in

Adidas Mempermasalahkan Logo ELEAGUE

ELEAGUE merupakan salah satu broadcaster dan event organizer terbesar untuk Esports terutama untuk Counter Strike dan FGC (Fighting Games Community). ELEAGUE akan menghadapi pernyataan keberatan dan penolakan untuk registrasi merek dagang (trademark) mereka dari Adidas.

ELEAGUE yang merupakan anak perusahaan dari Turner Sports diberitakan akan segera menghadapi penolakan untuk registrasi trademark atau merek dagang mereka dari raksasa olahraga Adidas.

Menurut data dari Kantor merek dagang dan paten Amerika Serikat atau United States Patent and Trademark Office (USPTO) Adidas mengajukan tuntutan mereka pada 10 Oktober 2017.

Keberatan yang diajukan dijelaskan berisi “confusion and dilution , atau kekhawatiran akan terjadi “confusion” atau kesimpangsiuran antara logo 3 Stripes Adidas dengan logo ELEAGUE.

Tuntutan keberatan Adidas mengenai kesamaan Logo dan penggunaan merek dagang ini secara langsung diarahkan kepada Turner Broadcasting System, INC yang merupakan parent company  dari ELEAGUE.

Adidas merasa bahwa logo “E” yang digunakkan pada ELEAGUE mempunyai beberapa kemiripan dengan brand 3 Stripes Adidas. Huruf yang digunakkan dalam Logo ELEAGUE sendiri terdiri dari 3 Garis, meskipun menggunakkan sudut dan penempatan yang berbeda.

Brand 3 Stripes Adidas memang merupakkan salah satu merek dengan brand identity yang sangat kuat dan Adidas sendiri berani mempertahankan identitas mereka dan seringkali tidak sungkan melakukan tuntutan kepada kasus kemiripan.

Ini bukan pertama kalinya Adidas mengajukan keberatan dan tuntutan, beberapa waktu lalu, Ralph Lauren, Polo, sempat menghadapi tuntutan Adidas.

Salah satu startup di bidang otomotif, Tesla harus rela mengalah melawan Adidas pada saat akan meregistrasikan merek dagang “Model 3” mereka.

Dari segi Hukum penggunaan kemiringan, 3 garis, sudut dan juga komposisi warna yang mirip dapat menjadi alasan yang kuat untuk Adidas dalam pengadilan untuk mengajukan keberatan terhadap ELEAGUE.

Namun beberapa designer tetap merasa hal ini sebagai sesuatu yang berlebihan, mengingat ELEAGUE sebenarnya sudah mendaftarkan merek dagang mereka sejak Juni 2016, Namun Adidas baru menyatakan keberatan pada 10 Oktober 2017 kemarin. Menariknya, North, salah satu team yang secara eksplisit disponsori oleh Adidas pernah bermain di ELEAGUE.

ELEAGUE dari TBS sendiri berusaha memperluas jangkauan Esports ke khalayak mainstream terutama di Amerika Serikat dengan layanan broadcast Esports pada TV Kabel.18 Bulan terakhir bisa dibilang sukses untuk TBS dengan siaran CS:GO Major, serial dokumenter mengenai Dota 2, CS:GO dan Esports lainnya serta berbagai gelaran Fighting Games 

Kasus ini baru bergulir beberapa hari dan beberapa pihak sudah mulai bersiap menghadapi implikasi yang akan datang untuk ELEAGUE. Terutama dari sisi merek dagang dan juga perubahan logo dalam broadcast mereka.

Kasus kemiripan logo di esports ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya di pertengahan tahun ini juga Overwatch League harus menghadapi Major League Baseball (MLB) dalam kasus terkait logo yang mirip. Namun MLB akhirnya meminta waktu untuk mencari kesamaan antara kedua logo tersebut dan memutuskan membatalkan keberatan mereka terhadap merek dagang Overwatch League.



Written by Rudi Hartanto

Dota 2 Coaching Specialist, Esports Historian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…