in

World Championship 2017: 2 Tim Korsel dan 2 Tim Tiongkok Siap Berlaga di Semifinal

Tak terasa World Championship 2017 sudah hampir usai. Turnamen terbesar di dunia untuk League of Legends ini baru saja menyelesaikan babak perempat final dan menyisakan 4 tim terbaik dari seluruh dunia.

Sayangnya, mungkin memang prestasi di ajang kompetitif LoL tidak semerata kompetisi Dota 2. Korea Selatan masih menjadi wilayah unggulan selama 5 tahun terakhir. 4 dari 6 kali World Championship, Korea Selatan keluar sebagai juaranya. Tahun ini pun sepertinya banyak analis yang masih menjagokan wilayah ini karena memang masih superior.

image credit: USA Today

Tim-tim LPL (liga LoL Tiongkok) juga sudah mencuri perhatian sejak tahun 2013 karena pemain-pemainnya memiliki skill individu yang bisa dibilang sedikit di atas pemain-pemain wilayah barat (NA dan EU) dan gemar sekali bermain agresif dan war 5vs5.

Untungnya, babak perempat final yang berlangsung 19-22 Oktober 2017 kemarin menampilkan pertandingan-pertandingan yang sangat mendebarkan dan begitu menghibur.

Pertandingan perempat final pertama dibuka dengan Longzhu Gaming (LZ) melawan Samsung Galaxy (SSG). Hasil pertandingan ini sangat mengejutkan karena SSG menang 3-0 atas LZ. Padahal banyak orang lebih menjagokan LZ karena merekalah juara LCK (liga LoL Korsel) di 2017.

Keduanya sama-sama tim Korsel namun LZ dianggap lebih dominan karena mereka berhasil mengalahkan SKT di final LCK 2017 dan melenggang mulus tanpa kalah di Group Stage World Championship. Sedangkan SSG terlihat kurang konsisten dan dianggap terlalu defensif di beberapa role.

Namun Samsung mematahkan semua pandangan negatif tentang tim mereka dengan tampil begitu apik dan agresif. Mereka menang tanpa memberikan satu poin pun ke LZ di pertandingan Bo5 (Best of 5).

Perempat final kedua, SKT Telecom T1 (tim yang paling dijagokan karena mengantongi 3x juara World Championship) sempat dibuat kewalahan melawan Misfits Gaming (MSF). Meski akhirnya menang dengan skor 3-2, para fans SKT sempat dibuat gelisah karena MSF memberikan perlawanan sengit yang juga tidak disangka sebelumnya.

SKT memang sudah diprediksi bakal menang melawan juara 2 EU LCS (liga LoL Eropa) ini. Namun SKT dianggap mampu menunjukkan dominasinya melawan tim yang baru pertama kali masuk ke ajang termegah di LoL yang satu ini.

Uzi dari RNG

RNG (Royal Never Give Up) melawan FNC (Fnatic) di perempat final ketiga. Di sini, RNG tampil lebih dominan dan melaju lebih mulus saat menutup pertandingan dengan skor 3-1 atas FNC. Sama seperti SKT, RNG juga dijagokan di pertandingan ini. Pasalnya, RNG memiliki Uzi, sang ADC (Attack Damage Carry) legendaris, yang dikenal sangat agresif dan sangat superior dalam hal mekanik skill-nya.

Selain ADC, RNG juga memiliki pemain yang dianggap lebih superior dalam hal skill individu di semua role (Mid, Junggle, ADC, Top, Support) ketimbang FNC. Mereka pun terbukti melenggang ke babak semifinal cukup mulus.

Babak perempat final ditutup dengan pertandingan Team WE (WE) melawan Cloud 9 (C9). Wilayah NA (North America) memang dianggap paling tersendat selama beberapa tahun belakangan dibanding 4 wilayah besar di ajang kompetitif LoL (LCK, LPL, EU LCS, dan NA LCS).

Bahkan TSM (Team Solo Mid) yang dianggap paling hebat di antara tim NA pun harus gagal melaju ke perempat final meski mendapat grup yang dibilang relatif lebih ringan dibanding grup lainnya.

Team WE pun melenggang maju ke semifinal meski pertandingannya terbilang cukup sengit, dengan skor akhir 3-2.

Di babak semifinal, wakil wilayah Tiongkok akan bertemu dengan wakil wilayah Korsel di kedua bracket. SKT akan bertemu dengan RNG (mengulang final World Championship Season 3 di 2013). Sedangkan SSG akan bertanding melawan WE.

image credit: lolesports.com

Apakah final World Championship 2017 akan kembali menampilkan all-Korean-finals seperti di 2 musim sebelumnya? Atau akan ada kejutan dari tim Tiongkok sebagai tuan rumah?

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…