in

Cerita Melon dan Brameasy saat Jadi Caster TI8 di Kompas TV!

Buat kalian yang mengikuti The International 2018 sudah mengetahui salah satu TV swasta di Indonesia, Kompas TV menyiarkan turnamen terbesar Dota 2 tersebut. Tidak hanya menyiarkan saja, mereka juga mengundang dua figur ternama yaitu Gisma “Melon” Priayudha sebagai caster dan Brando “Brameasy” Oloan sebagai co-caster.

Kedua figur ini sudah dikenal luas di kalangan komunitas Dota 2 Indonesia. Melon yang dulu sempat menjadi caster di RevivalTV, saat ini menjadi pemilik MoobaTV Indonesia. Sedangkan Brameasy merupakan manager dari divisi Dota 2 BOOM.ID, tim esports ternama di Indonesia.

Kedua caster ini melakukan casting saat hari terakhir (26/8) The International 2018 yang diawali dengan Evil Geniuses menghadapi PSG.LGD di final lower bracket. Tidak hanya itu saja, mereka juga turut menyiarkan grand final yang mempertemukan OG melawan PSG.LGD.

Image Courtesy: Kompas

Meski grand final memakan waktu yang sangat lama bahkan sampai lima game, namun apresiasi patut diberikan ke Kompas TV yang terus menyiarkan bahkan mengorbankan berbagai program-programnya demi TI8.

Pertandingan grand final yang berjalan sangat seru dan akhirnya diakhiri dengan kemenangan OG seakan memuaskan semua orang baik yang mengetahui Dota 2 maupun yang masih awam. Bagi yang belum tahu, ini bukan kali pertama Kompas TV menyiarkan tayangan esports. Sebelumnya mereka juga menyiarkan final MSC 2018.

Tidak hanya Kompas TV saja namun juga kehadiran Melon dan Brameasy yang mengisi layar kaca juga seakan memperkenalkan komunitas esports Indonesia di mata masyarakat luas. Bagaimana cerita mereka saat melakukan cast di TV swasta tersebut dan apa saja tantangannya saat menjadi caster di televisi dibandingkan saat online?

Bisa cerita kah awal mulanya bisa diajak Kompas TV untuk jadi caster?

Banner MSC 2018 di Kompas TV. Sumber: Kompas Gramedia

Melon (M): Awalnya kita dihubungi oleh Kompas terlebih dahulu. Mungkin sebelumnya waktu MSC Kompas juga berminat ke Dota dan mungkin dari beberapa pihak juga suggest Melon ke Moobatv. Bahkan mereka juga mengajak kami untuk meeting sebanyak dua kali untuk pembahasan rundown dan konten seperti menyiapkan kuis, tentang pekerjaan di esports, casting, dan desain studio.

Selain itu karena Kompas TV juga kerja sama dengan eGG network yang juga salah satu channel esports ternama di SEA. Mereka juga ada meminta izin langsung ke Valve untuk mengambil livenya mereka tapi tanpa suara caster TI.

BOOM.ID saat menjuarai IGC 2018
Sumber: Brando Oloan

Saya mengajak Brameasy karena juga ingin memperkenalkan ke masyarakat luas untuk industri esports. Keseharian tim itu gimana dan kesehariannya oleh Bram dan saya lebih menjelaskan pekerjaan di esports.

Brameasy (B): Saya kebetulan diajak mas Melon melalui Achmad “Rigel” Ichsan yang kontak saya dulu. Jujur kaget sih kenapa bisa gua, karena pengalaman gua sebagai co caster juga kurang alias jarang.

Ada perbedaan tidak pada saat melakukan cast biasa dengan cast saat di televisi? Dan mungkin apa ada persiapan khusus ketika cast di televisi?

Sumber: Moobatv Indonesia

M: Ada beberapa yang harus diganti agar semua lebih dipahami dan host juga ada bahan. Bahkan briefing 1 kali 2 kali tetap saja kurang. Contoh bahasa yang diganti ada gold jadi ekonomi, kill jadi tumbang, ward jadi pandangan. Ya tapi ada aja yang keceplosan… Wkwk

Perasaan sih ngilu-ngilu suer karena ya setiap segment masuk studio kemudian in-game jeda waktu sedikit. Buat pipis aja susah wkwk. Secara keseluruhan crew Kompas TV asik sih. Mereka benar-benar punya teamwork yang hebat. Miskom sedikit saja sudah bubar itu acara apalagi ini live. Mungkin yang kurang hanya di tampilan clean feed, yang HD justru ada cast bahasa Inggrisnya.

B: “Perbedaannya yang jelas soal bahasa sih, di TV kan ada batasan bahasa, kayak ga bisa ngomong kasar ketika kita kaget bisa aja keceplosan gitu. Wakakak. Sama dengan waktu istirahat cuma sekitar 1 setengah menit – 2 menit di jeda iklan, jadi kalo mau ke toilet harus buru-buru wkakaka. kalau saat cast biasa sih, after break game bisa istirahat lumayan lama 10-15 menit menunggu game selanjutnya.”

