in , ,

In-Depth: Signifikansi Buff dan Nerf dalam Ajang Kompetitif

Apa itu nerf? Apa itu buff?

Salah satu esensi dari game kompetitif adalah bagaimana game tersebut harus memiliki sistem balance yang baik. Balance dalam hal ini bukan berarti semua karakter harus sama persis dan tidak berbeda sama sekali alias sama rata sama rasa.

Salah satu contohnya adalah combat pada Overwatch. Hero-hero seperti Widowmaker dan Hanzo akan selalu menang dalam melakukan DPS (Damage Per Seond) dari long range. Namun ada hero seperti Genji yang unggul dalam pertarungan jarak dekat dan bisa melakukan gap-close terhadap hero yang melakukan damage dari jauh.

Hanzo-Widowmaker
Hanzo dan Widowmaker, Superior pada long range- Lemah pada Short Range.

Widowmaker dan Hanzo yang kesulitan dalam close combat bisa dikalahkan Genji yang menyerang backline.

Namun Genji, jika tidak berhati-hati, akan kalah damage dari hero lain seperti Mei, Reinhardt dan Winston karena Genji yang cenderung squishy sangat mungkin kalah melawan hero tanker dengan crowd control (CC) seperti slow dan lockdown.

Di Dota 2, match-up antara Earth Spirit vs Monkey King misalnya, Earth Spirit mungkin akan selalu kalah melawan Monkey King pada 1vs1. Pasalnya, Monkey King mempunyai kekuatan tersendiri melawan hero melee dan juga range attack yang lebih jauh.

Jingu Mastery dan juga Boundless Strike juga memberikan output damage yang besar. Namun di sisi lain, Earth Spirit mempunyai spell untuk menghancurkan pohon, menendang Monkey King keluar dari area Wukong’s Command serta Damage Over Time (DOT) lewat Magnetize yang membuat Monkey King tidak bisa naik ke pohon.

Interaksi unik antara elemen-elemen game memang menarik dan muncul karena adanya diferensiasi dan juga spesialisasi setiap elemen game.

Diferensiasi membuat setiap elemen dalam game mempunyai bumbu tersendiri baik dalam hal karakter, senjata, ataupun mekanik antara satu dengan yang lain. Spesialisasi membuat perbedaan-perbedaan di setiap hero mempunyai kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan.

Balance tidak berarti menghilangkan keunikan suatu hero. Namun ada beberapa kasus saat satu hero kadang terlalu overpowered (OP) sehingga memang dibutuhkan sedikit pengurangan dalam salah satu ability-nya atau aspek-aspek lain yang membuat value dari hero tersebut tidak terlalu tinggi. Inilah yang disebut dengan Nerf.

Apa itu nerf?

Secara umum, nerf adalah hal yang dilakukan developer game untuk mengurangi tingkat efektifitas elemen tertentu dalam permainan. Istilah ini digunakan saat nilai (value) dari satu (atau lebih) aspek karakter yang lebih rendah dari versi patch sebelumnya.

Contoh dari nerf misalnya adalah saat, di Patch Dota 2 7.06f, beberapa hero yang menjadi top picks mengalami nerf besar-besaran agar popularitas mereka tidak terlalu mendominasi META (Most Effective Tactic Available / alias taktik terbaik yang tersedia).

Nerfed heroes
Beberapa hero-hero yang menjadi top tier pick di The International 2017 (TI 7) mengalami nerf. IceFrog, selaku Dota Lead Developer, memang dikenal sebagai salah satu jenius dalam hal balancing.

Bergeser ke game lainnya lagi, CS:GO, ada salah satu nerf yang paling ikonik dilakukan terhadap pistol R8. Saat pertama kali dirilis, R8 memiliki damage yang sangat tinggi dengan harga yang sangat rendah A.K.A harga pistol, damage AWP.

R8 CS:GO
R8 – Dikenal juga sebagai “Pocket AWP” sebelum nerf

3 hari kemudian, Valve memutuskan untuk melakukan nerf terhadap R8 yang memang dianggap semua orang sebagai overpowered dan merusak balance dari game.

Nerf yang dilakukan adalah mengurangi damage yang sebelumnya 115-140 menjadi sekitar 86, dan trigger point atau kecepatan tembakan berkurang 0.4 detik. Pasca nerf R8, revolver tersebut menjadi senjata yang biasa saja dan bahkan jarang digunakan.

Karena itu, pada update 24 Maret 2017 lalu, R8 mendapatkan sedikit buff kembali pada trigger point yang asalnya 0.4 menjadi 0.2

KennyS
KennyS – Salah satu best sniper sejak era CS 1.6

Banyak nerf memang cukup memorable dan merubah drastis lanskap dari suatu game. Kenny “KennyS” Schrub (CS:GO) mengaku pasca nerf terhadap sniper di CS:GO, ia sempat kehilangan kepercayaan diri terhadap skill-nya menggenggam sniper rifle terutama AWP.

Di Dota 2, lanskap pertandingan berubah total pasca patch setelah The International 2013.

