xccuratee (kiri) dan BnTeT (kanan). Sumber: ESL
in , ,

[Kaleidoskop 2018] Cerita Karir Atlet Esports Indonesia di Tim Luar Negeri

Menjelang tahun 2018 yang sebentar lagi akan berakhir, kaleidoskop esports Indonesia membahas mengenai prestasi para pemain Indonesia yang saat ini berkarir di luar negeri.

Beberapa di antaranya bahkan sudah mewujudkan keinginannya saat masih berkarir di Indonesia, bahkan beberapa telah merasakan gelar juara yang bergengsi.

Setidaknya ada tiga pemain Indonesia yang pindah ke tim luar negeri yaitu Kevin “xccurate” Susanto yang masuk ke TYLOO pada Januari 2018 dan duo atlet Dota 2 Indonesia yaitu Muhammad “inYourdreaM” Rizky dan Kenny “Xepher” Deo yang saat ini bergabung di Tigers.

BnTeT dan xccurate dengan TyLoo di ajang IEM Sydney 2018. Source: ESL

Mari kita mulai dari xccurate yang sebelumnya bersama Recca Esports. Ia mengikuti jejak Hansel “BnTeT” Ferdinand yang telah menjadi bagian dari TYLOO di tahun sebelumnya. Berakhirnya masa pinjaman bondik membuat mereka harus mencari pengganti.

Awalnya, ia menjadi standin saat kualifikasi StarLadder i-League StarSeries Season 4 dan berhasil membawa TYLOO lolos. Setelah resmi menjadi bagian dari tim, ia sempat membela Recca Esports ketika di WESG 2017.

Kakak dari f0rsakeN, pemain CS:GO yang saat ini membela BOOM ID juga berhasil membawa tim meraih sejumlah prestasi gemilang. Bahkan ia sukses membawa tim ini lolos ke turnamen major CS:GO yaitu FACEIT Major: London 2018.

TyLoo di IEM Shanghai 2018. Sumber: ESL

Kesuksesan lolos ke major terjadi setelah mereka berhasil meraih 8 besar New Challenger Stage yang membuat mereka lolos ke New Legends Stage.

Meski gagal meraih 8 besar namun xccurate dan kawan-kawan sudah mendapat tempat di Katowice Major 2019, turnamen major CS:GO selanjutnya yang diadakan Februari 2019.

TYLOO akan berjuang dari The Returning Challenger yang hanya diisi 6 tim saja dan menunggu 10 tim lain untuk menentukan 8 tim yang berhak bertanding di Legends Stage.

tyloo starladder Chongqing 2018
Image Courtesy: CNFrag

Tidak hanya itu saja, xccurate juga sukses meraih beragam prestasi seperti juara di StarLadder & ImbaTV Invitational Chongqing 2018, semifinalis IEM Sydney, runner-up IEM Shanghai, dan peringkat kedua Toyota Masters CS:GO Bangkok 2018.

Bagaimana untuk Xepher dan inYourdreaM? Pencapaian kedua pemain Indonesia ini juga tidak kalah fantastis.

Mereka mulai bergabung ke TNC Tigers saat Prodota Cup SEA Season 12 dan berhasil meraih peringkat kedua. Mereka juga nyaris lolos ke TI8 namun harus takluk saat melawan saudaranya sendiri yaitu TNC Predator.

dreamleague season 10 hari ketiga
Sumber: Tigers

Memasuki musim terbaru Dota Pro Circuit, TNC Tigers akhirnya resmi berubah nama menjadi Tigers dan kedua pemain Indonesia tersebut masih bertahan di tim.

Meski berhasil lolos ke ajang Kuala Lumpur Major, namun mereka menorehkan hasil yang kurang memuaskan.

Tigers tidak menyerah begitu saja dan berhasil lolos ke kualifikasi DreamLeague Season 10 lewat open qualifier dan akhirnya berhasil lolos ke main event.

tigers dreamleague minor
Tigers menjuarai DreamLeague Season 10. Sumber: DreamHack

Tidak hanya sukses menjuarai SEACA 2018 yang juga turnamen LAN perdana mereka juga sukses menjadi juara DreamLeague Season 10 setelah mengalahkan Na’Vi dengan skor dramatis, 3-2. Hasil tersebut membuat mereka sukses lolos ke Kuala Lumpur Major.

Meski setelah turnamen tersebut penampilan Tigers terbilang menurun namun pencapaian terutama dari kedua pemain Indonesia terbilang bersejarah. Ditambah lagi mereka berhasil lolos ke turnamen kelas major yang belum pernah diraih pemain Indonesia sebelumnya.

Lalui Laga Sengit, Tigers Sukses Juarai DreamLeague Minor Season 10!

Tidak lengkap rasanya jika tidak bertanya-tanya mengenai pendapat para pemain selama berkarir di luar negeri yaitu Xepher dan xccurate.

Saya menanyakan mengenai pencapaian Dota 2/CS:GO menurut pendapat mereka dan penyebab kurangnya pemain Indonesia yang berkarir di luar.

Sumber: HLTV

Xccurate sendiri mengaku pencapaian CS:GO Indonesia masih tidak terlalu menonjol. Alasan tersebut terbilang wajar mengingat usai pencapaian ZEN Esports Network League 2017 yang diraih Recca Esports belum ada lagi tim Indonesia yang berprestasi di skala internasional.

Sedangkan untuk Dota 2, Xepher mengaku ada kemajuan daripada tahun sebelumnya. “Banyak sekarang tim Indo yang mewakili turnamen skala internasional seperti BOOM ID, PG.BarracX atau EVOS.

Kalau dulu belum sekuat sekarang yang kalau qualifier biasanya tidak lolos dan sekarang banyak turnamen yang keluar dari kualifikasi Indonesia juga. Kalau dibandingkan dulu sangat jarang sekali ada tim Indo yang bisa ke turnamen internasional,” katanya.

atlet esports indonesia internasional
Sumber: DreamHack

Bagaimana untuk pendapat kurangnya pemain Indonesia yang memilih berkarir di luar negeri? “Sebenarnya sudah bagus hanya saja mungkin kurang pengalaman dan rasa percaya diri,” katanya.

Sependapat dengan xccurate, Xepher juga mengaku para pemain Indonesia juga kurang percaya diri padahal mereka mendapat kesempatan untuk bermain di tim luar negeri.

BACA JUGA: [Kaleidoskop] Perkembangan Dota 2 Indonesia di 2018 dan Harapan ke Depan

“Banyak faktor sih mulai dari rank yang tinggi, performa yang bagus ketika sedang tanding atau attitude pas lagi MMR. Pengaruh mental juga mengaruh kalau sudah ditawarkan bermain di luar negeri,” katanya.


Nah, itu tadi rekap mengenai perjalanan para pemain Indonesia yang sampai saat ini berkarir di luar negeri. Semoga di tahun 2019 ada lagi pemain Indonesia yang berkarir di luar negeri bahkan bisa meraih prestasi yang membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. #IndonesiaBisa

Diedit oleh Yubian A. Huda

Written by LightKeeper

Just a garbage man in the esports world

Contact: soejatnoeric@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0