Sumber: BLAST
in

Menang Lagi! Astralis Tutup Tahun 2018 dengan Juarai BLAST Pro Series Lisbon

Astralis baru saja memenangkan ‘hidangan’ penutup akhir tahun 2018nya dengan memenangkan ajang BLAST Pro Series Lisbon.

Mereka berhasil memenangkan babak final kontra Natus Vincere dengan skor akhir 2-1 di 3 map, 7-16 (Overpass), 16-9 (Cache), 16-4 (Dust2). Dari event ini, mereka akan membawa pulang uang sebesar US$125,000 atau sekitar 1,8 miliar rupiah!

Astralis kembali mengangkat trofi lagi setelah mendapatkan Intel Grand Slam beberapa waktu lalu. Source: BLAST

BLAST Pro Series Lisbon merupakan turnamen terakhir yang diadakan RFRSH Entertaiment pada tahun ini, sekaligus menutup competitive scene CS:GO di tahun 2018. Mereka menghadirkan 6 tim teratas dunia.

BLAST Pro Series telah menghadirkan beberapa turnamen bergengsi di tahun ini, antara lain Copenhagen, Istanbul, dan sekarang di Lisbon.

BACA JUGA: 10 Tim CS:GO Indonesia Terbaik di Penghujung Tahun 2018 Versi Wooswa

Mereka juga telah menjadwalkan pemberhentian berikutnya, yaitu di Sao Paulo dan Madrid di tahun 2019 mendatang.

Acara yang diadakan selama 2 hari ini memakai sistem yang unik, yaitu keenam tim akan bermain dengan tim-tim lainnya secara penuh. Hingga akhirnya 2 tim di peringkat teratas akan masuk ke babak grand final. Berikut perolehan poin di akhir pertandingan:

Sumber: HLTV

NiP dan FaZe berada di peringkat terbawah dengan 0 kemenangan di tangannya, disusul oleh MiBR dan Cloud9 yang sangat dekat dengan top 2.

Namun Natus Vincere berhasil masuk ke top 2 berkat Round Difference yang lebih besar daripada Cloud9.


Map 1 – Overpass

Map pertama yang dimainkan di babak final BLAST Pro Series Lisbon ini adalah Overpass. Map ini jika dilihat dari statistik merupakan salah satu map terkuat dari Natus Vincere.

Dengan pilihan ini, Astralis berhak memilih side mana yang ia pilih, dan tentunya mereka memilih CT Side.

Pada awalnya, ronde pistol pertama berhasil dimenangkan oleh Astralis melalui retake sempurna mereka di bombsite B.

Namun berkat akurasi dari Aleksandr “s1mple” KostylievNa’Vi berhasil memenangkan ronde kedua dengan taktik force buy-nya.

Jadi Langganan Juara, Astralis Bawa Pulang Uang 18 Miliar dari Intel Grand Slam!

Kemenangan force buy tersebut membawa Na’Vi unggul hingga menyentuh angka 5-1. Walaupun sempat menang beberapa ronde, tetap saja tim Ukraina-Rusia ini cukup mendominasi permainan hingga sampai ke akhir babak first half, mereka unggul telak 11-4 atas sang juara dunia.

Dengan kemenangan mereka di ronde pistol second half, makin memantapkan mereka dalam memboyong kemenangan di map pertama ini.

Karena equipment dari Na’Vi yang kurang bersahabat di ronde ke-18, mereka harus kalah senjata dengan Astralis, dan memberikan 2 ronde lagi kepada sisi Denmark.

Na’Vi akhirnya berhasil menutup map pertama ini setelah berhasil memenangkan ronde ke-23. Pemain yang paling berdampak dari kemenangan Na’Vi merupakan s1mple yang berhasil menunjukan performanya, dengan K/D 23-11.

Source: HLTV

Map 2 – Cache

Map yang dipilih oleh Astralis ini sebenarnya cukup beresiko, karena merupakan salah satu map terlemah dari Astralis.

Fakat lainnya adalah map ini bukan juga salah satu tempat terbaik Na’Vi. Pertandingan ini dimulai dengan Astralis di CT side, dan Na’Vi di T side.

Pada awalnya, tim Ukraina-Rusia ini berhasil memenangkan ronde pistol pertama dengan dominan. Tentu kemenangan mereka di map pertama berperan besar atas kepercayaan diri mereka.

Zeus memimpin timnya untuk memenangkan trofi BLAST. Source: BPS

Hingga akhirnya pada gun round pertama dari kedua tim, Astralis berhasil memenangkannya dan menyamakan kedudukan 3-3.

Namun Na’Vi tidak tinggal diam dan memenangkan 2 ronde berikutnya hingga skor berada di angka 5-3 untuk Danylo “Zeus” Teslenko dan kawan-kawan.

BACA JUGA: Raih Posisi 4 Besar, BOOM ID Melaju ke Babak Utama WESG di China!

