Astralis mengangkat trofi. Sumber: IEM Chicago - ESL
in ,

In-Depth: Kunci Dominasi Sukses Astralis di Tahun 2018

Dominasi Astralis di tahun 2018 resmi membuat nama mereka masuk dalam pusat perhatian dan menjadi salah satu tim terbaik sepanjang sejarah kompetitif Counter Strike: Global Offensive.

Jika kita mengamati tim-tim yang dominan di esports, terlihat pola-pola tertentu. Tim-tim yang sukses ini punya keunikan yang tidak bisa atau sulit ditiru oleh tim lain.

Dalam studi kasus kali ini, kita akan membahas bagaimana Astralis CS:GO berhasil membangun dominasi mereka.

Mengupas beberapa hal yang menjadi faktor penting untuk keberhasilan musim 2018 mereka.

Dan berbagai serba-serbi yang menjadi kunci sukses mereka. Dari mulai dukungan finansial, penggunaan sport psychologist dan dukungan staf mumpuni.  

Meskipun di awal 2018 Astralis sebenarnya harus menghadapi perubahan roster di Februari. Marcus “Kjarbye” Kjarbye meninggalkan Astralis untuk bergabung dengan North.  

Penggantinya tak lain dan tak bukan adalah wonderkid muda yang juga ditukar dari North, Emil “Magisk” Reif.

Emil “Magisk” Reif membuat a. Source: ESL.

Langsung cocok, seketika Astralis tancap gas dengan eksekusi in-game mereka yang khas. Penggunaan HE grenades yang sangat efektif baik di CT maupun Tero.

Map pool yang super luas dan tak lupa skill individu di tiap pemain membuat Astralis selalu menjadi tim unggulan dan bermain tanpa beban untuk tampil dominan.

Dominasi Astralis dibuktikan dengan menempati posisi pertama HLTV World Ranking berturut-turut dari April 2018 hingga Desember 2018.  (8 bulan berturut-turut, ya anda tidak salah dengar, wkwk).

Astralis menjuarai ELEAGUE Premier 2018. Source: HLTV

Sebagai pemanis, Astralis juga memenangkan Intel Grand Slam musim pertama paska juara di 4 dari 10 event ESL dan Dreamhack.

Memenangkan gelar tim terbaik tahun 2018 dan US$1,000,000 (1 juta dolar!) dari Intel selaku sponsor utama Grand Slam Circuit CS:GO.

Performa Astralis di tahun 2018 merupakan kisah cinderella dari sebuah tim yang dominan sepanjang tahun :

  1. 1st di DreamHack Masters Marseille 2018 (Intel Grand Slam)
  2. 2nd di IEM Sydney 2018
  3. 1st di ESL Pro League Season 7 (Intel Grand Slam)
  4. 3rd di IEM Katowice 2018
  5. 3rd di ESL One Cologne 2018
  6. 1st di ELEAGUE CS:GO Premier 2018
  7. 2nd di DreamHack Masters Stockholm 2018
  8. 1St di FACEIT Major 2018
  9. 1st di BLAST Pro Series Istanbul 2018
  10. 3rd di BLAST Pro Series Copenhagen 2018
  11. 1st di IEM Chicago 2018 (Intel Grand Slam)
  12. 1st di ECS Season 6
  13. 1st di ESL Pro League Season 8 Finals (Intel Grand Slam)
  14. 1st di BLAST Pro Series Lisbon 2018

Roster Muda: Konsisten, Stabil & Inovatif

Astralis mengangkat trofi IEM XIII Chicago. Courtesy : ESL IEM

Tim ini menjadi salah satu tim dengan roster paling muda untuk tim CS:GO, pemain paling senior adalah Peter “dupreeh” Rasmussen dengan usia 25 tahun.

Sementara pemain paling muda adalah bintang baru Emil “Magisk” Reif yang baru berusia 20 tahun, secara kolektif tim ini merupakan salah satu tim dengan rata-rata usia paling muda di antara tim terbaik di Top 10 HLTV World Ranking.

