in ,

Mengenal DotA 1 Gods: Ivan “Vigoss” Shinkarev

V-God. V-God menjadi peletak dasar playstyle agresif dan rotasi konstan dari Russian Dota.

Melanjutkan rangkaian panjang artikel tentang dewa-dewa legendaris dari DotA, setelah kemarin kita membahas mengenai M-God Merlini, saatnya kita beralih ke region lain: CIS (Commonwealth of Independent States).

CIS menyimpan banyak talent esports dan DotA sebagai salah-satu yang terbesar bahkan jauh sebelum Dota 2. ARS-ART, Dendi, No[o]ne, Resolut1on, merupakkan nama-nama yang muncul dari CIS.

Namun, sebelum mereka, ada sosok yang menjadi pelopor mengapa CIS Dota dianggap sebagai salah satu region yang layak untuk ditakuti dengan playstyle yang unik. Besarnya DotA di negara-negara CIS sama seperti besarnya Starcraft di Korea.

Searah Jarum Jam : ARS-ART, Dendi, No[o]ne-, Resolut1on. Beda era, Sama Playstyle.
Salah satu nama legendaris yang membuat Russian Dota dan CIS menjadi ditakuti adalah Vigoss. Ivan “Vigoss” Shinkarev merupakkan salah satu pemain yang mendapat julukan “Dewa” dari Chinese Community. V-God menjadi besar karena kemampuannya dalam bermain secara flashy, high-risk high-reward plays, menjadi pelopor budaya yang khas dari Russian Dota : tower dive.

V-God, Ivan Shinkarev, Vigoss Dota
V-God. V-God menjadi peletak dasar playstyle agresif dan rotasi konstan dari Russian Dota.

Vigoss mulai bersinar di kancah internasional pasca bergabung dengan squad Virtus Pro DotA pada 2006. Dengan pengalaman bermain di beberapa turnamen skala regional CIS dan Eropa Timur, skill DotA Ivan yang jauh di atas rata-rata membuatnya dilirik beberapa player senior.

Playstyle yang sangat unik membuat Vigoss dilirik oleh banyak orang bahkan pada saat ia masih bermain di LAN Cafe sekitar tahun 2005.

Vigoss adalah “King of Gankers” dengan signature build Blink Dagger rush di DotA, jauh sebelum Dendi ataupun S4. Mungkin di Dota 2, S4 dikenal sebagai salah satu playmaker terbaik di hero seperti Puck dan Batrider, namun jauh sebelum Gustav “S4” MagnussonVigoss adalah sosok yang ditakuti.

Metode rush item dan fighting secara konstan ini menjadi alasan kenapa tim Rusia cenderung bermain lebih cepat dibanding tim dari region lain yang biasanya menggunakan sistem farming dan mengandalkan late game. Vigoss lah yang menjadi pelopor gaya bermain ini.

S4 Alliance
S4 dikenal sebagai best ganker di Dota 2, Playstyle yang mirip dengan Vigoss. Ada set khusus didedikasikan untuk S4 Puck dan TI 3 Alliance :Reminiscence of Dreams.

Inovasi Vigoss untuk bermain agresif dari early ke mid game membuat Russian Dota ditakuti oleh seluruh region pada kompetisi internasional.

Di masa DotA patch 6.43 hingga 6.48 saat beberapa hero baru muncul, Virtus Pro Dota dan Vigoss berhasil menemukan meta; memaksimalkan potensi dengan hero seperti Queen of Pain, Pudge, Eartshaker dan bahkan Slardar.

Ivan “Vigoss” Shinkarev menjadi sosok pionir yang membesarkan playstyle agresif ala CIS. Hingga saat ini metode agresi konstan dan ganking menjadi gaya bermain khas CIS. Playstyle yang penuh dengan elemen kejutan ini membuat orang mengenal “missing call” atau “SS” seperti “missing bottom” karena ketakutan tim lawan apabila salah satu hero di map tiba-tiba menghilang lalu sudah ganking lane lain.

Pada masa itu, harga Scroll of Town Portal atau TP masih 150-175 gold. Jadi, jika Support terlambat melakukan respon rotasi terhadap gank dengan Teleport, bukan hanya rekan satu tim mereka mati, namun juga Support akan membuang 150 gold karena TP yang tidak berguna apabila tidak mendapat return kill.

Masalah dengan beberapa region pada masa itu adalah mereka sangat mengandalkan posisi Carry untuk bermain pasif dan fokus pada farming agar secure late game.

Magina – Medusa – Spectre di Dota 2, 3 Carry Hero yang akan kesulitan jika mendapatkan early game pressure.

Masalah dalam meta ini adalah banyaknya tim dan region yang justru bermain dengan tempo yang cenderung lambat. Sehingga, tim yang bermain agresif dapat mengatur ritme permainan dan menekan potensi comeback. 

Dalam beberapa kasus, Chinese Dota dan North America Dota dikenal dengan tempo meta yang cenderung lambat dan farming-oriented. Pada masa itu 4-protect-1 dimana 4 hero selain Carry akan bermain untuk membuat space. Pada masa ini, Carry yang dipilih memang superior untuk late game situation, seperti Medusa, Anti-mage, Spectre dan hero yang mempunyai scaling late game yang mengerikan.

