in , ,

Revival’s Special: Wawancara dengan AirLiur dan Himawari dari Bigetron Esports

Halo sobat RevivalTV! Kami mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai dua orang dari Bigetron Esports, satunya adalah pemain ADC di roster League of Legends mereka, AirLiur, dan juga salah satu talent dari Bigetron TV, yaitu Himawari.

Bigetron Esports Banner
Image Courtesy: bigetron.gg

Kali ini, kami berbincang-bincang tentang diri mereka masing-masing, cerita mereka dengan Bigetron, opini mereka tentang esports di Indonesia, dan lain lain.

Kira-kira bagaimana sih cerita mereka selama berada di dunia esports? Simak langsung artikel di bawah ini!


Peter “AirLiur” Tjahjadi

Bisakah Anda memperkenalkan diri dan role Anda di Bigetron Esports?

“Halo kenalin, saya Peter Tjahjadi, in-game name saya Airliur, saya di Bigetron Esports sebagai pemain khususnya di role ADC (Attack Damage Carry) di LGS (League of Legends Garuda Series) Season 7 kemarin.”

Kapan pertama kalinya Anda bermain League of Legends secara kompetitif dan di tim manakah Anda saat itu?

“Saya pertama kali mencoba bermain secara kompetitif di tahun 2014 atau 2015, waktu LoL (League of Legends) Indonesia baru muncul. Saya ikut Teemo Cup bersama teman-teman saya, tapi saya lupa nama timnya.”

Roster Bigetron 2018
Roster Bigetron untuk LGS Spring 2018 – Image Courtesy: bigetron.gg

Bagaimana Anda akhirnya dapat bergabung dengan Bigetron Esports sebagai seorang pemain? Dan bisakah Anda menceritakan secara singkat bagaimana Bigetron awalnya terbentuk?

“Awalnya saya direkrut oleh Teemolamon, waktu itu nama tim kita adalah Bige. Setelah gugur di Glorious Arena, kita bertemu dengan Edwin Chia (Starlest) dan akhirnya tim kita bergabung menjadi Bigetron. Kita mendapatkan slot playoffs, dan di babak tersebut, kita berhasil lolos dan masuk ke LGS Season 7.”

Seberapa bedanya Bigetron pada waktu awalnya terbentuk dengan Bigetron yang sekarang?

“Dulunya, Bigetron benar-benar lemah, kita hanya bermodalkan skill individu tetapi koordinasi yang belum lancar. Namun sekarang sih, karena kita sudah sering latihan, skill kita sudah meningkat jauh dibanding sebelumnya.”

Bigetron LGS Season 7
AirLiur Bersama Bigetron Esports di LGS Season 7 – Image Courtesy: facebook.com/bigetronesports

Sejak awal karir esports Anda, turnamen apa saja yang pernah Anda ikuti? Dan di antara mereka, manakah yang merupakan pencapaian yang terbesar sejauh ini?

“Selama saya berkelana di dunia esports, saya sudah memenangkan beberapa turnamen kampus, Teemo Cup, Battle Royale, dan juga sudah berpartisipasi di LGS dua kali, yaitu pada Season 4 dan Season 7. Di mana di Season 4 saya bermain di tim Genesis Gaming sebagai ADC dan kita berhasil mendapatkan juara 5 pada waktu itu. Lalu, yang terakhir di Season 7 kemarin bersama tim Bigetron, kita berhasil lolos sebagai Juara 6 di LGS Season 7.”

Apa pendapat Anda tentang kondisi terkini dari ranah esports di Indonesia?

“Kalau menurut saya pribadi, scene esports di Indonesia ini masih dan akan terus berkembang, sekarang sudah mulai banyak orang yang tidak menganggap game hanya sebagai mainan, tetapi sebagai tempat kita menyalurkan passion kita. Sekarang sudah banyak banget turnamen-turnamen entah itu turnamen besar ataupun kecil yang bisa menampung orang-orang dengan passion yang sama, dari situ pasti bakal banyak orang-orang yang lebih tertarik ke arah esports.”

Bigetron LGS Season 7
Bigetron Esports di LGS Season 7 – Image Courtesy: facebook.com/bigetronesports

Sering kali, beberapa tim lokal tidak dapat berpartisipasi di ajang-ajang internasional, entah karena masalah visa, tidak dapat lolos babak kualifikasi, dan lain lain. Menurut Anda, apa yang kurang dimiliki oleh tim-tim Indonesia, yang jika dimiliki oleh tim Indonesia, dapat membuat mereka sebaik tim-tim Asia Tenggara lainnya?

“Kalau soal masalah visa dan lain lain, saya tidak bisa komentar banyak karena kalau masalah dengan visa bisa muncul dari berbagai faktor. Namun kalau soal tim yang belum bisa lolos babak kualifikasi, mungkin karena di Indonesia sendiri esports baru berkembang dan masih kalah jam latihannya. Mungkin kalau tim-tim di Indonesia tetap berusaha, mereka bisa jadi lebih baik dari tim-tim di Asia Tenggara lainnya.”

Terakhirnya, apa yang Anda ingin katakan untuk fans di luar sana?

“Saya tidak yakin saya ada penggemar sih, tetapi penggemar Bigetron pasti ada dong! Buat kalian fans bigetron, terima kasih sudah mau mendukung Bigetron sampai sekarang ya, dukung terus tim Bigetron ya guys!”


BACA JUGA: Revival’s Special: Antara Sekolah dan Esports dari Sudut Pandang Aerowolf

Kelly “Himawari” Kimberly

Bisakah Anda memperkenalkan diri dan role Anda di Bigetron Esports?