Skuad muda ini memberikan banyak keuntungan tersendiri. Gla1ve adalah in-game leader dan otak dari Astralis melalui keputusan krusialnya pada situasi genting.

Sang IGL dari kubu Astralis, gla1ve. Sumber: BLAST

Namun, pemain lain tetap mempunyai suara yang kuat dan vokal pada game karena sinergi ini dibentuk untuk membiarkan semua pemain dapat membaca situasi.

Pemain seperti dev1ce dan dupreeh misalnya pernah menyatakan dalam interview bahwa sukses Astralis tercipta bukan hanya karena skill dari tiap individu, tapi juga kepercayaan antara rekan satu tim.

Astralis. Source: @astralisgg

Salah satu alat pengukuran performa individu untuk CS:GO adalah rating 2.0 milik HLTV.org. Bisa dilihat dari rating 2.0 pemain Astralis, perbedaan antara satu pemain dengan yang lain tidak terlalu jompang seperti tim lain.

Natus Vincere misalnya, jika dilihat dari rating 2.0 seringkali bergantung pada performa ‘gila’ dari s1mple atau electronic.

Edward dan Zeus seringkali menjadi beban tersendiri untuk Navi. Dua pemain senior ini harus selalu bergantung pada electronic dan s1mple. Performa Astralis memang minim diskrepansi dibanding skuad CS lain.
graphic by therudihartanto

Secara singkat, Astralis tidak memiliki satu pemain yang dianggap sebagai superstar, namun 5 pemain ini kemampuannya sama-sama mentereng dan kelimanya sama-sama bisa berbahaya di berbagai situasi yang ada.

Dukungan Pemerintah dan Stabilitas Finansial

Dari sisi finansial, Astralis bersama dengan perusahaan induk mereka RFRSH Entertainment berhasil mendapatkan pendanaan langsung dari pemerintah Denmark.

Astralis bisa menjadi role model jika suatu saat pemerintah ingin turun tangan langsung di esports. Kerjasama ini adalah bentuk kepercayaan pemerintah terhadap RFRSH dan Astralis.

3 Produk utama RFRSH Entertainment (perusaahaan induk Astralis) yakni Blast Pro Series (Turnamen CS:GO), Astralis (Tim CS:GO), dan Origen (Team LoL)

Hasilnya Astralis beroperasi secara mulus dan kerjasama berjalan baik. Pemerintah mendapatkan benefit dari mulai pengelolaan siaran dan konten Astralis di stasiun TV nasional.

Ada juga pembangunan akademi dan skuad muda, hingga pemasaran dan pembangunan brand Astralis sebagai salah satu identitas budaya nasional Denmark.

Astralis berhasil membawa pulang piala ECS ketiganya setelah memenangkan gelaran yang sama pada 2016 dan Juni 2018 lalu.

Sebagai bukti support dari pemerintah, BLAST Pro Series Copenhagen yang merupakan salah satu produk event dari RFRSH.

Acara itu dibuka oleh pidato Perdana Menteri Denmark Lars Løkke Rasmussen. “To The Stars” menjadi kalimat penutup  pidato PM Denmark satu ini.

Denmark merupakan rumah bagi talenta terbaik esports. Di CS:GO sendiri, Tercatat ada 4 tim dengan roster berkebangsaan Denmark bercokol di HLTV World Ranking (Astralis, Heroic, OpTiC Gaming, North).

BACA JUGA: FaZe Clan Putuskan Gaet AdreN dan YNk, Kombinasi Sempurna?

Denmark juga menghasilkan banyak talenta luar biasa di esports lain seperti Johan “n0tail” Sundstein Andreas “Cr1t-” Nielsen (Dota 2),Søren “Bjergsen” Bjerg, Rasmus “Caps” Winther (LoL) dan banyak lagi.

Prestasi pemain-pemain ini membuat dukungan pemerintah menjadi masuk akal.

Selain itu dukungan pemerintah di Denmark tidak hanya menjadi kendaraan politik tapi juga basis baru pengembangan generasi muda dan pembinaan esports secara nasional.

