in

(Updated) Polemik Kualifikasi Hearthstone Asian Games. Bagaimana Pendapat Pro Player?

Pagi ini, komunitas esport Indonesia kembali dikejutkan dengan ‘drama’ dari pendiri grup Facebook Heartstone Indonesia, Farando Prakoso, yang memprotes keputusan IESPA selaku asosiasi esport Indonesia.

Protes yang ditujukan pada IESPA ini berkaitan dengan keputusan mereka dalam menentukan kualifikasi untuk wakil Heartstone Asian Games 2018.

Hearthstone sendiri adalah satu dari enam game yang akan dilombakan di ASIAN Games 2018. Pertandingan ini mungkin jadi dianggap begitu bergengsi mengingat para pesertanya akan mewakili negaranya masing-masing.

Dalam status tersebut Farando menyayangkan keputusan IESPA yang menunjuk Blizzard Gamers Indonesia dan tidak melibatkan komunitas Heartstone Indonesia yang telah terbentuk 4 tahun lalu.

Untuk yang belum tahu, komunitas Hearstone Indonesia (HSID) memang dibuat khusus untuk para pemain Hearthstone. Sedangkan komunitas Blizzard Gamers Indonesia memang tidak hanya seputar Hearthstone.

Menurut Farando, Blizzard Games Indonesia tidak punya pengalaman sebanyak HSID dalam menggelar turnamen HS. Ia juga mengkritik keras tentang pemilihan pemain HS yang hanya sebatas menggunakan survey Google Docs.

protes hearstone indonesia
Sumber, Facebook Farando Prakoso

Kami juga telah melihat sendiri bentuk surveynya dan setiap orang yang berminat hanya mengisi rank tertinggi, kapan terakhir bermain, siapa teman di friendlist game, dan kelengkapan kartu. Menurut kami, pertanyaan di survey tersebut mungkin memang beberapa tidak relevan.


Pendapat IESPA dan Pro Player?

Karena kami juga ingin memberikan ruang jawab kepada IESPA, kami juga sebenarnya telah menghubungi Eddy Lim sebagai Presiden IESPA terkait masalah ini. Namun kami tidak bisa menyampaikan penjelasannya karena memang belum dapat dikatakan sebagai pernyataan resmi dari IESPA.


Kami juga tidak ketinggalan menghubungi Novan “nexok40” Kristianto yang sekarang bisa dibilang pemain Hearthstone terbaik dari Indonesia untuk menanyakan pendapatnya. Menurut Novan, komunitas Blizzard Gamers Indonesia memang hanya punya grup untuk game-game Blizzard tapi tidak pernah menyentuh ranah kompetitif.

“Jadi pengetahuan tentang komunitas, apalagi dari kompetitifnya ya kurang banget. Nah ini malah ditunjuk bikin kualifikasi.” Ujar pemain yang terakhir mewakili Indonesia di ajang Hearthstone WESG 2017 di Tiongkok.

Image Courtesy: Novan Kristianto

Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya bukan masalah siapa yang memegang proses kualifikasi namun lebih pada ke proses kualifikasinya yang seharusnya bisa dilaksanakan lebih baik.


Di satu sisi, mungkin memang IESPA dan AESF punya kewenangan penuh dalam menentukan siapa yang ditunjuk untuk melaksanakan turnamen itu.

Namun, aneh juga jika nantinya yang terpilih di ajang ini bukanlah pemain yang memang punya prestasi atau sudah membuktikan dirinya di ajang kompetitif kelas internasional.

Kira-kira kelanjutannya akan seperti apa ya? Apakah benar-benar penentuan wakil kita di Hearthstone Asian Games hanya sebatas Google Docs? Atau akan ada babak kualifikasi nantinya?

Pengumuman dari Blizzard Gamers Indonesia sendiri juga masih belum jelas apakah nanti ada turnamen kualifikasi atau tidak.

Di sisi lain, terlalu terburu-buru marah-marah juga tidak ada gunanya. Jadi, kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya nanti… Satu hal yang pasti, Asian Games ini juga tidak bisa dibilang ajang pembuktian kemampuan esports yang sebenarnya karena, di Hearthstone, ajang itu ada di Hearthstone World Championship.

Updated: Blizzard Gamers Indonesia telah mengumumkan bahwa para pemain HS yang mendapatkan email akan menjalani kualifikasi daring. Semoga saja mereka bisa menemukan pemain terbaik yang akan mewakili Indonesia. Kita doakan saja ya!

Diedit dan ditulis ulang oleh Yabes Elia

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…