in , ,

Ultimo Hombre Surabaya Sajikan Jajaran Juara Baru di Tanah Pahlawan!

Sumber: Supreme League

Surabaya lagi-lagi menjadi tuan rumah turnamen esports bergengsi. Setelah minggu lalu ada MPL Season 2, kali ini diadakan Ultimo Hombre Axis Pyramid League yang diadakan 24-25 November 2018 di Surabaya Convention Centre, Pakuwon Trade Center, Surabaya.

Turnamen ini memperebutkan total hadiah mencapai Rp200 juta dan ada 6 cabang dipertandingkan di turnamen ini yaitu Mobile Legends, PUBG Mobile, Dota 2, CS:GO, Tekken 7, dan FIFA 19.

Sumber: Supreme League

Risti yang merupakan perwakilan Ultimo Hombre memberikan alasannya diadakannya Ultimo Hombre Axis Pyramid League di Surabaya.

“Setelah sukses diadakan di Jakarta, kami mencari kota lain untuk diadakannya acara dan Surabaya yang merupakan kota yang terpilih.

Selain strategis karena dekat dengan kota sekitar seperti Malang, kami juga ingin memperkenalkan esports  mengingat jarang sekali ada event disini. Kami juga ingin membantu scene esports di Surabaya.

Mengusung visi semua bisa bermain, siapa saja bisa menang, diharapkan turnamen ini bisa menelurkan atlet-atlet esports baru yang nantinya juga bisa berkembang ke liga yang lebih tinggi,” katanya.

Sumber: Supreme League

Turnamen ini menghadirkan kualitas produksi turnamen esports yang tidak melulu diadakan di iCafe. “Setidaknya untuk orang yang belum tahu esports bisa mendapat gambaran dengan segi dekorasi dan suasana yang unik,” katanya.

Tercatat ada 1000 pemain yang mendaftar di turnamen dan tercatat di hari pertama ada 2600 orang yang hadir.

BACA JUGA: Mobile Legends Jadi Salah Satu Game yang Dipertandingkan di SEA Games 2019!

“Sampai malam masih ada aja yang datang, ini menunjukkan Surabaya juga tidak kalah antusias dibanding Jakarta yang sudah banyak event-event esports” katanya.

Berikut para pemenang dari Ultimo Hombre Axis Pyramid League Surabaya beserta hadiah yang didapatkan pemenang.

Mobile Legends

Juara 1: Power Danger (Rp50 juta)
Juara 2: Alter Ego (Rp35 juta)
Juara 3: DFN Esports (Rp15 juta)

Sumber: Supreme League

PUBG Mobile

Juara 1: PG.BarracX (Rp25 juta)
Juara 2: Ghost Alliance (Rp12,5 juta)
Juara 3: Louvre (Rp7,5 juta)
Juara 4: Seraphime (Rp2,5 juta)

Dota 2

Juara 1: Novus (Rp10 juta)
Juara 2: FMS (Rp7,5 juta)
Juara 3: Kross Gaming (Rp2,5 juta)

Sumber: Supreme League

CS:GO

Juara 1: Power Danger (Rp10 juta)
Juara 2: Try Hard (Rp7,5 juta)
Juara 3: Team Uno (Rp2,5 juta)

FIFA 19

Juara 1: Sendy Arizona (Rp3,5 juta)
Juara 2: Sultan Badar (Rp1,5 juta)

Tekken 7

Juara 1: RBX.MIB (Rp3,5 juta)
Juara 2: BTR.M45T4Z (Rp1,5 juta)


Tim yang hadir di turnamen ini bukanlah tim sembarangan. Misalnya PUBG Mobile yang dihadiri oleh PG.BarracX, tim yang dihuni oleh OkkyOzora, sang peraih terminator PINC 2018.

Tidak hanya itu dari Mobile Legends juga dihadiri tim dari Jakarta yang rela bertarung di turnamen ini. Beberapa tim seperti SFI Critical, BOOM ID, Bigetron Academy, Victim E-Sports, dan Alter Ego menjadi tim asal Jakarta yang mengikuti turnamen.

Namun Power Danger, tim kebanggaan kota Surabaya yang akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Alter Ego di partai final dengan skor 2-1. Hasil tersebut membuat mereka sukses mengawinkan gelar dengan divisi CS:GO yang juga sukses menjadi juara.

Bincang-bincang dengan Power Danger, Sang Juara Ultimo Hombre Surabaya!

Bayu Nugroho yang juga owner sekaligus pemain divisi CS:GO Power Danger mengaku senang dan bangga akan raihan mereka.

“Khususnya dari divisi Mobile Legends membuktikan bahwa tim daerah juga memiliki kualitas untuk bersaing di kompetisi nasional dan bersaing dengan tim-tim besar di ibukota.

Sumber: Power Danger Fanpage

Semoga kemenangan ini membuat pemain-pemain Surabaya dan Jawa Timur yang sudah pesimis bisa jadi optimis lagi untuk bisa berkompetisi di skala nasional,” katanya.

BACA JUGA: Menilik Potensi Fortnite Jadi Game Esport Besar Pada Tahun 2019

Selain itu, ia juga berkomentar mengenai turnamen. “Untuk event Axis sendiri bisa dikatakan sukses besar. Semua game berjalan lancar dan normal, walaupun ada beberapa kendala tapi kalau skala event LAN pasti ada technical error.

Harapan saya acara event seperti ini jujur sangat langka di Surabaya. Semoga acara dengan skala ini bisa dijalankan rutin dua sampai tiga kali di Surabaya, sehingga peminat dan pemain esports di Surabaya akan lebih berkembang dan antusias lagi,” tambahnya.

Diedit oleh Yubian A. Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…