Dan dukungan ini semakin terlihat masuk akal mengingat politikus di Denmark yang cenderung progresif dan terbuka pada hal-hal baru.

Dukungan nyata ini bukan sekedar kendaraan politik ataupun ajang cari popularitas politikus, melainkan bentuk nyata kepercayaan pemerintah dengan dukungan finansial dan infrastruktur.

device. Source: ESL.

Astralis & RFRSH Entertainment berkomitmen mendorong pengembangan Esports dan menjadikan Denmark sebagai pusat perkembangan esports di Eropa.

BLAST Pro Series, Astralis dan Origen (League of Legends) menjadi 3 produk utama unggulan dari RFRSH Entertainment.

Penggunaan Sports Psychologist & Support Staff Terbaik

Astralis menjadi salah satu tim yang memelopori penggunaan psikolog olahraga di esports.

Astralis merupakan tim yang berisi talenta muda, kurangnya sosok veteran mempengaruhi mentalitas tim di dalam game. Sebelum tahun 2018, Astralis dikenal sebagai choker atau tim yang gagal bersinar di momen krusial.

RFRSH Performance Team tidak hanya menangani Astralis, namun juga Origen. Tim League of Legends RFRSH yang berlaga di League of Legends European Championship (LEC)

Penggunaan Sports Psychologist membuat Astralis dapat membangun teamwork dengan baik.

Dupreeh misalnya di salah satu interview menyatakan bahwa “menggunakan psikolog membantu kami menghadapi berbagai kondisi dengan kepala dingin, menang atau kalah kami selalu berusaha melakukan refleksi agar senantiasa maju dan memperbaiki kesalahan.”

BACA JUGA: Mengkhawatirkan, Grafik Pemain Aktif Artifact Turun Hingga 95% Sebulan!

Danny “zonic” Sørensen adalah coach Astralis sejak tahun 2016, dan ia menyatakan bahwa perubahan Astralis bukan hanya dilakukan di game, namun juga di luar game.

Astralis bersama RFRSH mengembangkan support staff terbaik. Dukungan finansial menjadi kunci pembangunan dan kemajuan di bidang ini. Selain itu menurut Zonic dan Kasper Hvidt, Direktur Bagian Olahraga untuk RFRSH.

dominasi astralis tahun 2018
Source: astralisgg

“Para pemain ini menghabiskan 8-10 jam bermain CS:GO, dan tugas kami memastikan mereka dapat mendapatkan nutrisi terbaik, pola hidup sehat, dan keadaan prima baik secara fisik maupun mental.”

Kasper juga memastikan bahwa dukungan ini dilakukan layaknya olahraga profesional lainnya dari mulai staf kepelatihan, staf kebugaran fisik, staf ahli fisioterapi, dokter tim, ahli nutrisi hingga ke metode khusus khas Denmark yakni Body Self Development System (Body SDS).

Penggunaan HE Grenade yang efektif dan juga teamwork yang hampir flawless membuat Astralis selalu bisa unggul dengan Inovasi baru mereka.

Beberapa hal di atas menjadi kunci sukses Astralis yang dirumuskan diluar game. Metode Astralis bukanlah hal yang bisa dilakukan semua tim esports, namun hasilnya berbicara sendiri.

Kesuksesan Astralis di tahun 2018 merupakan salah satu buah dari berbagai aspek di luar game yang diperbaiki dan didorong untuk menjadi lebih baik oleh organisasi ini.

6 fakta astralis csgo 2018
Momen kemenangan Astralis. Sumber: BLAST

Hal-hal yang dianggap sepele ini justru dianggap sangat penting oleh Astralis dan hasilnya terbukti ampuh.

Bagaimana menurutmu? Perlukah support staff maksimal dan juga dukungan finansial yang baik untuk sukses sebuah tim? Seberapa besar pengaruh hal-hal diluar game terhadap performa di game?

Editor: Yubian A. Huda

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0