in

7 Genre Esports Yang Wajib Kalian Ketahui

Sobat RevivaLTV pastinya tidak asing lagi dengan game MOBA yang seringkali mengadakan turnamen esports di berbagai belahan dunia. Sudah banyak judul game MOBA yang dirilis di platform PC dan smartphone. Nama-nama seperti Dota 2, League of Legends, dan Heroes of the Storm tentu sudah akrab di telinga kalian. Apalagi kini juga hadir game mobile semacam Vainglory, Mobile Legends, dan Arena of Valor yang semakin mengundang antusias pemerhati esports.

Nah, tapi sobat RevivaLTV tau gak? kalo ternyata MOBA itu hanyalah salah satu genre yang dipertandingkan dalam suatu turnamen esports. Masih banyak genre lain dalam esports yang wajib kalian ketahui lho. Berikut ini kami sajikan berbagai genre yang biasanya muncul sebagai kompetisi esports :

1. Fighting

Sumber: ginx.tv

Game dengan genre fighting bisa dibilang pelopornya turnamen esports. Game fighting sangat mendominasi pada awal tahun 90an di mana pada saat itu adalah era-nya mesin arcade (dingdong) yang sempat menjadi primadona di kalangan anak muda generasi millenial.

Kejuaraan game fighting yang diadakan pertama kali adalah  Evolution Championship Series pada tahun 1999. Peserta datang dari berbagai penjuru dunia, terutama dari Jepang. Kompetisi ini sifatnya individual (bukan tim). Dulunya game dengan genre fighting hanya fokus dirilis di mesin arcade, namun kini seiring dengan perkembangan zaman mulai beralih ke konsol dan PC. Judul-judul game yang biasa dipertandingkan diantaranya adalah Street Fighter, King of Fighter, Mortal Kombat, Super Smash Bros dan Tekken.

2. First-Person Shooters

Genre ini sudah tidak asing lagi untuk penikmat esports masa kini. Game first-person shooters atau biasa disingkat dengan FPS saat ini merajai ranah esports berdampingan dengan game MOBA. Game FPS memfokuskan player pada simulasi baku tembak dari sudut pandang orang pertama. Senjata yang biasa muncul pada game jenis ini diantaranya adalah pistol, senapan, granat, dan senjata tajam.

Game FPS juga cenderung masuk ke kategori game action. Kompetisi dalam game FPS bisa bersifat individual ataupun tim. Sama halnya dengan game fighting, game FPS juga hadir di berbagai platform baik itu mesin arcade, konsol maupun PC. Judul-judul game yang biasa dipertandingkan diantaranya adalah Counter Strike, Call of Duty, Halo, Battlefield, Team Fortress 2 dan Overwatch.

3. Real-Time Strategy

Real-time strategy atau biasa dikenal dengan RTS sejatinya adalah sub-genre dari game strategy dimana game tidak berjalan secara bertahap atau bergantian. Dalam game RTS, player dapat memposisikan atau mengerahkan unit dan struktur dalam kendali mereka untuk mengamankan sebuah area pada map atau menghancurkan bangunan lawan. Karakteristik utama game RTS adalah pada mekanisme pengelolaan sumberdaya, membangun markas, pengendalian unit tidak langsung, dan pertempuran dalam skala besar.

Kompetisi game RTS bisa bersifat individual ataupun tim. Berbeda dengan genre game lainnya, RTS hanya bisa dimainkan pada platform PC karena alasan dukungan perangkat. Sebab di dalam game RTS identik dengan keahlian micromanagement dan macromanagement, sehingga keberadaan mouse dan keyboard adalah suatu keharusan. Judul-judul game yang biasa dipertandingkan adalah Starcraft, Starcraft II, dan Warcraft III.

4. Sports

Game dengan genre sports memfokuskan player pada simulasi cabang olahraga konvensional meliputi olahraga beregu, olahraga trek dan lapangan, dan olahraga beladiri. Dalam praktiknya, genre ini sangat populer sepanjang sejarah dan sangat kompetitif, layaknya olahraga sungguhan. Game sports biasanya dirilis pada platform konsol dan PC. Dalam ajang internasional seperti World Cyber Games dan Electronic Sports League, turnamen dengan genre sports diperuntukkan pada kontestan secara individual (bukan tim). Judul-judul game yang biasa dipertandingkan adalah FIFA (sepakbola), Madden NFL (rugby), NBA 2K (basket), dan Rocket League.

5. Racing

Genre Racing atau balapan mensimulasikan player pada suatu arena balap, bisa di darat, laut ataupun udara dengan menggunakan sudut pandang orang pertama atau orang ketiga. Game racing  sebelumnya masuk pada sub-genre sports, namun kini berdiri sendiri menjadi sebuah genre utama karena memiliki basis penggemar yang cukup banyak.

Game racing banyak dirilis pada platform konsol dan PC. Dalam kejuaraaan internasional, game racing dipertandingkan secara individual. Kontroler yang digunakan dalam kejuaraan biasanya menggunakan  joystick atau steering wheel. Sayangnya game racing beken macam Need for Speed, Gran Turismo, dan F1 Series belum bisa menembus ranah esports. Sehingga judul-judul game yang biasa dipertandingkan adalah TrackMania, iRacing dan Project CARS.

6. Multiplayer Online Battle Arena

Nah, ini genre game yang menjadi primadona di ranah esports masa kini. Multiplayer online battle arena  atau MOBA bisa dibilang adalah titik balik dari game RTS. Namun keduanya memiliki banyak perbedaan, sehingga dipertimbangkan agar menjadi genre yang terpisah. Pada game RTS tradisional, seorang player mengendalikan banyak sekali unit, sedangkan pada MOBA cenderung fokus ke team play. Model umumnya, setiap tim terdiri dari lima player yang masing-masing mengendalikan satu unit Hero.

Game MOBA banyak dirilis di platform PC dan smartphone. Kejuaraan internasional game dengan genre MOBA kerapkali mengukir rekor, baik dari segi jumlah penonton dan total uang hadiah. Judul-judul game yang biasa dipertandingkan meliputi Dota 2, League of Legends, Heroes of the Storm, Vainglory dan Clash Royale.

7. Others

Game dengan genre others atau lain-lain juga pernah dihadirkan dalam kompetisi esports. Biasanya game yang masuk ke genre ini adalah game-game yang pada awalnya multigenre atau bahkan tidak memiliki genre sama sekali, namun memilik basis penggemar dan juga unsur kompetisi yang patut untuk diapresiasi. Game-game tersebut bisa berupa cardgame, boardgame, puzzle, dan cross-platform. Judul-judul game yang masuk dalam kategori ini diantaranya Guild Wars 2, Gears of War, War Thunder, World of Tanks, Hearthstone, dan Tetris. Untuk Tetris sendiri, sudah ada kejuaraan internasionalnya yaitu Classic Tetris World Championship. Wow, cukup mengejutkan juga ya.

Bagaimana? sempat kepikiran gak kalian? kalo ternyata genre-genre seperti diatas dipertandingkan juga dalam kompetisi esports. Justru dengan semakin banyaknya genre yang diakui pada ranah esports, maka akan semakin terbuka peluang kalian untuk menjadi atlet esports profesional bukan?