Alliance jaman TI3 menjadi salah satu tim yang gagal beradaptasi terhadap nerf yang dilakukan terhadap hero-hero favorit mereka. Mereka pun mengalami krisis dan hanya membuahkan prestasi minimal sepanjang 2013-2014.

Lone Druid, Nature’s Prophet, Magnus, Batrider, Alchemist, dan hero-hero lain yang dibawa Alliance ke meta TI 3 di-nerf besar-besaran setelah kompetisi berakhir. Loda, S4, AdmiralBulldog, EGM, Akke atau Original Alliance (2013-2016) tidak pernah sama lagi setelah nerf itu.

Tim Alliance pada saat itu memang sangat dominan dan menakutkan namun mereka juga bisa dibilang tim spesialis. Mereka menjadi mengerikan jika mendapatkan hero-hero tertentu dan di situlah patch dapat merubah total peta competitive scene.

Akke adalah spesialis Chen. EGM terkenal dengan skill Io nya. AdmiralBulldog? siapa pemain Dota 2 yang tak tahu Lone Druid, Nature’s Prophet, dan Clockwerk dari Bulldog? S4 juga sempat memiliki sejumlah julukan seperti Son of Magnus, Best Batrider, Best Puck.

Sedangkan Loda mungkin pemain yang paling fleksibel dalam Alliance karena menguasai banyak carry, dari mulai farm-heavy carry macam Spectre dan Anti-Mage atau space-making carry seperti Slardar dan Clinkz.

Bukan mereka tidak bisa memainkan hero lain, namun mereka adalah yang terbaik di hero tertentu di versi patch tadi. Sayangnya, saat hero terbaik mereka menurun, fans berat Dota 2 tentu tahu apa yang terjadi.

Alliance
TI 3 Alliance mempunyai hero pool yang luas namun mereka tetap spesialis

Developer seolah-olah mengontrol takdir gamer profesional dan competitive scene. Karena bagaimanapun, mereka mempunyai hak untuk melakukan nerf dan balancing berdasarkan statistik yang mereka lihat dan juga bagaimana perkembangan meta; yang bukan hanya di professional scene namun juga untuk casual players (yang bermain game untuk bersenang-senang).

Dari perspektif nerfing memang muncul banyak implikasi yang menyatakan bahwa karir seorang gamer profesional biasanya bisa meredup jika mereka gagal beradaptasi terhadap versi patch baru.

Lalu apa itu Buff? 

Buff adalah lawan dari nerf. Jika nerf mengurangi efektivitas dan nilai dari satu elemen dari game, maka buff meningkatkan nilai dan efektivitas elemen tadi. Secara sederhana, buff meningkatkan value dari satu elemen game dibanding patch sebelumnya.

Berbeda dengan nerf, buff biasanya disikapi lebih positif; mengingat buff biasanya membuka kemungkinan untuk hal baru seperti inovasi dalam meta. Optimisme dan juga proses pencarian meta biasanya menjadi hal yang membuat buff lebih menarik dibanding nerf.

Proses theorycrafting dan pencarian strategi yang paling cocok digunakan untuk satu player atau tim menjadi proses tersendiri yang menarik dan membuat esports mempunyai banyak storyline yang kuat. Good team follows the meta, great team creates the meta

Salah satu contoh buff yang paling terlihat misalnya bagaimana Valve di CS:GO seolah mendorong senjata yang kurang populer dan dianggap terlalu mahal, Negev, agar menjadi senjata yang viable dan digunakkan oleh banyak orang dengan menurunkan harga, menambah akurasi, dan melakukan perbaikan yang signifikan.

Negev
New Negev – Recoil besar, damage menengah namun rate of fire tinggi, ammo banyak dan harga murah?

Dalam Overwatch, beberapa buff dilakukan berdasarkan kemampuan suatu hero pada saat defense dan bagaimana ia berkontribusi dalam offense. Winrate juga menjadi salah satu faktor yang cukup kuat dalam bagaimana developer melakukan balancing dengan buffing: elemen yang lemah dan tidak populer akan berusaha diangkat dengan buff tertentu.

So what?

Di sinilah pentingnya memahami mengapa buff dan nerf sangat krusial dalam competitive scene. Game yang balanced dan kompetitif bisa bertahan lebih lama. Game-game seperti Super Smash Bros, Street Fighter, dan Dota bisa bertahan lama karena para developernya rajin merombak game melalui balancing dan inovasi.

Counter-Strike sempat terseok-seok pada masa transisi ke CS:GO dan juga kritisi besar dari komunitas karena lambatnya Valve dalam merespon tanggapan komunitas.

Competitive game hidup bukan hanya karena developer dan publisher namun juga karena komunitas dengan passion besar terhadap game yang mereka mainkan.

Orang-orang akan mengeluh saat satu hero overpowered atau pistol yang damage-nya terlalu besar namun, karena mereka mempunyai passion, keluhan ini tidak membuat mereka meninggalkan game. Mereka meminta developer untuk setidaknya lebih peduli pada game yang mereka cintai, dengan patchbuffs, dan nerfs.

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.