in , , , , , , ,

[Editor-in-Chief Piece] Fanatisme yang Dibutuhkan Esports Indonesia?

Berhubung memang sudah berkarir di industri game di Indonesia sejak tahun 2008, saya berulang kali melihat berbagai komunitas menyuarakan fanatisme mereka pada kesempatan yang berbeda-beda.

Pada saat keduanya dirilis, komunitas LoL dan Dota 2 saling meneriakkan game mana yang lebih baik. Hal ini kembali lagi hadir ketika LoL yang dipilih mewakili game MOBA PC untuk dipamerkan di ajang Asian Games.

Bahkan kawan-kawan saya di Esports ID yang mencoba mengutarakan opini mereka soal pemilihan LoL, tidak luput dari cacian komunitas.

Mobile Legends yang saat ini menjadi game paling populer di Indonesia dan menggeser tahta yang sebelumnya dipegang oleh Dota 2 pun sering dicibir oleh para pembencinya.

Persaingan antara komunitas CS:GO dan Point Blank di Indonesia juga sebenarnya sempat ramai beberapa tahun silam.


PBWC 2018. Image Courtesy: Garena

Pertanyaannya, apakah fanatisme seperti itu yang dibutuhkan oleh esports Indonesia saat ini?

Sayangnya, menurut saya, fanatisme seperti itu tak akan berdampak positif pada perkembangan game atau esports di Indonesia. Karena faktanya, bukan keramaian seperti itu yang dicari oleh para sponsor.

Jika kita ingin melihat ekosistem esports di negara-negara yang lebih maju dari kita, perbedaan paling besarnya ada di aspek investasi sponsor.

Custom painted Mercedes untuk tiap tim yang bertanding

Mercedez-Benz sudah berulang kali mendukung gelaran ESL dan memberikan salah satu mobil terbaik mereka untuk para MVP di gelaran tersebut. Tencent di tanah Tiongkok juga sedang getol menghambur-hamburkan uang demi kemajuan esports di sana.

Sudah banyak sekali brand-brand besar di luar PC gaming yang terjun ke esports di Eropa, Cina, Korea Selatan, dan Amerika Utara.

Di Indonesia? Baru Telkomsel yang jadi salah satu perusahaan raksasa asal Indonesia yang sudah terang-terangan mengekspresikan ketertarikan mereka dan berinvestasi besar di esports.

IGC 2018 milik Telkomsel. Dokumentasi: Dunia Games

Salim Group (pemilik Indofood dan segudang perusahaan lainnya) dan Djarum Super (beserta anak-anak perusahaannya) memang sudah mulai menggelontorkan dana untuk esports meski mereka masih malu-malu.

Namun, masih banyak lagi sebenarnya perusahaan-perusahaan konglomerasi asal Indonesia yang masih memandang industri esports ataupun game secara umum sebelah mata.

Perputaran dana dan investasi yang lebih besar dan lebih luas inilah yang sekarang salah satunya dibutuhkan Indonesia agar mampu mengejar ketertinggalannya di esports.


Sebenarnya, fanatisme fans itu juga dibutuhkan namun bukan yang seputar drama dan menjelek-jelekkan game atau komunitas tetangga yang berseberangan.

Fanatisme yang dibutuhkan oleh esports dan industri game Indonesia adalah yang lebih bernada positif. Fanatisme bernada positif ini yang seperti apa?

Photo by: Muhammad Thirafi Sidha / RevivalTV

Contoh fanatisme bernada positif itu tadi adalah soal datang ke acara-acara turnamen dan meneriakkan nama tim kesayangan kita sampai suara kita habis. Lihat saja video di bawah ini ketika kami dan kawan-kawan kami mendukung Revival ID di ajang Garuda Cup 2018.

Kami sampai bawa-bawa drum buat menyerukan dukungan kami! Panitia di sana sampai harus berada dekat-dekat kami entah kenapa… awakwkawkawk.