Namun draft yang menggunakan posisi Carry dengan salah satu dari hero tersebut tentu datang dengan harga yang cukup mahal yakni: resiko kegagalan di early game yang sangat tinggi. Vigoss berhasil memecah meta ini dengan ide jeniusnya: agresi secara konstan.

Russian Dota dikenal sebagai tim yang memiliki laning stage super agresif, tak sungkan melakukan rotasi untuk melakukan pressure pada lane penting musuh, dan laning stage tim yang lemah bisa di-punish begitu saja oleh vigoss.

TP Scroll Dota 2
TP Scroll,What a Hero Truly Needs.

Jump-In dengan blink summon necrobook, body block, mana drain, damage dari kombinasi ini memang hampir bisa membunuh hero apapun. Padahal, kala itu, seringkali musuh tidak bisa TP begitu saja jika menghadapi gank karena sulitnya mendapatkan gold resource.

Satu hal yang lebih membuat Vigoss dikagumi adalah kemampuannya untuk farming dengan efektif walau terus bermain agresif. Mental agresif Russian Dota ini melekat hingga saat ini: alih-alih farming creep mereka malah farming hero.

Karir cemerlang Vigoss tahun 2006-2007 membawa namanya mendunia karena mendominasi berbagai ajang bersama Virtus Pro. 2007 menjadi puncak karir Vigoss saat memenangkan DotA Tournament di ASUS Open Summer (salah satu ajang paing bergengsi esports di masa itu).

Vigoss bersama rekan setimnya  Sergey Antonovich “ARS-ART/Smile” Revin dan Yaroslav Vladimirovich “NS” Kuznetsov bermain dengan sangat gemilang dan menjadi salah satu trio yang unik karena memiliki gaya bermain tempo tinggi.

Nama ARS-ART memang salah satu nama yang dikenal juga di Indonesia karena sempat bermain di Na`vi. Selain itu, ARS-ART memang dikenal karena build seperti Dagon Nerubian Assassin (Nyx Assassin), Pudge Hook yang akurat, dan juga Bounty Hunter yang luar biasa.

Tim VP pada saat itu diisi roster pemain-pemain yang menjadi nama-nama besar CIS Dota hingga saat ini :

  • Sergey Antonovich “ARS-ART/Smile” Revin
  • Yaroslav Vladimirovich “NS” Kuznetsov
  • Ivan “Vigoss” Shinkarev
  • Dmitriy “LighTofHeaveN” Kupriyanov
  • Basil “JoLie” Pepelyaev (Captain)

ARS-ART, NS, dan LoT saat ini rutin menjadi panelist untuk stream berbahasa Rusia. Mereka juga streaming di Twitch untuk audiens yang lumayan besar di Twitch Rusia.

4/5 Virtus Pro (2006-2008) Searah Jarum Jam : NS, Vigoss, ARS-ART (Smile), LighTofHeaveN.

Karena beberapa hal, Virtus Pro dan Vigoss sempat mengalami kasus sponsorship yang akhirnya membuat Vigoss meninggalkan tim VP.

Tak lama kemudian, Vigoss ditawari bergabung dengan KS.Int, salah satu tim all-star internasional pada masa itu yang diisi oleh bintang seperti Puppey, Kuroky, Merlini. Hingga suatu saat, roster mereka diisi hingga 9 pemain dota terbaik dari seluruh dunia.

Vigoss Pudge > Dendi Pudge. Vigoss dikenal salah satu player yang kerap kali bermain Pudge Mid dengan Bottle.

Namun masalah komunikasi di roster muncul di Kingsurf International. Vigoss tak bertahan lama di KS.Int dan karirnya mulai terlihat tidak stabil. Beberapa orang dari Russian DotA community mengaku Vigoss memang kesulitan untuk bermain DotA secara full-time karena faktor ekonomi.

Ivan, sapaan Vigoss saat itu memang juga sangat tertarik dengan permainan Poker, dan salah satu pemain Poker yang luar biasa di Rusia. Vigoss pun justru dikabarkan bermain Poker secara profesional di Rusia saat ini.

Pada 2011, Vigoss yang sudah mempunyai nama besar justru gagal datang ke The International 2011 karena tidak mendapatkan Invite. Namun ia sempat kembali untuk The International 2012 bersama Moscow 5.

Sepanjang karirnya Vigoss memang dikenal sebagai pemain yang sangat cerdas dan eksplosif, namun karirnya tidak bertahan sepanjang Kuroky, Loda ataupun Fear.

Meski demikian, warisan Vigoss menjadi landasan dasar semua tim Rusia saat ini : bermain tanpa takut. Dengan mechanical skill dan juga mindset yang kuat, Vigoss meninggalkan legacy bukan hanya untuk Russian DotA namun juga untuk seluruh komunitas DotA dan Dota 2.

Diedit oleh Yabes Elia


Written by Rudi Hartanto

Dota 2 Coaching Specialist, Esports Historian.