in

MPL Week 2 Day 1: Grock+Zhask+Estes jadi Meta Sejuta Umat!

Akhirnya kita bertemu lagi di Week 2, Day 1 Mobile Legends: Bang Bang Professional League. Hari pertama pada minggu kedua ini tentu berbeda dengan sebelumnya. Hal ini dikarenakan ada 4 match yang dipertandingkan. Sehingga, hari pertama ini berlangsung sampai malam hari. Bagi kalian yang belum tahu, ini dia jadwal di Week 2, Day 1.

Nggak perlu basa basi lagi, yuk kita langsung bahas keempat match-nya!


Rex Regum Qeon Oxygen vs Domino’s Hunters

Domino akhirnya bertemu dengan tim yang paling ditakutinya di MPL Season 1 ini. Sebagai sebuah respect ban, Kagura yang biasa dipakai oleh Lemon di-ban oleh Domino. RRQ pun bermain dengan meta dari Bigetron Player Kill di Week 1, yaitu meta Grock + Zhask. Tuturu juga mendapatkan hero kesukaannya, yaitu Layla.

Typo dari stream, seharusnya di sana tertulis Game 1 bukan Game 2.

Strategi RRQ membuahkan hasil yang baik. Turtle dan Lord pun mudah untuk diambil RRQ, berkat Grock yang sangat tanky dan Layla sebagai penyumbang damage terbesar. Walaupun pada early game Lancelot dan Zhask sempat terganggu oleh Hilda, Zhask yang dipakai oleh Lemon bisa mendapatkan triple kill. Tentunya hal itu berdampak baik bagi networth Lemon maupun timnya.

Kembali dengan Zhask pada game kedua, RRQ siap bermain dengan meta Bigetron lagi walaupun tanpa Grock. Grock digantikan oleh Minotaur, untuk meng-counter Kagura dan Hayabusa.

Di game ini Lancelot dari Instinct benar-benar diganggu oleh Kagura, Rafaela, dan Grock. Tetapi, Lemon kembali menunjukkan keahliannya dalam bermain Zhask. Posisi dari Johnny (Nightmaric Spawn) berulang kali menguntungkan bagi timnya.

Walaupun Kagura yang dimainkan oleh Whopper ini selalu mengeluarkan payung dengan posisi yang baik, Layla dapat menghabisi Kagura dengan cepat. Terlihat beberapa kali Kagura dengan HP rendah terkena ultimate dari Layla yang membuatnya langsung K.O. Kemenangan 2-0 diraih oleh RRQ.


Bigetron Player Kill vs Saints Indo 2

Game pertama dari BTR melawan Saints Indo 2 atau yang biasa dipanggil STJr ini memang sulit diprediksi. Pasalnya, kedua tim memiliki line-up hero yang kuat dan hero-hero tersebut memang merupakan signature mereka.

Di early game, Hilda dari tim STJr benar-benar mengganggu Yi Sun-shin dan Akai, sehingga Bruno dari R e k t bisa farming dengan bebas. Akan tetapi rotasi dari Harley yang dimainkan Kid[O] juga sangat baik, membuatnya unggul beberapa level. Pada pertengahan game (mid game) Kagura dari Fabiens terlihat kesusahan oleh karena Akai dan Chou yang berhasil menguncinya pada suatu teamfight dan akhirnya ia gugur.

Setelah kematian Kagura pada teamfight itu, Fabiens pun membalaskan dendamnya pada Akai dan Chou dengan melayangkan stun pada keduanya.

“Double stun kayak gitu, udah kayak Lemon dia mainnya!” puji KB, yang pada saat itu sedang meng-cast match tersebut. Kemudian BTR langsung mengambil Lord yang membuat game tersebut berakhir dengan singkat, yaitu 10 menit.

Revenge!

Harley kembali digunakan oleh Kid[O] pada game kedua. Berbeda dengan game sebelumnya, kali ini Harley tampak kesulitan mendapatkan buff. Chou yang diambil oleh BTR juga sangat sangar: gank yang ia lakukan berulang kali selalu berhasil. Pemilihan item dari Chou juga sangat bagus, yakni Athena Shield yang dapat meningkatkan magic resistance yang ampuh untuk menahan Harley. BTR pun melakukan wipe out di akhir yang membawa mereka pada pintu kemenangan 2-0 atas STJr.


Rev Indo vs Pandora eSports

Setelah diremehkan pada minggu kemarin, Natash dari Pandora pun membuktikan bahwa bocah berusia 15 tahun pantas berada di ajang MPL. Fanny-nya di game pertama sangat lincah, walaupun terlalu mengandalkan recall untuk mengisi kembali energy-nya. Kelincahannya sukses mengacak-acak meta Grock-Zhask-Estes dari REV.

