in ,

Final World Championship 2017: Sejarah Tahun Lalu Terulang. SKT akan Jadi Juara Dunia Lagi?

Semifinal World Championship 2017 (28-29 Oktober 2017) sudah berakhir dengan meloloskan 2 tim asal Korea Selatan (LCK) atas 2 tim Tiongkok (LPL).

SKT Telecom T1 (SKT) akan bertanding melawan Samsung Galaxy (SSG) di babak final (Bo5), hari Sabtu 4 November 2017. Final ini mengulang sejarah World Championship 2016 yang juga mempertandingkan SKT vs. SSG.

Jika tahun lalu SKT berhasil menjadi juaranya, apakah mereka akan kembali jadi juara dunia LoL tahun ini?

Mari kita melihat ke belakang sejenak. Di babak sebelumnya, SKT sedikit kewalahan dalam melawan Royal Never Give Up (RNG) di semifinal dan Misfits Gaming (MSF) di perempat final. Sedangkan perjalanan SSG terbilang lebih mulus di babak yang sama melawan Longzhu Gaming (LZ) dan Team WE (WE).

Memang, RNG mungkin terbilang lebih mengerikan ketimbang WE karena adanya ADC dan Mid legendaris asal Tiongkok di RNG: Uzi dan Xiaohu. Namun SSG berhasil menang tanpa balas melawan LZ yang sebenarnya merupakan juara LCK tahun ini.

Team WE pun sebenarnya tidak dapat dibilang tim kacangan karena mereka jadi satu-satunya tim yang perjalanannya paling panjang di ajang World Championship 2017. Pasalnya, WE memulai ajang ini dari babak Play-In (sebelum Group Stage) dan berakhir di semifinal.

Sedangkan lawan SKT di perempat final, MSF, juga sebenarnya terbilang sangat fenomenal karena MSF berhasil masuk ke 8 tim terbaik di ajang ini meski baru pertama kali mengikutinya.

Saya pribadi sebenarnya setuju dengan mereka-mereka yang mengatakan bahwa SKT tahun ini terlihat kurang konsisten dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, SKT masih memiliki Bengi yang jadi salah satu Jungler legendaris (karena jadi satu-satunya Jungler yang mengantongi 3 piala World Championship).

Beberapa tahun silam, SKT juga punya Top Laner yang tak hanya mengerikan namun lebih baik dalam kekompakan tim dibanding Huni (setidaknya menurut saya pribadi), seperti MaRin dan Impact. Huni terlihat lebih suka split-pushing sendirian dan tak jarang jadi sasaran ‘penculikan’.

image credit: USA Today

Namun demikian, SKT tetap saja punya mental juara (3x juara dunia LoL), pelatih legendaris (kkOma), dan Faker yang mungkin jadi 3 faktor utama kenapa mereka disebut-sebut sebagai tim nomor satu di ajang kompetitif LoL.

Sedangkan SSG, Samsung sendiri sebenarnya sempat juara dunia di tahun 2014 (kala itu namanya Samsung White). Namun, pemain-pemainnya sudah berubah total. Tidak ada satupun pemain Samsung White yang sekarang berada di Samsung Galaxy.

image credit: ESPN

Namun roster pemain SSG tidak berubah dari World Championship 2016. Sedangkan SKT kehilangan Bengi dan Duke, digantikan Huni dan Peanut. Boleh dibilang, SSG memang tidak punya pemain dengan skill individu yang begitu dominan namun harmonisasi dan sinkronisasi antar tim ini setidaknya lebih baik ketimbang SKT (lagi-lagi, menurut saya sih hehe…).

Jujur saja, saya juga tidak bisa memprediksi apakah SKT akan kembali jadi juara atau SSG yang akan bawa pulang piala. Namun, satu hal yang pasti, Korea Selatan sudah 4 kali juara dunia dan tahun ini ketiga kalinya all-Koreans-finals; jadi Korsel akan bawa pulang 5 dari 7 piala World Championship…

Padahal, jujur saja saya sedikit berharap Tiongkok alias LPL yang akan jadi juaranya kali ini karena merekalah yang berpeluang paling besar dibanding region lainnya dan jadi tuan rumah kejuaraan kali ini.

Meski demikian, terlepas dari kebosanan saya melihat dominasi Korsel di LoL, pertandingan final tahun ini tetap layak dinanti…

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…