Sumber: Valve
in ,

5 Perubahan Roster Dota 2 Terbaik di Tahun 2018

Perjalanan karir Dota 2 di tahun 2018 memang menjadi sesuatu yang tak terlupakan. Menuju perjalanan ke tahun 2019 tentu ada beberapa momen yang patut kita nantikan dan keseruan yang diharapkan lebih dari tahun sebelumnya.

Namun perjalanan suatu turnamen tidak lepas dari kehadiran beberapa pilar penting, yaitu pemain. Atlet esports atau pemain Dota 2 merupakan otak di balik permainan indah yang kita saksikan di setiap turnamen.

PSG.LGD di TI8. Sumber: Valve

Lantas, terbesit di pikiran kita mengenai perubahan roster Dota 2 terbaik yang terjadi di tahun 2018. Kehadiran ini membawa kejutan serta mampu membawa timnya kembali ke level permainan tertinggi.

Jadi mari kita simak 5 perubahan roster Dota 2 terbaik yang terjadi di tahun 2018. Cekidot!


5. Neta “33 Shapira ke OpTic Gaming

CCnC (Kiri) dan 33. 33 dan CCnC menjadi motor muda dari OpTiC. CCnC siap membuktikan diri di The International 2018.

Salah satu kejutan yang datang di awal tahun 2018 adalah kehadiran pemain asal Israel, Neta Shapira ke OpTic Gaming. Kehadiran dia merupakan imbas dari kepergian Rasmus “MISERY” Filipsen yang keluar.

Meski datang tanpa nama yang tenar, namun 33 mampu membawa OpTic ke jalur juara, setidaknya membawa level permainan ke tingkat atas.

Neta sendiri sudah mencoba sebanyak 4 posisi di OpTic Gaming, namun kecocokan terjadi ketika dia menempati posisi offlane.

Neta adalah salah satu pemain yang menjadi pusat perhatian karena versatility dan kemampuannya bermain efektif dan efisien di lane untuk menjadi tempo controller.

Alhasil OpTic Gaming menggunakan Neta di posisi tersebut hingga akhirnya membuahkan hasil yang gemilang.

Salah satu hasil yang diraih adalah laga final di ESL One Birmingham, juara di StarLadder ImbaTV Season 5, dan juga posisi 6 besar di DOTA Summit 9.


4. Tal “Fly” Aizik & Gustav “s4” Magnussion ke Evil Geniuses

Kedatangan Fly dan s4 ke Evil Geniuses. Sumber: EG Twitter

Ketika diumumkan kehadiran ini membawa kejutan bagi beberapa pihak, terlebih para pendukung OG. Bagaimana tidak, kedua pemain ikonik dan loyalis serta pembentuk OG, Fly juga turut hengkang.

Kehadiran ini muncul paska keluarnya dua pemain dari Evil Geniuses, yaitu Fear dan MISERY. Namun siapa sangka kehadiran dua pemain ini justru membawa level permainan EG ke tingkat yang tertinggi.

Evil Geniuses melawan Virtus.pro. Sumber: Valve

Evil Geniuses mampu menjuarai gelar DOTA Summit 9, posisi ketiga di The International 8 dan yang paling terbaru adalah posisi ketiga di Kuala Lumpur Major 2018.

Tentu hasil ini tidak semata-mata karena faktor beruntung, melainkan permainan EG yang memang sudah gemilang.


3. Yang “Chalice” Shenyi & Yap “xNova” Jianwei ke PSG.LGD

xNova memperkuat PSG.LGD. Sumber: MDL

Siapa yang tidak kenal dengan PSG.LGD? Setelah tampil melempem di awal musim nama ini mulai terdengar menuju gelaran The International 8. Kehadiran Chalice dan xNova disinyalir menjadi kunci kehebatan tim ini.

Chalice yang menempati posisi offlane membuat Ame dan Maybe bermain leluasa di role masing-masing.

Ditambah kombo dan koordinasi antara fy dan xNova membuat PSG.LGD semakin ganas menuju akhir musim.

Roster PSG.LGD Dota 2. Source: PSG eSports Twitter

Kehadiran dua pemain ini membawa permainan yang sangat cepat dan lugas, bahkan beberapa juara sukes ditorehkan. PSG.LGD memenangkan gelaran MDL Changsha Major 2018, dan EPICENTER 2018.

