Eve, jungler dari APEX yang di ban 10 bulan karena scripting

Apex harus kehilangan salah satu jungler mereka, Seo “Eve” Jun-cheol setelah terkena sanksi ban selama 10 bulan karena didapati menggunakan program ilegal di dalam game normal dan ranked. Riot telah memberitahukan hal ini kepada APEX di bulan Mei, tetapi penerapannya ditunda karena ada permasalahan administratif.

Pertama kali Riot mengetahui hal ini pada tanggal 2 Mei 2016, setelah Eve menggunakan program script tersebut ketika memakai akun khusus untuk latihan yang disediakan oleh Riot. Akun tersebut langsung ditangguhkan oleh Riot dan Eve pun langsung mengakui perbuatannya.

Scripting sendiri adalah ungkapan yang dipakai ketika seseorang menggunakan program ilegal untuk memodifikasi mekanik dan proses dalam League of Legends mulai dari program yang menjalankan combo tertentu secara otomatis sampai kepada proses yang mengubah pengaturan pandangan dalam map (wall hack, map hack, etc)

Scripting merusak integritas kompetitif dari sebuah game dan telah menjadi masalah besar bagi Riot Games selama beberapa tahun. Riot Games telah menerapkan beberapa cara untuk melawan script dan komunitas pengguna script dan telah memberikan sanksi yang keras kepada para penggunanya.

Karena tingkat keseriusan akan masalah scripting ini, tidak mengherankan jika hukuman yang diberikan berkisar antara 10 – 20 bulan untuk seorang pro-player. Eve sendiri mendapatkan hukuman minimum karena ia bersikap kooperatif ketika penyelidikan berlangsung.

Ban terhadap Eve di awal Mei membuat Lee “Shrimp” Byeong-hoon menjadi satu – satunya pilihan jungler yang tersisa bagi Apex dan hal ini mempengaruhi strategi mereka untuk menggunakan rotasi roster 10 orang. Namun demikian, mengatasi hal ini Apex mendatangkan Danil “DiamondProx” Reshetnikov untuk menutupi kehilangan mereka atas Eve.

Apex menduduki posisi ke-5 di peringkat NA LCS sekarang dan akan menghadapi Phoenix1 pada tanggal 18 Juni mendatang.