in ,

Analisa dan Peluang Louvre untuk MPL Finals oleh Volva, Caster MPL

Jika kemarin kita telah membahas tim pertama yang lolos ke babak Playoff MPL, Saints Indo 2, kali ini kita akan membahas tim kedua, Louvre.

Dari hasil klasemen akhirnya, Louvre memang terbukti lebih baik performanya karena berhasil mengumpulkan poin yang lebih tinggi ketimbang STJR. Namun demikian, tetap saja mereka tertinggal cukup jauh dibanding tim yang lolos satu peringkat di atas mereka, Rev Indo.

Selisih Kill Louvre masih berada di angka yang cukup mengkhawatirkan jika mereka masih menggunakan gaya bermain yang sama di babak Playoff nantinya.

Volva. Sumber: MPL Indonesia

Namun bagaimana sebenarnya analisa permainan mereka? Kali ini, kami menghubungi Frans “Volva” Riyando untuk menanyakan performa dan peluang Louvre nantinya.

Menurut Volva, di atas kertas, Louvre sebenarnya memiliki pemain-pemain dengan skill individu yang bisa dibanggakan. Beberapa dari mereka bahkan bertengger di Top Global Hero. Tiap-tiap pemain juga telah memiliki hero signature alias jagoannya masing-masing.

Performa mereka di Regular Season sebenarnya di luar ekspektasi Volva. Pasalnya, menurutnya, kapasitas Louvre seharusnya bisa lebih baik dari hasil kemarin.

“Tapi mungkin karena mereka selalu spam hero yang sama untuk mempertahankan MMR atau menjadi Top Global,” ujar Volva.

Sumber: MPL Indonesia

Hal itu jugalah yang menurut Volva menjadi kelemahan terbesar Louvre. Pool hero atau koleksi hero yang mereka mainkan sangat terbatas.

Bagaimana dengan strategi yang akan digunakan Louvre nantinya?

Strategi yang biasanya mereka lakukan adalah membiarkan Arasy “Arss” Zamanullail farming terlebih dahulu sebelum memaksa tim lawan untuk war. Walau demikian, mereka juga belakangan telah mencoba strategi yang berbeda dengan mengganti role untuk beberapa pemain.

Edo “Afsheen” Ferdyansyah, misalnya, yang biasanya menjadi Marksman malah bermain jadi Tanker.


Ilyas “Caesius” Rahmanda akan kembali mengambil peran menjadi sang playmaker karena dia bisa membuat ataupun memanfaatkan momentum untuk menghasilkan kemenangan.

Meski tampil sebagai playmaker, Volva melanjutkan, Caesius juga tak boleh diremehkan skill individunya. Kata Volva, “permainannya sangat licin.”

Meski begitu, kembali lagi, Volva mengatakan bahwa pool hero pemain Louvre sangat sedikit.

Prediksinya lalu seperti apa?

“Well gua menantikan banget peforma mereka di atas panggung 8 besar, dan prediksi gua mereka bisa dapet 5 besar sih harusnya,” tutup Volva.


Bagaimana nantinya performa mereka di playoff ya? Apakah kalian setuju dengan pengamatan Volva tadi? Apakah memang benar pool hero mereka sedikit? Atau mereka memang sengaja menyimpan hero agar bisa dimainkan di babak yang lebih krusial?

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…