in

MPL Week 4 Day 1: Chou, Sang Penyelamat Sekaligus Playmaker!

Minggu keempat di MPL Season 1 ini mungkin termasuk hari yang spesial, karena kita kedatangan seorang caster kondang Indonesia. Berbagai lawakan dan bahasa khasnya yaitu “tole” dan “terpelatuk” yang ia lontarkan selalu berhasil menghibur para pemirsa. Siapa lagi kalau bukan Gisma “Melondoto” Priayudha.

Sama halnya seperti MPL Week 2 Day 1, ada 4 match di hari pertama ini. Bagi kalian yang nggak tahan ngantuk, siapin secangkir kopi setiap ada 4 match biar nggak ketinggalan siaran live-nya. Untuk jadwal lengkap dari Week 1 sampai Week 7 kalian bisa cek di website MPL ya!


Rex Regum Qeon Oxygen vs Pandora eSport

Kali ini sangat disayangkan kita tidak bisa melihat permainan natash dari Pandora, si bocah imut berumur 15 tahun yang piawai menggunakan Fanny. Ia pun harus digantikan oleh DieNoob. Match RRQ vs Pandora terbilang cukup singkat.

Pada game pertama RRQ berhasil mendominasi seluruh map berkat rotasi mereka, sehingga Pandora tidak dapat berkutik. Bahkan, meskipun Hayabusa yang dimainkan Instinct sama sekali tidak pernah bergabung dalam teamfight, RRQ tetap bisa memenangkan game pertama.

Chou yang dijepit oleh Akai seperti sandwich.

RRQ, seperti biasa, kembali bermain agresif dengan strategi “block minion” nya pada game kedua. Pandora pun tidak tinggal diam, mereka memberi perlawanan. Hal itu membuahkan hasil yang baik, Harley yang dimainkan oleh Hamcup berhasil mendapatkan Godlike. Walaupun begitu, Pandora masih kesulitan untuk mengambil lord maupun turret sehingga kemenangan 2-0 diamankan RRQ.


EVOS eSports vs Team Nxl

Selain Fanny, Hayabusa serta Harley memang merupakan hero andalan dari EVOS. Sebab, Hayabusa yang dimainkan oleh JessNoLimit ahli dalam split push. Harley yang dimainkan Oura juga sangat mengganggu: dari maling buff sampai keahliannya dalam rotasi. Lagi-lagi duo top global (setidaknya sampai artikel ini ditulis) ini sukses membawakan 1 poin untuk EVOS.

Bosan melawan ketiga hero tersebut, nxl> akhirnya melakukan ban kepada Akai dan Hayabusa, serta melakukan pick untuk Harley dan Fanny. Karena EVOS tahu betul cara meng-counter kedua hero tersebut, mereka pun meluncurkan strategi crowd control serta silence.

Benar saja, di game kedua ini Harley dan Fanny sangat kesulitan dalam hal pergerakan. Jika Fanny ataupun Harley masuk ke dalam teamfight, Helcurt dengan cepat mengeluarkan silence kepadanya. Jika silence dirasa belum cukup, masih ada ultimate dari Saber maupun Cyclops. Kedua tank dari nxl> tidak mampu meng-cover dengan maksimal oleh karena damage dari EVOS yang terlalu besar.

Match ini berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk EVOS.


Saints Indo 2 vs ELITE8 Critical Reborn

E8 dari hari ke hari semakin menunjukkan kekompakannya dalam bermain. Chou yang dimainkan oleh Ace selalu mengeluarkan jurus-jurus mematikan sehingga beberapa kali menghasilkan double stun. Ditambah juga dengan follow up stun dari Aurora. Hal tersebut memudahkan E8 untuk menghabisi satu per satu hero dari STJr.

Tetapi E8 juga bisa blunder loh. Saat mereka sedang melakukan push, mereka terpicu untuk melakukan war dengan posisi yang kurang baik. Mereka pun terkena 3 man stun dan harus kehilangan Chou.

Detik-detik sebelum Grock melakukan 3 man stun dan Lolita 2 man stun.

Walaupun begitu, mereka tetap melanjutkan push sampai ke inhibitor turret milik STJr. Berkat damage dari Lesley, mereka bisa menggerogoti turret dengan cepat. Chou, yang sudah respawn pun menjadi penyelamat karena berhasil menggagalkan niat Hayabusa (MaiL) untuk kembali ke base.

Game kedua sepertinya terasa lebih sengit. Kedua tim memiliki line up yang kuat dan juga sangat berpotensi untuk melakukan push secara cepat.

DI early game, STJr kehilangan beberapa turret oleh karena split push dari Bruno dan juga Nightmaric Spawn dari Zhask. Tetapi mereka tetap unggul dalam jumlah kill. Sesaat setelah mengambil lord, STJr perlahan mencoba untuk mengambil beberapa turret. Sayangnya, saat mencoba untuk mengambil inhibitor turret, STJr malah menjadi blunder. Sejak itu permainan mulai berpihak kepada E8. Bahkan, game tersebut hampir berakhir!

Usaha E8 untuk mengakhiri game tersebut digagalkan oleh Chou dan Harley. Mereka pun bangkit untuk kembali menghancurkan inhibitor turret serta base dari E8. Sayangnya, Chou kembali memposisikan dirinya terlalu jauh, mungkin disebabkan oleh rasa napsu ingin meng-kill sisa hero-hero E8.

Keadaan kembali berbalik. E8 mencoba untuk push dengan membawa lord. Kali ini Harley-lah yang gugur pertama kali dalam teamfight di base, sehingga STJr agak kesulitan dalam melakukan defense. Dengan demikian, E8 berhasil mendapatkan 2 poin.


Rev Indo vs Domino’s Hunters

Domino, sebagai tim yang berada di posisi paling akhir, harus bermain dengan sangat hati-hati. Sebab 1 poin sangatlah berarti bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan.

Pada game pertama, REV harus tunduk kepada Domino oleh karena permainan Alucard dari Rangers. Bahkan, Alucard mendapatkan 9 kill tanpa mati sekalipun. REV akhirnya mengamuk pada game kedua, membalas Domino sehingga sampai akhir game Domino tidak mendapatkan kill satupun! Skor imbang untuk kedua tim menutup MPL Week 4 Day 1 ini.


Itulah dia highlight dari beberapa match di MPL Week 4 Day 1. Jangan lupa untuk menonton match-match selanjutnya ya, setiap hari Sabtu dan Minggu. Kalian bisa menontonnya di facebook page dari Mobile Legends maupun di channel MLBB eSports di YouTube.

Written by Jane Edgina

17 year old writer-translator. Female. A loyal support in Dota 2. Daydreamer and snow-addict❄
Adventure book (Instagram) — @janeenuary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…