Sumber: HLTV
in

Jadi Langganan Juara, Astralis Bawa Pulang Uang 18 Miliar dari Intel Grand Slam!

Tim asal Denmark,  Astralis sukses membuat kehebohan baru setelah memenangkan ESL Pro League Season 8.

Selain memenangkan ajang tersebut mereka juga memenangkan Intel Grand Slam Season 1 dan membawa pulang total hadiah sebesar US$1,250,000 atau sekitar 18,2 miliar rupiah!

Source: HLTV

Intel Grand Slam adalah sebuah titel berhadiah US$1,000,000 untuk tim pertama yang dapat memenangkan 4 event bergengsi yang diselenggarakan oleh ESL ataupun DreamHack Masters selama durasi 10 event.

Source: ESL

Jadi saat sebuah tim memenangkan salah satu event, maka event itu akan menjadi titik start hingga 9 event ke depan.

Jika mereka berhasil mendapatkan 4 kemenangan dalam periode 10 event tersebut, mereka berhasil menjuarai Intel Grand Slam. Dan jika salah satu tim menang, poin dari tim-tim ini akan di-reset kembali, dan memulainya dari awal kembali.

Tim yang diperkuat oleh Nicolai “device” Reedtz dan kawan-kawan ini berhasil memenangkan 4 turnamenbesar dalam jangka waktu 10 turnamen yang diikutinya.

Yaitu DreamHack Masters Marseille 2018, ESL Pro League Season 7 – FinalsIntel Extreme Masters XIII – Chicago, dan yang terakhir ESL Pro League Season 8 – Finals.

Masing-masing dari mereka akan mendapatkan sebuah batang emas bertuliskan nama mereka masing-masing, dan keempat turnamen yang mereka menangkan.

ESL juga memberikan apresiasi kepada coach mereka, Danny “zonic” Sørensen. Zonic juga akan mendapatkan hal yang sama dengan kelima pemain lainnya.

BACA JUGA: Kembali Juara! Astralis Amankan Gelar ESL Pro League S8 Kontra Team Liquid

Sebelumnya, bukan hanya Astralis yang berhasil mendekati kemenangan di Intel Grand Slam. FaZe juga sempat mendekatinya dengan memenangkan 3 turnamen, yaitu ESL One New York 2017, IEM Sydney 2018, dan ESL One Belo Horizonte 2018. Namun mereka gagal mendapatkan 1 turnamen terakhir dalam jangka waktu 10 event.

FaZe gagal memenangkan Intel Grand Slam Season 1. Source: HLTV

Astralis terhitung telah memenangkan 10 turnamen dari total 16 yang diikutinya. Dan jika mereka berhasil memenangkan IEM Katowice Major 2019 mendatang, mereka akan memenangkan 2 major berturut-turut.

Mereka juga akan memastikan sebuah era baru jika memenangkan major tersebut seperti hal yang telah dialami SK Gaming/Luminosity dan Fnatic.

Dapatkah mereka mendapatkan “Astralis Era”? Source: Liquipedia

Sekali lagi selamat untuk Astralis! Di tahun ini, performa mereka bak diatas angin dan tak dapat terkalahkan. Mari kita harapkan yang terbaik untuk Astralis di tahun 2019 mendatang.

Dan apakah akan ada juara baru di Intel Grand Slam Season 2, ataukah tim Denmark ini akan mengklaim kembali uang tersebut?

Berikut adalah daftar event yang masuk ke dalam Intel Grand Slam Season 1, dan masing-masing pemenangnya:

  • ESL One Cologne 2017 – SK Gaming
  • DreamHack Masters Malmö 2017 – G2 Esports
  • ESL One New York 2017 – FaZe Clan
  • IEM Oakland 2017 –  Ninjas in Pyjamas
  • ESL Pro League Season 6 Finals – SK Gaming
  • IEM Katowice 2018 – Fnatic
  • DreamHack Masters Marseille 2018 – Astralis
  • IEM Sydney 2018 – FaZe Clan
  • ESL Pro League Season 7 Finals – Astralis
  • ESL One Belo Horizonte – FaZe Clan
  • ESL One Cologne 2018 – Natus Vincere
  • DreamHack Masters Stockholm 2018 – North
  • ESL One New York 2018 – mousesports
  • IEM Chicago – Astralis
  • ESL Pro League Season 8 Finals – Astralis
Source: Astralis

Diedit oleh Yubian A. Huda

Written by Juandi

18, Jakarta, Suka jalan-jalan, FPS addict
Esports News Writer, especially CS:GO.

Business Enq: juandik123@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0