-stopped

Dan ya, bagaimana nasib para atlit eSports yang menjadi imigran di Amerika Serikat. Kita ambil contoh Suma1L, yang merupakan imigran asal Pakistan dan juga merupakan seorang muslim. Jujur saja, sebagai penikmat eSports tentu kita akan berpikir bagaimana nasib atlit seperti Suma1L ini. Apakah dengan membawa Evil Geniuses menjadi juara dunia DOTA 2 di 2015 lalu bisa meluluhkan hati seorang Donald Trump? That’s simple question but have big answer. Sebutan sebagai “Natural Enemy of eSports” mungkin akan melekat di dirinya nanti semisal eSports scene kembali tenggelam.

Ada juga hal yang kemungkinan besar tidak berdampak langsung namun akan terasa cukup meresahkan yaitu bagaimana pasar global menjadi tidak stabil, para jutawan yang akhirnya menarik diri dari pasar saham dan terjadi penurunan nilai dollar, serta bagaimana masa depan Wall Street. Semua hal ini akan berpengaruh pada prizepool turnamen-turnamen besar tentunya. Ditambah Trump yang ingin mengerem perdagangan bebas, tentunya akan berimbas pada sponsor-sponsor yang berasal dari luar negeri. Apakah tim-tim asal Amerika Serikat bisa survive nantinya?

Ya walau bagaimanpun kita memang tetap harus berpikir positif dengan apa yang rakyat Amerika Serikat putuskan dan menghargainya, meskipun wajar untuk merasa was-was saat ini. Jika memang nantinya hal ini terjadi, maka Xenophobia Trump akan membawa eSports ke dalam Trumpocalypse. Sudah siapkah kita? Lalu, apa yang bisa dilakukan para event organizer? Membawa event akbar mereka ke luar Amerika mungkin bisa jadi pilihan. Namun untuk hal ini, pertanyaannya adalah sudah siapkah mereka?

  • Giov

    izin repost gan ,nnti sumber nya tertera