in ,

Analisa dan Peluang E8 Critical Reborn untuk MPL Finals oleh Chainsmo, Caster MPL

Masih di rangkaian artikel-artikel analisa dari para caster MPL untuk babak playoff MPL Indonesia yang akan digelar pada tanggal 30 Maret – 1 April 2018 di Mall Taman Anggrek Jakarta, kali ini kita akan membahas tim yang berada di peringkat ketiga di babak Regular Season, E8 Critical Reborn (E8 CR).

Caster MPL kita yang akan memberikan analisanya kali ini adalah caster paling cantik (karena satu-satunya wanita wkwkwkw) di MPL, Dennissa “Chainsmo” Istifani.

Chainsmo. Dokumentasi: MPL Indonesia

E8 CR mungkin memang tidak seheboh 2 tim di atasnya, RRQ.O2 dan EVOS Esports yang punya Lemon, Tuturu, JessNoLimit, ataupun Oura. Namun, bagi yang sungguh mengerti jalannya pertandingan, E8 memiliki keistimewaan dari soal konsistensi gaya dan performa permainan mereka dari pekan pertama sampai pekan terakhir Regular Season.

Hal ini senada dengan yang dipikirkan oleh Chainsmo. Menurut Chainsmo, lebih detail menjelaskan gaya permainan E8 CR, keistimewaan mereka ada di kemampuan mereka saat team fight ataupun fight back ketika kondisi mereka sedang tertekan (misalnya, kalah level atau kalah networth).

Chainsmo juga mengatakan, “E8 memang khas dengan tipikal bermain late game sehingga hero Marksman adalah hero yang pasti digunakan oleh tim kuda hitam tersebut.” Tak jarang pula mereka lebih mendominasi di menit 15 ke atas, meski hanya base mereka yang masih tersisa.

Namun, lagi-lagi, Chainsmo menekankan bahwa mereka memang memiliki konsistensi dan mental yang menjadi kekuatan utama mereka. Di Ranked, mental mungkin tidak akan terlalu berpengaruh besar, sebesar skill individu; namun jika kita berbicara di kompetisi, mental dan konsistensi akan menjadi salah satu faktor utama dalam meraih juara.

Bagaimana dengan kekurangannya?

Sayangnya, tim ini memang masih belum tanpa kekurangan. Bagi Chainsmo, kekurangan E8 CR ini ada di keputusan tiap-tiap pemain yang terkadang mengakibatkan blunder untuk tim. Jadi, mungkin bisa dibilang komunikasi dan command tim lah yang bisa digali lebih jauh bagi E8 CR.

Menariknya, hal ini kebalikkan dengan Bigetron Player Kill yang punya kapten dan command di bawah Eiduart (meski hal itu juga jadi kekurangan tersendiri karena jadi benar-benar bergantung pada leadership Eiduart yang sempat absen di pekan keenam dan ketujuh).

Dokumentasi: MPL Indonesia

Lalu bagaimana dengan pemain-pemain kunci dari E8 CR? Menurut Chainsmo, ada 3 orang pemain yang paling berbahaya dari tim ini.

Pemain pertama adalah  Hansen “E8•Spade” yang merupakan Marksman dari E8 CR. Karena role-nya itulah, pemain ini menjadi pemain kunci di late game yang menjadi andalan E8.

Meski begitu, di sisi teamfight, Chainsmo menyebutkan ada 2 nama yang sering jadi kunci kemenangan, yaitu David “E8•Joker” dan Aldio “E8•Jack”. “Saat Joker melakukan inisiasi yang bisa dibilang tidak pernah sia-sia, Jack sang executor akan menghabisi musuhnya dengan sangat cepat dan rapih,” ungkap Chainsmo.

Sedangkan untuk strategi mereka, Chainsmo memprediksi bahwa mereka masih akan menggunakan strategi yang sama seperti saat mereka di Regular Season. Namun demikian, Chainsmo menambahkan, “seandainya E8 memang ingin mendapatkan posisi 4 besar teratas, mulai dari sekarang mereka harus mulai membiasakan diri untuk belajar, terbiasa, dan berupaya untuk mendominasi di early game.”

Prediksi hasil akhir E8 CR bagaimana?

“Mereka pasti ada di top 4, tapi saya memiliki feeling bahwa di ronde/ babak kedua E8 dipaksa untuk bermain di lower bracket dikarenakan sulitnya untuk bertahan di upper bracket.” tutupnya.


Apakah E8 akan mencoba lebih agresif di early game di babak playoff nantinya?

Apakah konsistensi dan mental juara mereka mampu menaklukan leadership ala Bigetron PK ataupun tim-tim berisi pemain bintang seperti RRQ.O2 dan EVOS Esports?

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…