in , , ,

Pendapat Para Pejuang Esports tentang Pembagian Grup Esports Asian Games 2018

Tinggal menghitung hari, sejarah akan tercipta dengan berjalannya esports Asian Games 2018 sebagai turnamen eksibisi. Enam cabang yang akan dipertandingkan di esports telah melakukan pengundian grup dan bracket. Apakah tim Indonesia yang juga tuan rumah mampu meraih hasil bagus di turnamen ini?

Jam yang ada berdasarkan WIB (Waktu Indonesia Barat) Sumber: AESF

Berbeda dengan cabang lain, League of Legends diadakan selama tiga hari yaitu 27-29 Mei. Pertandingan akan memakai sistem group stage dengan hanya ada dua tim yang berhak lolos ke babak selanjutnya.

Sumber: AESF

Di grup A ada Cina, Kazakhstan, Korea Selatan, dan Vietnam. Grup yang terbilang sangat sengit mengingat ada pemain-pemain ternama di negara tersebut. Contohnya ada Faker dari Korea Selatan dan Uzi yang bergabung di Cina. Jangan lupa, Vietnam juga tidak boleh diremehkan mengingat EVOS Esports menjadi perwakilan negara tersebut.

Indonesia sendiri sedikit beruntung dengan bergabung di grup yang lebih mudah. Mereka berada satu grup dengan Taiwan, Pakistan, dan Arab Saudi.

Saya juga menanyakan langsung kepada Abi “Xiamphu” yang juga caster League of Legends Indonesia. Drawing yang bagus dengan tidak bertemu negara-negara besar membuat dirinya optimis, Indonesia bisa lolos ke babak selanjutnya.

Indo Posisi Buncit, Wolfy: GCM 2018 Harusnya jadi Wake-Up Call

Memang Indonesia sendiri bukan negara yang kuat atau punya rekor bagus di turnamen Internasional untuk game League of Legends, tapi saya rasa Saudi Arabia dan Pakistan baru melakukan debut Internasional mereka di Asian Games 2018 ini. Tim Indonesia punya peluang besar, setidaknya untuk menjadi 1 dari 2 negara yang lolos ke fase berikutnya.” katanya.

BACA JUGA: Lengkap Sudah Negara-Negara yang akan Bertanding di Asian Games 2018 Cabang Esports!

Bagaimana untuk peluang tim asuhan Cruzher ini ke babak selanjutnya? Menurutnya, babak selanjutnya akan sangat sulit karena kemungkinan akan bertemu dengan Korea Selatan, Cina, atau Vietnam. “Ketiga negara ini memiliki level yang jauh berbeda dari kemampuan Indonesia di kancah League of Legends” katanya.

“Korea Selatan langganan juara dunia. Cina sendiri baru saja bangkit di 2018 ini dan menyabet semua gelar turnamen Internasional yang sudah diadakan (MSI 2018 dan juga RIft Rivals). Untuk Vietnam, mereka sudah diperhitungkan sebagai region besar dan sudah mendapatkan slot sendiri untuk mengikuti 2 turnamen Internasional terbesar yaitu MSI dan Worlds.” tambahnya.

Sumber: AESF

Selain League of Legends, cabang lainnya hanya mengadakan pertandingan selama satu hari. Meski begitu berbagai cabang ini memiliki format yang berbeda-beda. Contohnya ada PES 2018 yang memakai format group stage. Indonesia sendiri bergabung bersama Vietnam, Jepang, dan India. Sedangkan di grup lain ada Hong Kong, Malaysia, Iran, dan Kazakhstan.

rizky faidan pes
Rizky (kanan) bersama Setia Widianto menjuarai kualifikasi PES 2018 untuk Asian Games
Sumber: Fanpage Liga1PES Indonesia

Setia Widianto yang juga pemain yang mewakili Indonesia di cabang PES 2018 berpendapat lawan yang dihadapi cukup berat karena berada di grup neraka.

BACA JUGA: [Spesial HUT 73 Republik Indonesia] Serba-Serbi Prestasi Atlet Esports Lokal di Hadapan Dunia!

“Kalau ditanya soal Jepang sudah tidak diragukan lagi ada pemain dunia yang pernah menjuarai PES League World Tour Round Berlin. Dari Vietnam baru aja beberapa hari kemarin menjuarai turnamen PES se Asia Tenggara, kalau India saya masih belum tahu soalnya belum pernah ada info soal mereka” katanya.

Sumber: AESF

Sedangkan Arena of Valor memakai format double elimination bracket dan Indonesia sendiri berhadapan dengan Chinese Taipei.

Glen “Kurus” Richard yang juga salah satu pemain Indonesia di AOV Asian Games 2018 mengatakan peluang tim Indonesia untuk bisa menang masih ada. “Bermain di kandang sendiri membuat kita makin semangat, ditambah lagi kalau didukung langsung dari fans berarti 1000% semangat” katanya.

Meski begitu Chinese Taipei datang dengan memakai pemain yang berasal dari tim yang berbeda-beda. “Semua pemain wajib diwaspadai, tapi mungkin yang paling mencolok disini adalah Lover dan Soar“. tambahnya.

Sumber: AESF
Sumber: AESF

Untuk Clash Royale pertandingan akan memakai double elimination bracket dan Indonesia akan menghadapi Cina. Sedangkan untuk Starcraft II hanya memakai single elimination bracket. Indonesia sendiri akan berhadapan dengan Iran.

Sumber: AESF

Terakhir, ada Hearthstone yang juga memakai single elimination bracket. Indonesia sendiri akan berhadapan dengan Thailand.

BACA JUGA: Pendapat 3 Pro Player Indo Tentang Update Hearthstone, Boomsday Project

Menurut Hendry “Joth703” Jothree, pemain Hearthstone yang mewakili Indonesia di Asian Games, lawan yang dihadapi memiliki deck choice dan playstyle yang sama dengan dia. “Salah satu paling berat di sini ya Disdai (perwakilan Thailand untuk Hearthstone)” katanya.

Cari Kill di Fortnite Mobile Dapet Samsung Galaxy Note 9 nih! Mau?

Semua pertandingan cabang esports Asian Games akan diadakan di Britama Arena, Jakarta. Kabar baiknya, bagi kamu yang ingin menonton langsung Asian Games sudah ada websitenya untuk pemesanan tiket di Blibli.com.

Menurut fanpage IESPA, saat ini masih dalam proses dan tiket dan saat dicek masih belum ada di website untuk esports. Mengingat sebentar lagi akan diadakan, penjualan tiket bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Tentu kita mengharapkan seluruh cabang esports timnas Indonesia bisa meraih hasil yang memuaskan dan membuat nama Indonesia bangga di kancah internasional. Ditambah lagi, bermain di kandang sendiri bisa menjadi motivasi tambahan bagi mereka sebelum bertanding. Mari kita dukung perjuang mereka di Asian Games 2018!

Written by LightKeeper

Just a garbage man in the esports world

Contact: soejatnoeric@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0