Permainan dari REV dinilai kurang rapih dan terlalu pede. Mungkin dari itu, Yi Sun-shin yang dipakai oleh Com mendapatkan free-farming. Akhirnya, Pandora eSports berhasil mendapatkan 1 skor pertamanya.

Potret kebahagiaan Pandora setelah memenangkan game pertama melawan Rev Indo.

Sayangnya, kebahagiaan Pandora terpaksa harus hilang pada game kedua. REV membalas mereka dengan Balmond yang super tanky dan juga Hayabusa yang level-nya sangat unggul dibandingkan level hero-hero di Pandora.

Terlepas dari hal itu, ada sebuah teamfight yang menarik di game kedua ini. Ketika Hayabusa yang dipakai Rmitchi diserbu oleh beberapa hero dari Pandora, Akai dan Diggie dari REV dengan sigap langsung meng-cover Hayabusa menggunakan kedua ultimate mereka. Akai memecah-belah formasi Pandora, dan dengan bantuan ultimate Diggie, Akai tak bisa disentuh oleh skill crowd control apapun.

Dengan kemenangan Rev Indo untuk game kedua, skor untuk match ini adalah 1-1.


EVOS eSports vs ELITE8 Critical Reborn

Match terakhir di Week 2 Day 1 mungkin adalah match yang paling ditunggu-tunggu penggemar “telur Diggie” yang tak lain adalah si JessNoLimit. E8 sepertinya harus menjaga mental mereka agar tidak down, karena lawan mereka adalah Top Global peringkat 1 dan 2 (status Top Global pada saat artikel ini ditulis)..

Game pertama, penonton dikejutkan oleh di-pick-nya Cyclops oleh E8, dikarenakan hero tersebut belum pernah dipakai selama MPL Season 1. Tampaknya, Cyclops ini di-pick untuk meng-counter Harley. Hal yang unik juga terdapat pada Grock yang menggunakan battle spell Flicker!

Pada early sampai mid game terlihat EVOS agak sedikit struggle karena pergerakan dari hero-hero E8. Cyclops yang digunakan oleh Jack juga sangat merepotkan EVOS oleh karena ultimate-nya. Tetapi E8 sepertinya terlalu fokus terhadap Hylos, sehingga Saber terlupakan dan mendapatkan freefarm serta beberapa turret.

Push segala arah dari EVOS di late game membuat E8 agak kebingungan untuk men-defense. Walaupun E8 sempat melakukan push dan mendapatkan inhibitor turret, tetapi setelah itu mereka terkena wipe out dan game pertama dimenangkan EVOS.

Setelah membantai Pandora dengan skor 2-0 minggu lalu, Fanny dari Oura kembali bersinar di game kedua. Game kedua ini disebut-sebut sebagai pertandingan terbaik sepanjang MPL lho. Pasalnya, game ini sangat intense (kedua tim sangat dekat dengan kemenangan) dan memakan waktu selama 30 menit. Wow!

Kabur dulu guys, energy gue masih banyak!

Strategi dari EVOS ini cukup menarik. Dimulai dari Fanny mengalihkan perhatian E8 agar E8 mencarinya di bottom lane, kemudian member EVOS yang lainnya mengambil lord yang posisinya berada di atas. Setelah E8 mendatangi lord menyisakan Saber di bottom, barulah Fanny menghabisi inhibitor turret. Terakhir, Fanny dengan kabelnya langsung menuju lord untuk membantu teamfight.

Lolita yang dipakai oleh Donkey juga menjadi sangat menyebalkan loh, karena ia berhasil melakukan block terhadap ultimate Cyclops sebanyak 2 KALI!

Tetapi E8 tentu tidak akan menyerah semudah itu. Mereka mencoba mengambil lord dan berhasil. Mereka juga berhasil merontokkan seluruh turret dari EVOS. Akai dan Chou juga beberapa kali berupaya untuk mengunci Fanny dan upaya itu berhasil, walaupun Fanny tidak mati. Irithel yang dipakai oleh Spade juga memberikan damage yang sangat pedas.

Sayangnya, push dari E8 berakibat fatal. Mereka harus kehilangan 4 hero dari tim mereka setelah memaksakan untuk melakukan push kepada base EVOS. Hal itu menyisakan Irithel untuk melakukan defense sendirian. Tentunya Irithel tak bisa melakukan itu, dan kemenangan 2-0 jatuh kepada EVOS.


Penutup

Highlight dari Week 2 Day 1 ini memang terbilang cukup panjang karena terdapat 4 match yang dibahas. Tetapi, sejauh ini match atau game manakah yang paling seru menurut kalian? Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar, ya! Jangan lupa juga untuk terus menonton MPL setiap Sabtu dan Minggu.

Written by Jane Edgina

17 year old writer-translator. Female. A loyal support in Dota 2. Daydreamer and snow-addict❄
Adventure book (Instagram) — @janeenuary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…