Momen kemenangan Astralis. Sumber: BLAST
in ,

6 Fakta Dominasi Mengejutkan Astralis di Tahun 2018

Astralis, jika kamu mendengar nama tim ini pasti akan terbayang beberapa kata di benak, salah satunya adalah tim jago.

Tim yang diisi oleh 5 pemain asal negara Denmark ini memang mendominasi secara keseluruhan di tahun 2018, khususnya di pertengahan hingga akhir tahun.

Astralis Memenangkan FACEIT Major London 2018. Source: HLTV

Tentu didalam dominasi ini, ada angka-angka fantastis dan sebab-sebab dari dominasi ini. Berikut kami berikan analisa dan fakta yang tersedia dari perjalanan Astralis ke puncak tertinggi ranah CS:GO di tahun 2018:


17 Turnamen, 12 Grand Final, 10 Trofi

Astralis menjuarai ELEAGUE Premier 2018. Source: HLTV

Fakta mengejutkan pertama yaitu datang dari total kemenangan mereka. Di tahun 2018 sendiri, tim yang dipimpin oleh Lukas “gla1ve” Rossander ini tercatat mengikuti 17 turnamen di berbagai belahan dunia. Dalam 17 turnamen itu, mereka berhasil masuk ke babak grand final di 12 turnamen tersebut.

Dan di dalam 12 grand final tersebut, mereka berhasil menjuarai 10 diantaranya. Dan 1 di antaranya merupakan turnamen berlabel Major, yaitu FACEIT Major London 2018 di mana mereka berhasil membungkam Natus Vincere dengan mudah.

Source: HLTV

Jumlah yang cukup besar, dimana mereka menjuarai 59% turnamen yang diikutinya. Kemenangan dari Astralis di tahun ini adalah sebagai berikut:


Meraih US$3,651,650 atau sekitar 52,5 miliar rupiah!

Kemenangan Astralis yang beruntun bukan merupakan rahasia lagi bahwa uang yang akan dikantongi oleh tim ini cukup besar.

Dari tahun 2018 saja, Astralis dapat meraih total 52,5 miliar rupiah. Dan untuk pemain mereka, apa yang mereka dapat dari kemenangan ini belum termasuk gaji pokok, bonus, tunjangan, dan pendapatan dari sticker, dan sebagainya.

Bahkan, Astralis secara terbuka menjelaskan sistem penggajian mereka di tahun 2017, dan tentu ini akan berubah seiring waktu ditambah mereka menjadi tim nomor satu dunia di tahun 2018.

Memang gaji sebuah pemain profesional berada di angka puluhan juta rupiah per bulannya, bahkan hingga ratusan juta tergantung dengan level permainan dan tim mereka.


Dominasi Map Nuke dengan 27 Kemenangan Tanpa Kalah

Source: HLTV

Astralis mencatat statistik yang cukup menjadikannya raja dari Nuke, menggantikan Virtus.pro yang sebelumnya bisa dibilang unbeatable di Nuke.

Tercatat, mereka memenangkan 31 kali pertandingannya di map Nuke secara berturut-turut tanpa kalah. 4 diantaranya merupakan pertandingan online, sedangkan 27 diantaranya adalah pertandingan LAN.

BACA JUGA: Jadi Langganan Juara, Astralis Bawa Pulang Uang 18 Miliar dari Intel Grand Slam!

Tim yang paling mendekati kemenangan melawan Astralis merupakan mousesports yang harus kalah 2 kali dengan skor yang sama, yaitu 16-13.

Selain itu, tim Denmark ini juga membabat habis beberapa tim dengan hanya memberikan 1 digit skor, yaitu North, Heroic, Na’Vi, Liquid, dan masih banyak lagi.

Astralis Device. Source: BLAST

Bahkan dalam beberapa kesempatan, tim-tim kuat dunia memutuskan untuk auto-veto map Nuke saat melawan Astralis, seperti aksi Na’Vi di grand final BLAST Pro Series Lisbon, mereka langsung membuang map Nuke dari proses vetonya.


Kedatangan Magisk Jadi Awal Mula Dominasi Astralis

Magisk. Source: HLTV

Ada dugaan bahwa dengan datangnya Emil “Magisk” Reif menggantikan Markus “Kjaerbye” Kjærbye adalah kunci kemenangan Astralis yang sangat dominan.

Memang sebelum Magisk datang, Astralis merupakan tim yang kuat. Namun tim ini makin berjaya saat didatangi sang mantan pemain North ini.

Terbukti dengan statistik yang menunjukan performa sang IGL, Lukas “gla1ve” Rossander  yang melejit setelah timnya didatangi Magisk.

Sejak Kjaerbye keluar, gla1ve mencatatkan rating diatas 1, dan tidak pernah berada dibawah 1. Hal ini merupakan hal yang baik karena sebagai IGL, gla1ve telah terbukti mumpuni juga dalam hal tembak menembak.

Kami akan membahas teknikal kenapa pergantian Kjaerbye menjadi gla1ve menjadi roster move terbaik dalam ranah CS:GO di lain waktu.


Tim Pengguna Utility Grenade Terbaik di Tahun 2018

Sudah tidak diragukan bahwa Astralis menyandang predikat tim dengan utility usage terbaik di tahun ini. Mereka dapat memanfaatkan High Explosive (HE Grenade) dengan tepat ke lawannya, dan hal tersebut membawa dampak yang besar pada kemenangan mereka.

Salah satunya tergambar dalam sebuah clip pemain FaZe Clan, Nikola “NiKo” Kovač yang harus mati karena keganasan tim Astralis.


5 Kali Jumpa Team Liquid di Babak Grand Final

Source: Dexerto

Dua organisasi besar ini pada kenyataannya merupakan el clasiconya CS:GO. Bagaimana tidak? kedua tim ini bisa dibilang rival abadi dalam mendapatkan trofi kemenangan, karena telah terhitung bertemu 5 kali di babak grand final di tahun 2018 ini.

Kelima pertemuan mereka harus berakhir kekalahan bagi Team Liquid. Kelima turnamen tersebut adalah babak final EPL S8, IEM Chicago, ELEAGUE Premier, ECS S5, dan EPL S7.

3 Tim CS:GO yang Diprediksi Semakin Memburuk di Tahun 2019!

Bisa dibilang kisah sedih bagi Team Liquid, dimana mereka harus mendapat 6 buah runner-up di tahun 2018.


Berikut kita telah hadirkan 6 fakta menarik tentang tim CS:GO terbaik di dunia saat ini. Kami harapkan dengan memahami 6 fakta di atas, kalian bisa lebih tahu alasan mengapa mereka bisa menduduki posisi teratas kancah CS:GO internasional.

Written by Juandi

18, Student, West Jakarta.
Freelance Esports News Writer.

Business Enq: juandik123@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0