in ,

Analisa dan Peluang EVOS Esports untuk MPL Finals oleh Volva, Caster MPL

Setelah kita membahas analisa untuk peringkat 3 dan 4 klasemen akhir Regular Season MPL Indonesia Season 1, yaitu Elite8 Critical Reborn dan Bigetron Player Kill, sekarang kita akan membahas tim selanjutnya yang tak kalah istimewa yang berhasil menusuk ke posisi 2 di pekan keenam lalu.

Inilah EVOS Esports, tim yang menaungi 2 player dengan sejuta fans, benar-benar 1 juta Subscribers untuk JessNoLimit dan “Bapak Assassin Mobile Legends Indonesia, Oura.

Untuk membahas lebih dalam tim ini, kami kembali mengundang Frans “Volva” Riyando, yang menyebut dirinya sendiri ‘DukunMLBB’ atau yang kami panggil ‘TheRealAkai’ wkwkwkwkw…

Volva. Dokumentasi: MPL Indonesia

Bagi Volva, EVOS Esports merupakan tim yang paling mendekati untuk bisa disebut sebagai sebuah “Dream Team”. 5 pemain dari tim ini bisa dibilang sebagai core player dan hanya 1 yang bisa disebut pure tanker, yakni Yurino – EVOS•Donkey.

Donkey ini juga seolah seperti memiliki kekuatan magis yang membuat semua lawan-lawannya tak bisa mengacuhkannya bahkan sampai-sampai ada ungkapan, “ada Donkey, semua hit Donkey.” Volva juga tak bisa menjelaskan kenapa semua pemain akan terdistraksi saat melihat Donkey lewat, macam odong-odong kali ya.

Istimewanya lagi, tambah Volva, “kadang Donkey bisa bait 1vs5 dan tidak mati!”

Image Credit: MPL Indonesia

Namun demikian, tak hanya Donkey, ada 2 pemain terbaik MLBB saat ini yang berada di naungan EVOS Esports, yaitu Eko – EVOS•Oura dan Justin – EVOS•JessNoLimit. Menurut Volva, 2 core player ini memiliki gaya permainan yang berkebalikan.

JessNoLimit cinta farming sedangkan Oura cinta kill. Meski memang tidak jarang mereka bertukar peran. Tak hanya rolehero pool mereka juga terbilang begitu besar mulai dari Harley sampai Alpha yang jarang dimainkan. Mereka bisa memainkan hero apapun, kapan saja dan di mana saja.

Sebastian – EVOS•IOS juga sebenarnya bisa dibilang sebagai core player namun dia seringkali menjadi Fighter / Tanker yang bersifat Support atau memanjakan core hero. IOS juga biasanya berada di barisan kedua saat war.

“Tidak lupa juga dengan Kapten mereka Aprizal – EVOS•KneEr yang terbilang 1 of best Marksman Indonesia,” lanjut Volva. Pemain ini memiliki command yang baik, draft yang sangat menarik, dan yang mengejutkan ia juga bisa bermain sebagai Support.

Meski biasanya bermain sebagai MM, KneEr juga bisa memainkan hero Mage seperti Aurora.

Terakhir, yang tak kalah penting juga, ada Renhart – EVOS•Oreo. Bahkan pemain di bangku cadangan EVOS Esports tak kalah istimewa karena dia bisa memainkan semua role dan menggantikan siapapun.

Meski jarang dimainkan, “Oreo tetap punya kualitas yang sangat tinggi sebagai player, ungkap Volva.

Dari keenam pemain tadi, menurut Volva, kunci permainan mereka ada di gaya permainan Oura dan JessNoLimit. Pasalnya, 2 pemain ini memiliki GPM (Gold per Menit) yang tinggi sehingga networth tim selalu besar.

Sedangkan untuk gaya permainan mereka, Volva menjelaskan bahwa EVOS biasa menumbalkan 2 core player untuk 1 core yang sejahtera. Misalnya, jika JessNoLimit menggunakan Hayabusa, Oura akan menggunakan hero yang dapat berkontribusi di tim di early sampai mid game supaya tim bisa war terus menerus.

Begitu juga sebaliknya, jika Oura yang menggunakan hero yang bisa split-push, maka Jess yang akan berperang lebih awal dan farming seadanya. Hal ini juga terlihat di fase draft mereka yang biasanya memberikan pilihan ke Jess atau Donkey terlebih dahulu sedangkan sisanya memilih hero yang dapat menyeimbangkan komposisi tim.


Bagaimana dengan kekurangannya?

Menurut Volva, kekurangan tim ini terlihat jika Oura terlalu banyak mati karena Jess dan KneEr harus membantunya sehingga game tidak berjalan seperti yang mereka inginkan. Namun, Volva menegaskan, bukan berarti Oura itu pemain yang paling lemah tetapi justru karena Oura adalah sang playmaker dari EVOS.

Jika playmaker-nya tidak dapat bergerak sesuai dengan yang diinginkan, game pun tidak dapat dijalankan sesuai strategi.

Lalu bagaimana dengan prediksinya?

Rekomendasi 6 Hero Assassin Mobile Legends Menurut EVOS Oura, Dari yang Tersulit sampai Termudah

Saya kira setiap orang yang mengikuti MPL Indonesia sejak pekan pertama, kemungkinan besar, memiliki prediksi yang sama: jika EVOS Esports tak jadi juara, merekalah yang berpeluang besar jadi runner-up.


Buat para fans-nya Oura atau Jess, apakah kalian setuju dengan pendapat dan pengamatan Volva di atas?

Dengan artikel ini, kita masih tersisa satu lagi analisa tim yang sering kali digadang-gadang jadi kandidat juara terkuat dan rival berat EVOS Esports di kancah esports Mobile Legends. Siapa mereka?

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…