Kalau persiapan sama seperti biasa sih, analis game-game sebelumnya serta team yang bertanding dan sejarah tournament tersebut. Juga siap-siap harus tahan bahasa yang ga bole ada di TV. Satu hal lagi karena perbedaan waktu, harus siap fisik ya dan jangan ketiduran”

Dari Kompas TV sendiri apa ada komentar mengenai cast kalian?

Sumber: Melon Fanpage

M: “Yang pertama mereka tidak menyangka sih dengan staminaku padahal habis kopi dua gelas itu haha. Trafic Dota mulai dari kuis dan engagement serta reach Dota 2 di TI ini hampir melebihi hype MSC padahal dimulai dari tengah malam. Makanya mereka berani sampai benar-benar kelar itu hebat sih karena yakin dengan tayangan esports.”

B: “Komentar positif dari KompasTV dan berterima kasih kepada Melon dan juga saya bisa menyempatkan waktu untuk bisa mengisi acaranya. Dan mereka juga senang banyak respon di socmed mereka, faktor Melon dan lele squad nih wakakak

Bekuk China, BenZeRidel Sabet Medali Emas di Cabang Esports Asian Games!

Reaksi mereka cukup bagus dan kaget ya melihat potensi yang ada di esports. Sudah seberapa jauh berkembangnya esports di dunia, apalagi liat Dota 2 yang prizepool nya begitu besar dan terus bertambah setiap tahunnya. Jujur kaget sih bisa korbanin banyak program buat ini. Ini yang gua ga nyangka, bisa disiarin sampe beres acara. Jadi senang bisa mengenalkan esports ke viewer-viewer kompas yang suka nontonin mereka.

Semoga mereka bisa lihat sisi positifnya dan gua yakin pasti ada pro dan kontra soal pemotongan acaranya sih dan mereka bisa perjuangin untuk acara ini sampe beres sih hebat banget. Thanks Kompas TV”

Dari The International 2018 secara keseluruhan sampai final. Bagaimana pendapatnya?

M: “LGD my predict dihancurkan oleh Ana. Meski banyak yang nyinyir soal production di Facebook sih tapi apapun itu terbalaskan dengan gamenya. Di studio Kompas juga begitu. Meski lelah, mereka hype lihat finalnya. Ya walau mereka sedikit paham toh mereka juga bisa ikut merasakan.

B: “Gua sih pengennya LGD menang, jadi TI curse tetep sesuai patternnya tapi ya hasil berbeda. Kaget banget sih jujur ini OG ga pernah turun ke lower bracket. Topson juga ini turnament major LAN pertamanya. OG baru build 2 bulan.

Gua yakin dari awal sangat sedikit yang nyangka mereka bisa juara. Gua kecewa sama game LGD yang terakhir sih. Pas posisi Roshan terlalu memaksakan padahal bisa ambil objective lain, ini menurut pandangan gua ya. Ya seneng juga bisa liat Notail bisa take the throne. I’m a fan jadi kecewa tidak kecewa. Johan is well deserved!”

Terakhir nih, dengan kesuksesan Kompas TV siarin TI. Apa harapannya ke depan untuk televisi-televisi lain atau mungkin pemerintah?

M: “Dengan kesuksesan Kompas TV menyiarkan TI bisa aja mereka juga ikut melirik game-game lain. Tunggu tanggal mainnya saja, sudah banyak juga kok yang penasaran soal esports. Selain Kompas TV, televisi lain juga masih ngambang cuma mereka saja yang greget. Kalau dari pemerintah sih karena ini industri hanya berharap dukungan saja.

Patahkan Kutukan, OG Raih Gelar The International 8 Kalahkan PSG.LGD!

B: “Buat televisi lain, semoga TV lain bisa menyiarkan esport. Buat pemerintah semoga bisa memberi dukungan dan membantu terhadap perkembangan esport di indonesia.

Bisa kasih pandangan ke masyarakat bahwa esport ini punya masa depan juga. Ya intinya bisa kasih bantuan apapun itu. Soalnya menurut pandangan gua, wadah yang sekarang tidak terlalu signifikan apa bantuan dan apa yang dilakukan untuk esports. IMO ya wkwkwk. #nooffense.


Pencapaian esports bisa masuk ke siaran televisi tentu merupakan prestasi tersendiri bagi esports Indonesia. Semoga esports Indonesia bisa semakin banyak dilirik masyarakat luas dan juga bisa memotivasi pemain esports untuk terus berprestasi dan membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.

Diedit oleh Yabes Elia

Written by LightKeeper

Just a garbage man in the esports world

Contact: soejatnoeric@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0