in

Scooter Braun dan Drake Ikut Terjun ke Ranah Esports dengan 100 Thieves

Nadeshot dan Drake. Sumber: 100 Thieves

Mungkin nama-nama pemain atau mantan atlet sepakbola cukup lumrah berada di ajang esports, layaknya Mesult Ozil yang membentuk tim FIFA19, atau Arbeloa yang mendanai tim LoL dari Spanyol, Origen.

Namun rupanya minat esports tidak hanya datang dari kalangna para atlet. Pasalnya, Scooter Braun yang merupakan manajer artis-artis ternama bersama Drake bergabung dengan 100 Thieves.

Drake dan Braun sendiri bergabung sebagai co-owner dari 100 Thieves. Mereka telah melakukan pendanaan seri A, yang meliputi pengembangan tim, pembuatan produk/merchandise dan peninjauan pasar yang telah berakhir pada 23 Oktober 2018 lalu.

Absen Team Liquid Terkait Masalah Kontrak Pemain? Pihak Manajer Buka Suara

Braun sendiri merupakan manajer yang sukses menaungi artis seperti Justin Bieber dan Ariana Grande. Sang owner sekaligus mantan pemain Call of Duty, Matthew “Nadeshot” Haag ikut mengomentari terkait kerjasama ini.

Sumber: 100 Thieves

“Merupakan sesuatu yang menyenangkan melihat esports menjelma menjadi fenomena budaya di tahun 2018. Aku telah mendedikasikan 10 tahun hidupku untuk pengembangan sports dan ekosistemnya.

BACA JUGA: Armada Tigers Amankan Titel Juara Dota 2 Southeast Asia Cyber Arena!

Dan saya dengan bangga mengenalkan Drake dan Scooter untuk bergabung sebagai partner guna menolong 100 Thieves menuju ke level berikutnya.

Prioritas utama kami adalah memenangkan kejuaraan dunia, tapi ambisi kami jauh dari sekedar ranah kompeittif,” ujar Haag dalam laman resmi 100 Thieves.

Sumber: 100 Thieves

Drake sendiri merupakan sosok musisi yang menarik perhatian setelah kolaborasinya dengan Tyler “Ninja” Blevins di streaming Twitch. Kehadiran 2 orang ini mampu membawa penonton sebanyak 600.000, merupakan jumlah yang sangat banyak untuk game Fortnite.

Namun sangat berbanding terbalik dengan 100 Thieves yang bisa dibilang sedang masa stagnan. Mereka belum mampu tampil baik di divisi League of Legends-nya, dan juga kemelut yang sempat mewarnai divisi CS:GO.

Divis LoL yang gagal di Worlds. Sumber: 100 Thieves

Dan Gilbert, selaku owner dari Cleveland Cavaliers dan Quicken Loans telah menyuntikkan dana jutaan dolar di tahun 2017 untuk 100 Thieves.

Alhasil, tim tersebut kembali ke ranah League of Legends setelah masa hiatus yang cukup lama. Namun untuk saat ini tim 100 Thieves hanya fokus dalam penjualan apprel.

Lantas, kehadiran Drake dan Scooter diharapkan mampu menunjang popularitas dari 100 Thieves. Setidaknya mereka akan mendapatkan perhatian, dan menjadi tonggak ukur untuk kembali membentuk ekosistem esports di 100 Thieves menjadi lebih kompetitif.

Sumber: 100 Thieves

Apakah menurut kalian ada kemungkinan artis Indonesia bergabung dalam ranah esports? Sejauh ini baru Giring ‘Nidji’ Ganesha yang terjun ke esports lewat gelaran IESPL: Tokopedia.

Tentu kehadiran stakeholder di luar ranah esports membuat pasar ini menjadi lebih berkembang. Mungkin saja tim-tim konvensional membuat tim esportsnya, Persija Esports? Kenapa tidak? Asal tetap jaga sportivitas ya, wkwk.

Beginner Content Writer. Esports for News and Life. Rise with Words.
Seeking the proper way to enjoy words in writing.

Chelsea FC fans, Virtus.pro fans and Tofu-Tempeh Eater.
For business inquiries: yubianasfar@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…