Permainan mereka juga masih konsisten dengan menempati posisi ketiga di China Dota2 Supermajor, posisi runner-up di The International 8. Prestasi terbaru tim ini adalah posisi runner-up di ESL One Birmingham 2018.


2. Vladmir “RodjER” Nikogosyan ke Virtus Pro

RodjER di ESL One Katowice 2018. Sumber: ESL

Virtus.pro merupakan tim yang sangat ganas dalam menyentuh permainan di musim DPC 17/18. Mereka memulai prestasi dengan menjuarai gelaran ESL One Hamburg 2017. Namun mereka masih bersama dengan Ilya “Lil” Ilyuk ketika menjuarai ajang tersebut.

Vladmir “RodjER” Nikogosyan hadir ke Virtus.pro dengan proses transfer antara pemain dengan Natus Vincere. Yup, skema ini membuat RodjER dari Na’Vi ke VP, begitu juga sebaliknya.

RodjER dinilai memiliki hero pool yang lebih luas dibandingkan Lil dan menjadi salah satu posisi 4 terbaik di CIS. Secara mengejutkan pemain asal Rusia tersebut mampu klop dengan tim dalam waktu yang cukup singkat.

virtus pro dota 2 kontrak
Roster Dota 2 tim Virtus.pro memperpanjang kontrak. Sumber: Virtus.pro

Beberapa prestasi pun sukses dituai oleh Virtus.pro, antara lain ESL One Katowice 2018, The Bucharest Major 2018, ESL One Birmingham 2018 dan runner-up China Dota2 Supermajor.

Namun sang beruang kutub tampil kurang maksimal di ajang The International 8 dan harus puas berada di posisi 5-6.

BACA JUGA: MDL Macau Siap Ramaikan Rangkaian Turnamen Dota 2 di Tahun 2019!

Virtus.pro rupanya masih tampil solid dengan prestasi yang terbaru, yaitu juara The Kuala Lumpur Major 2018 mengalahkan tim yang sedang kuat, Team Secret dengan skor 3-2.


1. Anathan “ana” & Topias “Topson” Taavitsainen ke OG

Roster OG di The International 8. Sumber: Valve

Kepergian Fly dan s4 tentu membawa beberapa luka, setidaknya n0tail membawa dua pemain yang mengisi bangku kosong pemain. Namun siapa sangka justru tim OG tampil di atas Evil Geniuses pada gelaran The International 8.

Tentu kalian inget momen ‘salaman mesra’ dari Fly dan n0tail usai bermain di panggung The International 8.

OG yang melaju ke grand final setelah mengalahkan EG menjadi sorotan publik, apalagi menjadi ajang balas dendam yang dinantikan.

n0tail fly international 8
N0tail paska berpapasan dengan Fly. Sumber: Valve

Namun kejutan roster baru ini belum selesai, karena permainan indah ana dan Topson tidak hentinya membuat decak kagum. The International 8 layaknya panggung bagi dua pemain baru tersebut di OG.

Valve Hadirkan Event Frosthaven & Arcana Rubick, The Magus Cypher!

Salah satu momen ikonik adalah comeback indah dari OG dalam laga melawan PSG.LGD di babak final The International 8.

Phantom Lancer dari ana menjadi sorotan dengan istilah “Buyback 11 Million” yang membuat OG menjaga asa juara.

Dari 2-1, OG berhasil memantapkan posisi juara dengan skor 3-2 dengan mengalahkan PSG.LGD. Laga final TI8 ini menjadi salah satu momen terbaik dari rangkaian pertandingan yang terjadi di tahun 2018.


Tentu kita menantikan beberapa hal yang menakjubkan menuju tahun 2019. Beberapa hal mulai muncul satu per satu, antara lain kehadiran Natus Vincere dengan roster terbarunya.

Mampukah The International 2019 di Shanghai kembali menghadirkan momentum mendebarkan? Atau justru anti-klimaks layaknya gelaran 3-0 Team Liquid di ajang The International 7?

Written by Yubian "Arnheim" Asfar

Beginner Content Writer. Esports for News and Life. Rise with Words.
Seeking the proper way to enjoy words in writing.

Chelsea FC fans, Virtus.pro fans and Tofu-Tempeh Eater.
For business inquiries: yubianasfar@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0