Sumber: ESL
in ,

10 Tim Dota 2 Indonesia Terbaik di Tahun 2018 Versi Anonim

Dota 2 Indonesia terus menerus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Tidak bisa dipungkiri kehadiran turnamen-turnamen bergengsi baik tingkat nasional maupun internasional membuat tim esports Indonesia tertarik menghadirkan divisi Dota 2.

Ditambah lagi melihat antusiasme GESC: Indonesia Minor yang merupakan turnamen minor Indonesia pertama yang masuk kalender Dota Pro Circuit membuat tim esports Indonesia tertarik untuk bertarung di kancah nasional.

Tidak hanya itu, tim Dota 2 Indonesia mulai menunjukkan taringnya, bahkan berkali-kali menjadi perwakilan regional SEA.

Sumber: MPL Season 2

Tim RevivalTV berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan salah satu caster yang sedang naik daun di kancah esports Indonesia yaitu Gideon “Anonim” Arief yang saat ini berkarir di Mineski TV ID.

Ia memulai karir menjadi dengan menjadi caster di kanal YouTube pribadinya. Awalnya ia dikenal dengan sosok caster yang tidak menunjukkan wajahnya.

Seiring berjalannya waktu, namanya mulai naik dan berkali-kali menembus jumlah view lebih dari 10 ribu di YouTube.

Gideon “Anonim” Arief (paling tengah)
Sumber: Mineski TV ID

Meski kini telah membuka topengnya dan juga beberapa kali menjadi caster di game esports lain namun ia masih menjadi caster Dota 2 seperti IESPL maupun turnamen Dota 2 yang diadakan MineskiTV ID seperti IPWC.

Berikut 10 tim terbaik diurutkan dari yang pertama dalam ranah kompetitif Dota 2  di Indonesia. Check it out!


1. BOOM ID

Sumber: BOOM.ID Fanpage

BOOM ID masih menjadi tim terbaik di Indonesia di tahun 2018. Meski banyak orang sempat ragu saat keluarnya inYourdreaM di awal 2018, namun tim dengan tagar Hungry Beast seakan mematahkan keraguan tersebut dengan beragam prestasi yang didapat.

Selain sukses menjadi juara di kancah lokal, mereka juga berkali-kali berhasil menembus kualifikasi Dota Pro Circuit.

Mereka juga menjadi satu-satunya tim Indonesia yang bertarung di kualifikasi regional SEA The International 2018.

BOOM.ID saat menjuarai IGC 2018
Sumber: Brando Oloan

Seusai TI8, BOOM.ID juga masih konsisten bersaing di region SEA. Bahkan mereka juga berkesempatan melawan PSG.LGD, runner-up TI8 saat PVP Esports Championship.

Lagi-lagi pergantian pemain kembali terjadi dengan akhirnya memasukkan Mikoto, mantan rekan satu tim Fbz di Pandora Esports.

Pergantian tersebut berjalan manis dengan lolosnya mereka ke Bucharest Minor yang membuat mereka menjadi tim kedua Indonesia yang berhasil lolos ke turnamen Dota Pro Circuit setelah RRQ di Indonesia Minor.

Tidak hanya itu, mereka juga berhasil lolos ke main event WESG 2018 yang baru diadakan beberapa minggu lalu yang membuat BOOM ID semakin diperhitungkan tidak hanya di level Indonesia bahkan sampai dunia.


2. EVOS Esports

Sumber: ESL

Sejak awal terbentuk, EVOS masih tetap konsisten sebagai tim Dota 2 ternama di Indonesia. Namun sayang penampilan tim yang berlogo macan putih ini mulai goyang pasca ditinggal Azur4 yang pindah ke PG.BarracX.

Sepeninggal 2hoi yang keluar September 2017, EVOS seakan meninggalkan lubang karena tidak ada pemain EVOS yang murni pemain support. Bahkan mereka sempat menjadikan Aville sebagai pemain support saat IGC 2018.

Beruntung, mereka menemukan solusi saat mereka memasukkan Whitemon yang membuat prestasi mereka perlahan membaik.

BACA JUGA: Mineski Sajikan Trofi Kedua di DreamHack Mumbai Invitational 2018!

Raihan juara mereka di Prodota Cup Season 13, lolosnya mereka ke ESL One Hamburg meski karena TNC Predator tidak bisa bermain, dan keberhasilan mereka memuncaki klasemen sementara IESPL membuat mereka layak di posisi ini.

Terkait kedua tim diatas, Anonim mengaku tidak ada perdebatan kalau mereka 2 tim terbaik di Indonesia saat ini. “Mereka sudah membuktikan di berbagai kualifikasi dan turnamen,” katanya..


3. PG.BarracX

Sumber: PG.BarracX

PG.Barracx mulai bersinar berkat prestasinya berhasil meraih peringkat kedua di New Blood Championship 2017. Selain berhasil lolos di main event Galaxy Battles II, mereka mulai diperhitungkan di persaingan Dota 2 Indonesia.

Keberhasilan mereka meraih peringkat kedua kualifikasi Indonesia WESG 2018 dan SEACA 2018, peringkat keempat AMD Dota 2 Pro Series 2018 di Australia, dan menjadi juara di joinDOTA League Season 14 Asia membuat mereka semakin diperhitungkan di Indonesia maupun di tingkat SEA.

Namun menurut Anonim, mereka terkadang bisa kalah melawan tim yang kualitasnya jauh di bawah mereka. “Tapi mereka tetap bisa di posisi ketiga karena mereka juga berprestasi di beberapa event,” pungkasnya.


