in ,

Analisa dan Peluang Bigetron Player Kill untuk MPL Finals oleh KB, Caster MPL

Setelah sebelumnya kita membahas tim-tim papan bawah dan papan tengah, seperti STJR, Louvre, Rev Indo, dan TEAMnxl>, sekarang kita mulai bergeser ke tim-tim papan atas di Regular Season.

Satu hal unik dari Bigetron Player Kill (BTR) semasa Regular Season MPL Indonesia Season 1 adalah mereka sebenarnya berhasil bertengger di peringkat 1 sampai pekan keempat (meski memiliki skor sama dengan RRQ.O2), turun ke peringkat 2 di pekan kelima, namun loncat drastis ke peringkat 4 di pekan keenam.

Hal ini dikarenakan Edward “Eiduart” Tjahyadikarta yang harus absen karena keperluan keluarga yang mendesak di pekan keenam. BTR sebenarnya mengantongi 2 kemenangan di 1 pertandingan terakhirnya di pekan ketujuh namun 2 tim yang tadinya di bawah BTR, E8 Critical Reborn dan EVOS Esports di peringkat atas telah terlanjur melompati mereka.

Sumber: MPL Indonesia

Tentu saja, hal ini bisa saja dicermati oleh lawan-lawannya karena peran Eiduart yang begitu krusial terhadap kesuksesan tim mereka. Seperti yang kami tuliskan tadi, mereka memang menang di pekan ketujuh tapi kala itu mereka bermain melawan Pandora Esports yang sekarang telah terdegradasi.

Lantas, bagaimanakah peluang mereka nantinya di babak Playoff? Apakah Eiduart memang harus kembali berlaga agar BTR bisa kembali menyeramkan seperti di awal-awal musim?

Kali ini, kita kembali mengundang Ryan “KB” Batistuta sebagai salah satu caster MPL untuk mendengarkan pandangan dan prediksinya mengenai BTR di MPL Finals.

Dokumentasi: MPL Indonesia

Selain keunikan yang telah kami tuliskan tadi, KB juga memberikan 2 fakta baru tentang tim yang digawangi oleh Eiduart dan Thong “Fabiens” V. Andara.

BTR ternyata memiliki keistimewaan lainnya, mereka adalah tim pertama di MPL yang berhasil mengalahkan RRQ.O2, yang digadang-gadang sebagai tim paling menyeramkan oleh banyak tim lain.

Mereka juga berhasil mencatatkan rekor kemenangan tercepat dengan durasi permainan 8 menit 55 detik, juga saat mereka bertemu melawan RRQ.O2.

Dokumentasi: MPL Indonesia

Selain menggunakan META andalan Grock, Zhask, dan Estes, BTR juga selalu menggunakan hero Support yang membuat mereka seringkali lebih dominan di kala teamfight.

“Tak hanya teamfight. Seringnya, BTR juga unggul di 10 menit awal dari sisi networth,” lanjut KB.

Menurut caster imut-imut (wkwkkkwkw) yang juga mahasiswa Sastra Inggris ini, keunggulan BTR di early game disebabkan karena adanya 2 pemain: Fabiens dan Gustian “R e k t”.

Fabiens merupakan player yang agresif soal ganking sehingga hal tersebut membuatnya unggul dalam hal Gold dan Level. Sedangkan R e k t, farming-nya sangat cepat dan mengerikan. Beberapa caster bahkan memberinya julukan ‘petani’.

Selain memiliki 2 pemain garang tadi, menurut KB, keunggulan dari BTR ada pada strategi mereka yang unik dan sulit diprediksi. Karena itu, tak hanya penonton dan caster, musuhnya pun bisa jadi sulit memprediksi draft mereka.

Sedangkan kekurangan terbesar dari BTR, sama seperti yang kami tuliskan di awal, adalah ketergantungan terhadap kepemimpinan Eiduart (atau bisa jadi memang Eiduart yang terlalu imba dalam memimpin pertandingan jadi sulit sekali tergantikan).

Absennya Eiduart yang jadi kapten atau commander dari tim inilah yang akan jadi poin paling mengkhawatirkan dari BTR.

KB pun memprediksi mereka akan kembali menggunakan META mereka + Marksman seperti layaknya awal-awal musim. Pasalnya, jika Eiduart sudah kembali, dia yang akan menjadi core Assassin – bukan R e k t.

Bagaimana prediksi KB untuk BTR di MPL Finals nanti?

KB pun mengatakan mereka memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mendapatkan juara 1, dengan catatan ada Eiduart yang kembali bertanding.

Lalu bagaimana jika tidak ada Eiduart?

5 Hero Mobile Legends Terkuat versi Fabiens Bigetron PK

Menurut KB, Eiduart memiliki peranan penting dalam hal command dan drafting. Hal ini sangat krusial sebenarnya.

Namun, “mereka harus bersama Eiduart untuk mendapatkan juara 1. Bukan karena seberapa besar pengaruh Eiduart atau player lainnya, tapi karena mereka 1 tim. Mereka memulai MPL ini bersama-sama maka, mau tidak mau, mereka juga harus jadi juara bersama-sama.” Tutup KB.


Jadi, apakah Eiduart akan siap kembali untuk bersama-sama berjuang bersama kawan-kawannya nanti tanggal 30 Maret – 1 April 2018? Kita tunggu saja tanggal mainnya!

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…