in ,

PM Denmark Dukung Astralis Langsung di BLAST Pro Series, Bagaimana dengan Indonesia?

Sumber: BLAST

Jika kita menyebut kata pemerintah dan esports, apa yang kamu pikirkan? Kali ini penulis membawa 2 kata ini yang cukup sulit disatukan, terutama di negara tercinta ini. Pasalnya, esports baru saja mulai dilirik oleh pihak pemerintah Indonesia, khususnya Kementrian Pemuda dan Olahraga melalui badan IeSPA.

Namun, apa jadinya jika orang nomor satu di suatu negara mendatangi gelaran esports dan mendukungnya langsung? Yup, inilah yang terjadi di Denmark.

Pada hari Sabtu (3/11) lalu, acara BLAST Pro Series Copenhagen 2018 dihebohkan dengan kedatangan Perdana Menteri Denmark, Lars Løkke Rasmussen.

Lars Løkke Rasmussen membuka partai Astralis vs Natus Vincere dengan sambutannya. Sumber: BLAST.

Lars mulai menjabat sebagai Perdana Menteri Denmark sejak tahun 2015 silam. Dalam kesempatannya di BLAST Pro Series, ia menyampaikan sambutan kepada 12.000 pengunjung stadion Royal Arena, di Copenhagen. Dia menyebut bahwa atlet esports merupakan olahragawan sejati.

Berikut adalah video berdurasi 4 menit yang berisi sambutan dari Perdana Menteri Denmark tersebut:

Lars menegaskan bahwa atlet esports adalah atlet sungguhan, sama dengan atlet pada umumnya. “Anda adalah perintis esports,” ungkapnya.

BLAST Pro Series merupakan salah satu gelaran esports terbesar yang diselenggarakan di tanah Denmark. Mungkin itu adalah salah satu pertimbangan Lars untuk menyempatkan waktu menonton pertandingan final Astralis asal Denmark kontra Natus Vincere dari Ukraina.

BACA JUGA: Natus Vincere Tampil Impresif dan Juarai BLAST Pro Series Copenhagen 2018!

Selain sambutan, ia juga menyempatkan waktu untuk menemui seluruh pemain yang bertanding di ajang ini, dan sempat berdiskusi singkat dengan mereka. Tak lupa, mereka juga mengabadikan momen tersebut.

Keenam tim yang bertanding berfoto dengan orang nomor 1 di Denmark. Source: BLAST.

Nah, bagaimana dengan Indonesia?

Kalau menurut opini penulis, esports di Indonesia sudah tidak dipandang sebelah mata lagi oleh pemerintah. Berbeda dari esports Indonesia beberapa tahun lalu yang bisa dibilang jauh dari kata dilirik. Saat ini, telah banyak contoh nyata esports Indonesia makin dilirik oleh pemerintah.

Dokumentasi: Muhammad Thirafi Sidha/RevivalTV

Belum lama ini, salah satu gelaran besar Unipin bertajuk Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2018 turut mengundang Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Bahkan sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo direncanakan akan mendatangi acara ini. Namun ia berhalang hadir dan hanya menitipkan pesan-pesan untuk para gamers Tanah Air.

Ketua MPR berfoto bersama di gelaran MPL 2018. Source: Tribun.

Ini bukan pertama kalinya Rudiantara mendatangi gelaran esports. Sebelumnya, ia juga mendatangi MSC 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Selain Rudiantara, Ketua MPR, Zulkifli Hasan juga menyempatkan untuk mendatangi gelaran MPL Season 1, di Taman Anggrek, Jakarta.

Masih banyak contoh-contoh lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Namun, saya bisa menyimpulkan bahwa esports di Indonesia telah berkembang sangat pesat, dan tidak lepas dari bantuan pemerintah.

Semua ini juga berkat badan esports Indonesia, IeSPA yang telah memboyong para eksekutif untuk melirik ranah ini.

Esports di Gedung MPR. Source: GGWP.

Bagaimana dukungan Pemerintah Indonesia untuk esports?

Makin lancar, itu mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan situasi seperti yang disebutkan diatas. Jika kita kembali ke ilmu dasar, Indonesia memiliki 262 juta jiwa lebih.

Menurut Kemkoinfo, setengah dari populasi Indonesia telah dapat mengakses internet ataupun mengoperasikan teknologi. Dan penikmat game di Indonesia menurut Tech In Asia telah mencapai angka 43,7 juta di tahun 2017.

Bekuk China, BenZeRidel Sabet Medali Emas di Cabang Esports Asian Games!

Tingginya angka penikmat game di Indonesia bisa menjadi cikal bakal ranah esports yang sangat besar di Indonesia.

Dengan angka pengguna sedemikian banyak, menjadikan arus ekonomi semakin deras untuk esports. Para investor mulai berinvestasi di esports Indonesia. Namun, apakah itu semua cukup? Tentu tidak.

Pemerintah perlu terjun langsung untuk mengawasi dan mengkawal berjalannya esports sama halnya seperti olahraga tradisional. Pemerintah dapat menjadi penjamin agar investor luar semakin percaya akan potensi esports di Indonesia.

Dan apa yang Pemerintah akan dapat? Tentunya tidak sedikit. Mulai dari bidang wisata, dengan digelarnya pertandingan esports di tanah air, dapat meningkatkan devisa negara dari luar negeri.

atlet esports asian games
Jajaran Pemain dan Staff Timnas Esports Indonesia di Asian Games 2018 saat meraih penghargaan dari Kemenpora. Sumber: IESPA

Sedangkan untuk bidang ekonomi, jika pemerintah berhasil membantu investor esports luar negeri masuk ke Indonesia, esports dapat membuka lapangan pekerjaan yang sangat banyak.

BACA JUGA: Perjalanan Jothree dari Panggung Asian Games sampai ke Gedung DPR

Pasalnya, hampir semua bidang pekerjaan dapat dikorelasikan dengan esports. Lapangan pekerjaan baru akan semakin banyak, dan tentunya membantu pemerintah dalam misi mengatasi kemiskinan.

Walaupun esports Tanah Air perlu sentuhan lebih dari pemerintah, bukan artinya kita harus melimpahkan semua tugas ini kepada pemerintah. Kita juga perlu turun tangan langsung dalam mengharumkan nama bangsa melalui esports, sesuai dengan bidang yang kita geluti.

Diedit oleh Yubian A. Huda

Written by Juandi

Esports News Writer, especially CS:GO.

Business Enq: juandik123@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…