Selain itu, kita juga bisa menyuarakan fanatisme kita yang positif di jejaring sosial. Like, Follow, Share, Retweet, dan bagikan setiap kegiatan tim-tim kesayangan dan penuhi timeline media sosial dengan semua hal yang berbau esports, termasuk share dan retweet artikel ini yah… nyahahaha

Jika kalian suka dengan Aerowolf, jangan lupa Like Fanpage mereka dan Share semua postingan mereka jika kalian menggunakan Facebook.

Photo by: Muhammad Thirafi Sidha / RevivalTV

Demikian juga jika kalian fanatik dengan EVOS Esports. Bagikan semua video JessNoLimit, Oura, ataupun semua video dari EVOS dan berikan komentar kalian di video tersebut, baik di YouTube, Facebook, atau di mana pun itu.

Buat kalian penggemarnya BOOM ID, jangan lupa beli semua merchandise mereka juga agar jajaran manajemen mereka memiliki banyak modal untuk terus mendukung Ocel dan kawan-kawannya.

Photo by: Muhammad Thirafi Sidha / RevivalTV

Lakukan semua hal yang saya sebutkan tadi di atas untuk semua game atau tim yang kalian dukung. Nyatanya, hal tersebut akan jauh lebih berfaedah daripada mati-matian dan berbusa-busa menghujat game tetangga.


BACA JUGA: Road to Pro: The Battles for Sponsorship

Kenapa? Sekali lagi, karena itu yang dicari oleh para sponsor.

Apakah kalian tidak ingin tim dan pemain-pemain kita hidup sejahtera? Apakah kalian tidak ingin melihat kawan-kawan kita yang berjuang di industri esports seperti shoutcaster, EO, media esports, dan kawan-kawannya bergerak lebih cepat? Apakah kalian tidak ingin melihat ekosistem Indonesia bisa bertumbuh dengan cepat dan sehat?

Jika tidak ingin, kalian berarti salah masuk media online dan silakan tutup halaman ini.

Saya memang seringkali menyempatkan datang ke beberapa turnamen tatap muka (kalau bahasa primitifnya, turnamen offline) dan satu kali ada salah satu kawan saya dari sponsor turnamen tersebut bertanya ke saya, “kok sepi ya Bes?”

Penonton Mobile Legends di ajang MPL Indonesia Season 1. Source: Facebook Gerry Eka

Sekali lagi, percaya deh para sponsor itu tidak peduli seberapa hebat kalian berargumentasi di jejaring sosial jika tak pernah datang ke turnamen; menjelek-jelekkan komunitas dan game yang berseberangan tanpa pernah mendukung tim dan game yang kalian sukai secara riil di media sosial.

Faktanya, inilah yang dilihat oleh para sponsor: Views dan Subscriber di YouTube, jumlah Like, Share, dan Engagement (komentar) di Facebook, jumlah Search di Google, dan data-data lain yang bisa dikalkulasi.

ASUS ROG RRQ
Dokumentasi: ASUS ROG

Akhirnya, faktanya, peran kalian sebagai fans itu juga sangat-sangat penting dalam menentukan maju tidaknya industri dan ekosistem esports di Indonesia.

BACA JUGA: [Editor-in-Chief’s Piece] Ketika Usia jadi Berbahaya Bagi Atlit Esports

Jadi, buat yang belum nge-like dan nge-share semua postingan Aerowolf, RRQ, EVOS Esports, TP.NND, BOOM ID, XCN, Alter Ego, Recca Esports, dan kawan-kawan kita yang berjuang keras di ranah esports, lakukan sekarang.

Buat kalian yang masih suka nyinyir dengan game yang tidak kalian sukai, saya juga tidak melarang sih namun alangkah baiknya jika kalian mengimbanginya dengan membeli merchandise dan datang setiap kali ada turnamen game yang kalian sukai.

Photo by: Muhammad Thirafi Sidha / RevivalTV

Kita semua, para pelaku esports di Indonesia, butuh dukungan dan fanatisme positif kalian para pecinta esports dan game…

Written by Yabes Elia

Memulai petualangannya di industri media sejak Desember 2008 saat bergabung dengan majalah T3 Indonesia. Pernah juga bermain dan belajar sebagai Managing Editor majalah PC Gamer Indonesia selama 5 tahun.

Follow me: twitter.com/Yabes_Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…