Setelah mereka memenangkan ronde kelimanya, Tim asal Denmark ini tidak memberi ampun dengan memenangkan 7 ronde berturut-turut hingga menutup first half dengan skor 10-5.

Dominasi mereka di mid game tampaknya ingin diteruskan hingga ke akhir pertandingan dengan push mereka yang agresif.

Atlet Hearthstone Cantik Indonesia, Yukiusagi Jadi Juara di WESG SEA 2018!

Ronde pistol kedua berhasil dimenangkan oleh Na’Vi berkat koordinasi mereka yang baik di bombsite A sekaligus menambah nafas mereka setelah kalah 7 ronde berturut-turut. Kemenangan mereka berlanjut hingga ke angka 8-10 sebelum Astralis kembali mendominasi permainan kembali.

Astralis berhasil mendominasi hingga akhir game kedua ini di skor 16-9. Pemain yang paling berdampak dari sisi Astralis merupakan pemain terbaru dari skuat mereka, yaitu Emil “Magisk” Reif. Berhasil mencatatkan rating 1.37, berada di atas device dan Xyp9x.


Map 3 – Dust2

Map yang akan menjadi penentu pemenang dari BLAST Pro Series akan terjadi di map Dus2. Map legendaris ini akan dimainkan oleh Na’Vi yang berada di T side, sedangkan Astralis di CT side. Kemenangan ronde pistol pertama jatuh kepada tim Denmark berkat 4 kills dari Peter “dupreeh” Rasmussen.

Setelah mendapat gun round pertama mereka, Ioann “Edward” Sukhariev dan kawan-kawan berhasil memenangkan 3 ronde berturut-turut.

Source: BPS

Namun dewi fortuna berada di sisi Lukas “gla1ve” Rossander dan kawan-kawan dengan memenangkan 12 ronde berturut-turut di CT side.

Na’Vi tidak diberikan poin sama sekali setelah memenangkan 3 ronde, hingga alhasil Astralis menutup first half dengan skor 12-3.

BACA JUGA: MIBR dan Team Liquid Diisukan Pertukaran Pemain, Pilihan Tepat?

Memang sangat dominan, namun Na’Vi tidak berhenti sampai di sana. Mereka memenangkan ronde pistol kedua untuk menunjukan masih ada secerca harapan di pundak mereka untuk melancarkan comeback.

Namun karena Astralis yang permainannya sudah sangat on fire, mereka harus mengakui kekalahan mereka di map ketiga di skor 16-4.

Astralis berhasil maju sebagai pemenang tunggal di gelaran penutup tahun BLAST Pro Series Lisbon 2018.

Tercatat mereka telah memenangkan 2 kali gelaran BLAST Pro Series, yaitu Istanbul dan Lisbon. Mereka memang sangat mendominasi, terutama di akhir-akhir tahun 2018. Selain itu, ini akan menjadi trofi kesepuluh untuk Astralis di tahun 2018 ini.

Dominasi dari dev1ce dan kawan-kawan di ranah Counter-Strike: Global Offensive memang sangat kental. Bahkan mereka masih memegang rekor kemenangan LAN 27 kali di map Nuke dengan torehan sempurna.

Source: BPS

Tapi, kali ini berbeda dari kemenangan mereka yang lainnya. Most Valuable Player (MVP) dari turnamen BLAST Pro Series Lisbon kali ini jatuh kepada pemain terbaru dari Astralis.

Siapa lagi kalau bukan Emil “Magisk” Reif. Medali ini merupakan MVP pertama yang didapat olehnya di tahun ini.

Magisk mendapatkan MVP pertamanya di Astralis. Source: BPS

Secara keseluruhan, merupakan tahun terbaik untuk mereka hingga saat ini. Kalau bisa dibilang, kita sampai bosan mendengar tim ini menang terus ya, wkwkwk. Tapi tetap saja, tiap tahun akan ada satu tim yang dominan, dan ini merupakan eranya Astralis.

BACA JUGA: Kembali Juara! Astralis Amankan Gelar ESL Pro League S8 Kontra Team Liquid

Mari kita harapkan yang terbaik untuk Astralis kedepannya! Semoga tim ini berhasil bertahan hingga tahun depan, bahkan mungkin memenangkan IEM Katowice Major 2019? Mari kita tunggu aksi mereka selanjutnya! #ToTheStars!

Berikut adalah perolehan hadiah dan urutan tim di gelaran BLAST Pro Series Lisbon 2018:

1. Astralis – US$125,000 (Rp1.823.000.000)
2. Natus Vincere – US$50,000 (Rp729.000.000)
3. Cloud9 – US$25,000 (Rp364.000.000)
4. MIBR – US$15,000 (Rp218.000.000)
5. FaZe Clan – US$10,000 + US$20,000 Standoff (Rp437.000.000)
6. Ninjas In Pyjamas – US$5,000 (Rp72.000.000)

Diedi oleh Yubian A. Huda

Written by Juandi

18, Student, West Jakarta.
Freelance Esports News Writer.

Business Enq: juandik123@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0