4. Rex Regum Qeon

Sumber: Wilbert Marco

RRQ berhasil meraih sejarah sebagai tim pertama Indonesia yang lolos ke main event Indonesia Minor. Meski mereka harus puas di peringkat terakhir, namun pengalaman melawan tim-tim internasional merupakan pengalaman berharga untuk mereka.

Sayang usai ditinggal Xepher ke TNC Tigers, penampilan mereka menurun. Bahkan Koala yang sebelumnya sempat menyatakan pensiun harus kembali bermain lagi.

Menurut Anonim,kehadiran xRag yang sebelumnya mantan pemain Geek Fam belum mendapatkan hasil. “Ditambah lagi permainan mereka lebih tidak stabil lagi dibandingkan PG.BarracX,” katanya.


5. The Prime Esports

Sumber: The Prime Esports Fanpage

The Prime Esports sempat menjadi salah satu tim yang bersaing di Dota 2 Indonesia berkat kehadiran inYourdreaM.

Meski gagal meraih juara IGC 2018 namun mereka sukses lolos ke kualifikasi SEA China Dota 2 Super Major dan berhasil meraih peringkat kedua.

Usai ditinggal IYD, penampilan mereka seakan menurun dan saat ini memasukkan pemain lama mereka seperti KelThuzard dan bfl. “Gua liat mereka bisa bersaing di Indonesia untuk sekarang tapi mereka juga tidak konsisten dan belum mempunyai run yang bagus di qualifier SEA,” katanya.


6. Alter Ego

Sumber: Alter Ego Fanpage

Alter Ego merupakan tim kuda hitam Dota 2 Indonesia saat ini. Bagaimana tidak selain berkali-kali menembus turnamen tingkat nasional mereka tampil mengejutkan saat IPWC Series 3 setelah mengalahkan RRQ.

Hebatnya lagi prestasi tersebut diraih tanpa adanya Mikoto yang sebelumnya bermain di tim tersebut.

“Meski mulai menanjak untuk bersaing dengan top team di Indo, mereka belum menunjukkan konsistensi dalam jangka panjang dan juga belum menunjukkan prestasi mereka di kancah SEA,” katanya.


7. Aura Esports

Member baru Aura Esports Dota 2. Sumber: Aura Esports

Aura Esports juga menjadi pilihan dari Anonim, bagaimana tidak mereka menunjukkan pola permainan dengan sangat baik.

Kehadiran pemain asal Afrika Selatan, Castaway membuat tim ini semakin galak. Ditambah kekuatan asal Australia, Godot yang juga sempat bermain di Indonesia bersama XCN.

Prestasi terakhir mereka muncul paska lolos ke gelaran ESL Indonesia dengan beberapa tim kuat Indonesia lainnya.

8. Louvre Juggernaut

Sumber: Juggernaut Gaming Fanpage

Meski berisikan para pemain baru, tentu tim Louvre Juggernaut bukan suatu hal yang patut dikesampingkan. Mereka mampu memberikan perlawanan baru terhadap tim-tim yang lebih senior dibandingnya.

Menghadapi musim baru, tentu patut dinantikan bagaimana tim baru ini menghiasi ranah Dota 2 di Indonesia.


9. Bigetron Esports

Sumber: Bigetron Esports Fanpage

Tim Bigetron Esports merupakan tim yang berisikan pemain-pemain yang terkenal di ranah Dota 2 di Indonesia. Bagaimana tidak, tim ini diisi oleh Ars, Snowball, Cokie dan mantan pemain The Prime, RCK.

Meski belum berbuat banyak, tentu menarik melihat permainan mereka dengan wajah-wajah yang tidak asing.

Mampukah Bigetron Esports menggeser dominasi tim-tim tua Dota 2 lainnya seperti PG.BarracX? Mari kita nantikan di tahun 2019 mendatang.


10. Team Capcorn

Sumber: Team Capcorn Fanpage

Lantas, kenapa keempat tim terakhir tidak diberi komentar? Menurut Anonim, peringkat 7-10 saat ini belum ada yang bisa bersaing dengan 6 peringkat sebelumnya.

“Kelasnya cukup tertinggal jauh dan tim Dota 2 yang ada di posisi tersebut. Tidak hanya itu karena pasar Dota 2 di Indonesia juga mulai kalah saing dengan game mobile.

BACA JUGA: SEA Games 2019 Baru Hadirkan 5 dari 6 Game yang Dipertandingkan

Jadi lebih susah lagi untuk tim esports Indonesia untuk bisa fokus terhadap Dota 2 dan bersaing dengan tim-tim lainnya.

Masih ada tim-tim lain seperti TEAMnxl>, XCN, dan tim esports lain yang bisa bersaing masuk di top 10 dan saya expect 4 posisi bawah ini yang paling cepat kalau ada perubahan posisi dan bisa digantikan oleh siapa saja,” katanya.

Dari Skill Rating Sampai Perubahan Item-Hero Hadir di Update Terbaru Artifact

Nah, itu tadi daftar 10 besar tim Dota 2 Indonesia terbaik versi Anonim. Memang tidak bisa dipungkiri masuknya mobile games membuat tim-tim esports Indonesia mulai mengalihkan fokusnya ke divisi yang berpotensi meraih prestasi.

Namun, Dota 2 masih tetap menjadi salah satu game yang populer di Indonesia. Tentu kita mengharapkan memasuki 2019, prestasi tim Dota 2 Indonesia bisa semakin lebih baik.

Diedit oleh Yubian A. Huda

Written by LightKeeper

Just a garbage man in the esports world

Contact: soejatnoeric@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0