in , ,

In-Depth: Seberapa Pentingkah Aspek Kesehatan Bagi Atlet Esports? – Part 2

Source: WESG

Jika di bagian pertama kita telah membahas aspek kesehatan dari sudut pandang tokoh event organizer Indonesia, kali ini kita juga ingin mengetahui hal yang sama dari sudut pandang pelaku esports utama, yaitu pemainnya sendiri.

Narasumber kami untuk part kedua ini adalah salah satu pemain asal tim ternama di Indonesia. Pencapaiannya pun bukan hanya di kancah lokal, namun telah sampai ke kancah internasional seperti CEG Dota 2 Pro Series di Australia.

Source: IESPL.ID

Dia adalah Deri “Spaceman” Makoto. Ia bergabung dengan tim PG.BarracX sejak awal tahun 2018, dan bermain sebagai role captain di timnya.


Seberapa Penting Kesehatan Untuk Seorang Atlet Esports?

officialhein. Source: WESG

Seperti yang kita tanyakan kepada Andrew Tobias, seberapa penting kesehatan dalam menunjang kemenangan yang kita ingin capai. “Sangat penting. Karena jika tubuh kita sehat maka pikiran kitapun akan sehat,” ungkap Deri.

Memang jika diulik lebih dalam, esports lebih menitikberatkan komposisi otak dibanding tenaga. Hampir keseluruhan titel game esports memerlukan strategi yang berbelit untuk mendapatkan kemenangan, khususnya dalam ranah profesional yang berada di jenjang tertinggi.

SEMC Gaet NetEase dalam Peluncuran Vainglory Cross-Platform di China

“Sama seperti semboyan Mens sana in corpore sano, yang artinya Dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.

Jika tubuh kita sehat, maka pikiran pun akan sehat. Jadi kita bisa memikirkan strategi permainan dengan lebih matang,” lanjutnya.


Pengalaman Pahit Spaceman Ketika Mengabaikan Kesehatan

Source: PG.BarracX

Spaceman sendiri memiliki pengalaman pahit karena terlalu menyepelekan kesehatan. Bahkan, kejadian ini datang di saat-saat puncak mereka di sebuah turnamen LAN.

“Pernah, waktu itu kita di sebuah turnamen LAN. Waktu itu, kita sangat bersemangat dalam mengikuti jalannya pertandingan. Namun karena itu sampai lupa makan dan akhirnya maag nyerang.”

Maag hanya satu dari beberapa penyakit yang sering muncul akibat mengabaikan kesehatan saat bertanding. Contohnya adalah keram, atau penyakit yang lebih serius lainnya.


Penyakit yang Cukup Sering Muncul Sebagai Atlet Esports

Deri mengungkapkan bahwa keluhan kesehatan sebagai seorang atlet esports akan sering muncul di bagian mata, karena mata terkena radiasi komputer.

Source: HSehat

Pernyataan tersebut memang benar, apalagi jika seseorang memiliki setup komputer yang sangat dekat dengan mata. Radiasi komputer dapat mengakibatkan rabun mata, katarak, dan eplepsi.

Menariknya, efek ini baru dirasakan 15 hingga 20 tahun kemudian. Efek ini datang secara bertahap dalam jangka waktu yang lama, hingga orang-orang tidak menyadari hal tersebut terjadi karena ‘dosa’ masa lalunya.


Meminimalisir Efek Buruk Untuk Jangka Pendek atau Panjang

Walaupun memang berdampak besar pada masa depan mereka, para atlet esports memang perlu berada di depan layar komputer dalam waktu yang cukup lama. Cara meminimalisir dampak radiasi tersebut cukup mudah sebenarnya.

Dari segi makanan, coba untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin A. Contohnya wortel. Selain itu untuk komputer itu sendiri, usahakan untuk menggunakan filter, agar bisa meminimalisir radiasi. Dan tentunya jaga jarak mata dengan monitor itu sendiri.

Source: Sarah Viloid

Jika masih kurang, kamu bisa membeli sebuah kacamata anti radiasi yang dijual di berbagai toko online maupun offline. Harganya pun berkisar antara 100 hingga 800 ribu rupiah.

Dan bagi kamu yang sedang terdesak oleh permainan best-of-three (Bo3) dan sejenisnya, Spaceman juga memberikan tips tersendiri.

“Istirahatkan mata sehabis game kelar. Sekitar 10-15 menit, coba lihat benda-benda yang jauh. Atau tidak coba lihat pohon/tanaman hijau agar mata kembali fresh.”


Pesan Untuk Seluruh Insan Esports Indonesia

Source: PUBG Mobile Esports Indonesia

Deri mengungkapkan pesan-pesannya untuk para insan esports Indonesia, baik pemain maupun pelaku event organizer yang menangani turnamen esports di Indonesia.

“Jangan menganggap remeh masalah kesehatan, karena kesehatan itu penting dan mahal harganya,” jelasnya.

“Sedangkan untuk para event organizer tingkat amatir maupun professional, jangan lupa untuk selalu menyiapkan kotak P3K karena jika suatu saat terjadi masalah darurat, dapat diatasi dengan cepat.”


Kesimpulan

Source: WESG

Jika melihat dari hal-hal yang disebutkan diatas, memang sepertinya banyak “pantangan” yang perlu diikuti agar meminimalisir dampak negatif dari penggunaan perantara esports, yaitu komputer.

Namun sebenarnya hal seperti ini ada di semua titel permainan olahraga. Seperti contohnya sepakbola yang sangat familiar dengan cedera.

BACA JUGA: In-Depth: Seberapa Pentingkah Aspek Kesehatan Bagi Atlet Esports? – Part 1

Dengan ini, mari kita mulai hidup sehat untuk meraih hasil yang lebih baik lagi di ranah esports Indonesia. Dengan lebih memperhatikan kesehatan, bukankah tidak ada ruginya? Karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

Diedit oleh Yubian A. Huda

Written by Juandi

18, Jakarta, Suka jalan-jalan, FPS addict
Esports News Writer, especially CS:GO.

Business Enq: juandik123@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…