“Nama saya Kelly Kimberly, saya berasal dari Jakarta Barat. Umur saya 16 tahun dan peran saya di Bigetron Esports adalah Talent BTR TV (Bigetron TV).”

Bagaimana awalnya Anda dapat bergabung dengan Bigetron Esports?

“Sebelum saya bergabung dengan tim Bigetron Esports, saya hanyalah penggemar nomor satu tim tersebut. Alasan saya menjadi penggemar Bigetron Esports adalah karena satu faktor, yaitu mendukung teman-teman saya yang bermain di Bigetron Esports dalam tim LoL mereka. Season telah lewat, di hari Final LGS, saya ditawarkan untuk mengikuti tim Bigetron untuk menjadi Talent BTR TV.”

Himawari and Kimberzaw
Himawari (kanan) Bersama Brand Ambassador Bigetron, Kimberzaw (kiri) – Image Courtesy: bigetron.gg

Sebagai seorang Talent dari Bigetron TV, biasanya apa saja yang menjadi tugas Anda?

“Sekarang tugas saya hanya mengikuti shooting video lucu-lucu setiap sabtu, semacam gameshow dan kemungkinan besar saya akan melakukan livestreaming LoL.”

Di antara tugas-tugas tersebut, manakah yang menurut Anda paling susah untuk dilakukan? Dan bagaimana cara Anda mengatasi hal tersebut?

“Dari tugas-tugas yang saya sebut di atas, yang paling susah adalah melakukan shooting gameshow karena saya orangnya pemalu sehingga saya jadi kurang percaya diri. Dan cara saya mengatasi masalah tersebut adalah harus percaya diri, selalu latihan untuk berbicara di depan umum dan menghadapi banyak orang.”

Kelly "Himawari" Kimberly
Kelly “Himawari” Kimberly – Image Courtesy: bigetron.gg

Jika anda diberi tawaran untuk bergabung dengan tim League of Legends manapun sebagai pemain profesional, apakah Anda akan menerima tawaran tersebut?

“Jika saya ada kesempatan untuk menjadi professional player di League of Legends Indonesia, pastinya saya akan terima lowongan tersebut dan saya akan memberikan semaksimal mungkin karena menjadi pro-player adalah impian saya sejak saya pertama kali bermain game online.”

Sebagai seorang pelajar dan talent, bagaimana biasanya anda mengimbangkan pekerjaan, tugas sekolah dan gaming? Bukankah seharusnya hal-hal tersebut susah untuk diimbangkan?

“Untuk menyeimbangi pekerjaan di sekolah dan di Bigetron, pastinya saya harus menyicil-nyicil tugas-tugas sekolah dan tetap diutamakan. Kemudian di Bigetron saya pastinya dapat membagi waktu karena pekerjaan dari sekolah tidak berat dan sudah dicicil sehingga saya dapat menjalankan tugas saya dengan baik. Sejauh ini tidak ada kendala apapun yang berat.”

Bigetron AirLiur Himawari
Kelly Bersama Bigetron Esports di LGS Season 7 – Image Courtesy: facebook.com/bigetronesports

Pertanyaan sama yang saya sudah berikan kepada Peter sebelumnya, hal apa yang sangat diperlukan oleh tim-tim esports Indonesia agar dapat menjadi sebaik tim-tim lain di Asia Tenggara?

“Cara supaya tim di Indonesia menjadi lebih baik dalam bidang esports adalah mereka harus mencoba latihan secara rutin di server luar. Contohnya di LoL, latihan di server Amerika Utara, Korea, dan lain lain. Memiliki jam-jam latihan yang rutin, contoh 10 pagi sampai 12 malam. Memiliki target tertentu, jika sistem permainan ada ranked/apapun yang berkaitan dengan ranking/tier, dikejar dalam waktu tertentu supaya bisa melihat perkembangannya sudah meningkat atau belum. Selalu mengingatkan teman/anggota tim supaya tetap fokus pada tujuan utama, meningkatkan kepercayaan dan kerja sama.

Terakhirnya, apa yang Anda ingin katakan untuk fans di luar sana?

“Untuk penggemar Bigetron maupun yang tidak, mari kita dukung tim Esports Indonesia supaya Esports di Indonesia tetap berkembang dan menjadi lebih baik dari tim-tim luar negeri. Kemudian kurangi aksi yang tidak menyenangi hati seperti Toxic, OMDO (ngomong doang) tetapi skill tidak sesuai omongan alias bacot doang, membawa foto-foto orang dan di permalukan di umum. Mulailah menanami bibit-bibit yang menghasilkan buah yang manis, hal tersebut jauh lebih indah dibanding menanami bibit-bibit yang menghasilkan buah tetapi pahit karena tidak dirawat dengan baik.”

Kira-kira begitulah wawancara kami dengan Peter dan Kelly. Sekarang tahu kan bahwa tidak mudah menjadi seorang pemain profesional, ataupun sebagai talent yang harus mengimbangi tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar juga.

Oh iya, sudah dengar sendiri kan? Buat yang masih suka trolling, kurangi toxic dan trashtalk-nya ya… Tidak baik juga kan buat masa depan esports di Indonesia ke depannya?

Ada pemain atau tokoh esports dari Indonesia lainnya yang kawan-kawan ingin kita wawancarai? Tuliskan saran kalian di kolom komentar ya…!

Diedit oleh Yabes Elia

Written by w11wo

Esports & Computers. 24/7 high-school nerd who just loves to play games and write articles, occasionally does interviews too.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…