in

Resmi Dikontrak Toronto FC! FilthyP94 Jadi Pro Player FIFA Kanada Pertama dalam eMLS

Source: Redbull esports

Baru-baru ini, organisasi sepakbola dunia, Federation of International Football Association (FIFA), resmi menganti nama FIFA Interactive World Cup menjadi FIFA eWorld Cup; sebuah acara tahunan di mana impian jutaan pemain FIFA di seluruh dunia dapat terwujud – dengan bersaing dalam layar virtual.

Team Liquid Miliki Pemain FIFA Pertamanya

Philip ‘FilthyP94’ Balke yang berada di garis depan harapan Kanada. Setelah menempati posisi 4 tahun lalu di FIFA Interactive World Cup (sekarang dikenal sebagai FIFA eWorld Cup untuk 2018), Balke mulai memfokuskan diri saat ajang esports FIFA tumbuh.

Philip Balke, Source: Red Bull Esports

Pemain-pemain FIFA pun sudah banyak tersebar di daratan Eropa. Berbeda dengan Amerika Serikat yang kurang menekuni bidang esports tersebut. Balke sendiri merupakan salah satu pemain Kanada pertama yang mendapatkan kontrak langsung dengan Toronto FC. Bukan tanpa alasan, sebab Balke menempati posisi 4 dalam ajang kompetitif FIFA Interactive World Cup tahun lalu.

Bersama Toronto FC, Balke mencoba mengukir prestasi kembali dalam ajang ini, apalagi dengan mengenakan jersey Toronto FC yang juga merupakan tempat lahir pemain tersebut, ditambah banyaknya dukungan dari kalangan orang terdekat dan masyarakat kota Toronto.

Philip Balke dengan Jersey No. 94, Source: Red Bull Esports

Jumlah pemain professional game FIFA di regional Amerika Serikat sendiri memang tidak sebanyak regional Eropa. Tapi untuk talenta, Amerika Utara mempunyai sejumlah pemain berbakat seperti Lyes dari Montréal.

Mungkin saja dengan animo esports yang didorong oleh pembentukan turnamen dari FIFA secara langsung dapat mendorong tim-tim MLS seperti Montreal Impact merekrut Lyes, layaknya yang dialami oleh Balke dengan Toronto FC. Apalagi Lyes juga salah satu partisipan FIFA Interactive World Cup dua tahun lalu.

FIFA eWorld Cup, Source: FIFA

Untuk turnamen FIFA eWORLD CUP mendatang, dalam wawancaranya bersama RedBull, Balke sudah merasa siap dalam menghadapi pemain-pemain professional game FIFA lainnya. Dengan pengubahan format ke 64 besar secara global, tentu kesulitan dan persaingan antar pemain akan lebih meningkat, guna mencari pemain terbaik dari yang terbaik untuk bersaing.

Bagi orang-orang yang berpikir FIFA bukan termasuk esport, mainlah dengan para profesional dan Anda akan melihat apa yang sedang kita bicarakan ketika membicarakan game ini sebagai esport.

– Philip Balke

Jago Game Bola? Bundesliga dan FOX Sports Buka Pendaftaran Virtuelle Bundesliga South East Asia Qualifier untuk FIFA18

Pemain-pemain FIFA selain Balke, seperti Rocky dari Team Vitality juga siap berkompetisi untuk menjadi juara dalam turnamen game FIFA sedunia tersebut. Dengan umur yang terbilang muda, 19 tahun, prestasi pemuda asal Prancis ini tidak bisa dianggap remeh.

Memenangkan seri FIFA FUT Champions di Berlin dengan hadiah sekitar US$160,000 dan FIFA Interactive World Cup merupakan prestasi yang luar biasa. Ditambah saingan lain layaknya UNILAD Gorilla menambah panasnya kompetisi tersebut.

Philip Balke, Source: Redbull esports

Pesaing lain Balke, yaitu Florian ‘CodyDerFinisher‘ Müller juga patut diperhitungkan. Orang yang mengalahkan Balke di match semi final ini terbukti menjadi pemain berkepala dingin, dengan ketenangan dan strategi yang mumpuni. Ia berhasil memaksa Balke puas menempati posisi runner-up FIFA Interactive World Cup.

Diedit oleh Yabes Elia

Beginner Content Writer. Esports for News and Life. Rise with Words.
Seeking the proper way to enjoy words in writing.

Chelsea FC fans, Virtus.pro fans and Tofu-Tempeh Eater.
For business inquiries: yubianasfar@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…