in , , ,

[Esports Industry] Tren Brand Ambassador di Tim Esports Indonesia, Efektifkah?

Brand ambassador tim esports Indonesia. Sumber: RevivalTV

Tidak bisa dipungkiri ranah esports membawa daya tarik bagi semua orang. Perkembangannya yang pesat membuat esports yang awalnya fokus hanya di pemain yang bertanding harus berbenah di berbagai aspek, salah satunya promosi tim.

Image Courtesy: ESL

Dengan melakukan promosi tim, baik fans maupun orang awam bisa mengetahui siapakah tim tersebut, divisi apakah yang mereka punya, dan berbagai prestasi yang dimiliki. Di kalangan tim esports Indonesia salah satu cara promosi tim adalah menggunakan brand ambassador.

Brand ambassador merupakan seseorang yang menjadi wajah perusahaan yang mereka wakilkan. Jika dalam tim esports tentu saja mereka mewakili tim. Dengan esports yang semakin berkembang, menggunakan jasa BA tentu merupakan hal yang wajar demi promosi tim.


Awal Mula Tren BA di Tim Esports Indonesia

Sumber: Kimi Hime Fanpage

Bisa dikatakan awal mula tren penggunaan kata BA datang dari EVOS Esports dengan mererkut Kimberly “Hime” Ku pada bulan Maret 2017.

Meski EVOS Esports saat itu tergolong tim esports baru di Indonesia, namun mereka sudah memiliki prestasi dari divisi Dota 2. Yansen Wijaya yang juga Community Manager EVOS  Esports memberikan alasan mengapa EVOS memakai jasa BA.

Sumber: EVOS Esports

“EVOS tertarik memakai BA karena awalnya kita memang merasa scene esports di Indonesia bakal maju banget dan terbukti dengan meledaknya esports di tahun 2017 dan 2018 ini.

Jadi EVOS memutuskan untuk rekrut BA agar meningkatkan brand awareness EVOS ke masyarakat. Tugas BA di EVOS adalah membawa nama EVOS kemanapun dan kapanpun, misalnya pergi ke MSC kemarin atau event-event lainnya juga. Selain itu BA juga sebagai mukanya EVOS,” katanya.

Sumber: EVOS Esports

Bagaimana kriteria EVOS untuk menentukan BA? “Kalau kriteria sih gak ada kriteria spesifik kayak harus gamers atau dari kalangan game. Yang penting bisa kerja sama aja, hehehe.” katanya.

Sayang, hubungan EVOS dengan Hime tidak bertahan lama, namun mereka bisa segera langsung menemukan BA baru yaitu Anastasia Angelica atau akrab disapa Angel. Sampai saat ini, Angel masih menjadi BA untuk EVOS.

Yuyu Soeteja, BA Recca Esports. Sumber: Recca Esports Fanpage

Tidak hanya EVOS saja, tim esports Indonesia yang terkenal di divisi CS:GO yaitu Recca Esports juga memakai jasa BA yang resmi diluncurkan pada Agustus 2017. Wanita itu bernama Yuyu Soeteja yang sampai sekarang masih menjadi BA Recca Esports.


Mewabahnya Tren Brand Ambassador Tahun 2018

Sumber: Cindy Monika Fanpage

Memasuki 2018, meroketnya popularitas esports dengan kehadiran turnamen nasional yang semakin bertambah.

Ditambah kehadiran turnamen internasional di Indonesia seperti MSC 2018 dan GESC: Indonesia Minor membuat tim esports semakin sadar akan brand-nya.

Kehadiran BA tentu diperlukan untuk membuat mereka lebih mudah memperkenalkan tim di masyarakat. Jika kamu melihat wawancara kami dengan Giring Ganesha selaku Presiden IESPL, dia pernah mengatakan semakin banyak tim esports yang sadar akan sosial media.

Sofie Meifaliani (kiri) dan Elaine Hartanto, BA The Prime Esports. Sumber: The Prime Fanpage

Jika dilihat beberapa tim esports di Indonesia tidak hanya menggunakan satu BA bahkan ada yang sampai lebih. Contohnya ada Rex Regum Qeon dan The Prime Esports yang menggunakan dua BA di tim mereka.

Dua pun rupanya belum cukup, sampai-sampai ada tim yang memakai tiga BA yaitu Alter Ego eSports. Manajer Alter Ego, Daniel Chen mengatakan alasan pastinya sebenarnya tidak ada. “Ya cuma anggap aja biar lebih bisa menyegarkan pemain-pemain kita, hahaha. Kalau BA-nya cuman 1 nanti rebutan dong.

Real Madrid Hadirkan Esports Arena di Konsep Stadion Santiago Bernabéu

Kebetulan kita juga menyediakan tempat buat orang-orang yang cinta esports khususnya cewek yang bisa dibilang jarang bisa menjadi pro player. Tetapi Alter Ego kasih kesempatan mereka untuk nyemplung di dunia esports tanpa harus menjadi player,” ujar sang manajer.

Kiri (Sabila dan Christi), Kanan: Grace Sumber: Alter Ego Fanpage

Siapa sajakah para BA di Alter Ego? Mereka adalah Grimonia Martha Graciela atau akrab disapa Grace yang resmi menjadi BA di bulan Mei 2018. Disusul dengan Sabila “BELANOVA” Aprilia dan Christi “Kity” yang sama-sama resmi menjadi BA Alter Ego pada bulan Juli 2018.

BACA JUGA: BOOM ID Wakili Indonesia di PVP Esports Championship 2018!

Saat ditanya alasan memilih ketiga BA ini, Daniel mengaku mereka berasal dari latar belakang yang beda-beda. “Untuk Sabila kebetulan dia pernah beberapa kali menjadi MC di beberapa event besar seperti IGC dan opening IESPL di Pullman. Nah, kalau Grace dan Christy kebetulan mereka adalah jebolah salah satu idol grup di Indonesia.

Jadi kita mau coba buat warna baru di industri esports ini. Kalau kelebihan Grace dan Christy ya pasti di bidang nyanyi dan dance ya, hehe” katanya.

Alter Ego saat mengikuti PBNC 2018 Sumber: Alter Ego Fanpage

Bagaimana untuk kriteria pemilihan BA versi Alter Ego? “Yang pasti kita juga lihat mereka bertiga memang niat untuk masuk ke dunia esports dan mau ikut buat majuin esports di Indonesia juga.

Efeknya orang-orang semakin mudah mengenal Alter Ego dan tak hanya itu BA juga menjadi mudah mengenal Alter Ego. Selain itu mereka juga bisa menjadi penyemangat buat pemain-pemain di tim kami.

Sumber: Elite8 Esports

Kalau kriteria sih yang terpenting niat, ingin berkembang di dunia esports, dan paling penting ga boleh toxic apa lagi sebagai BA. Sisanya ya kelebihan masing-masing individu,” katanya.

Namun ada juga tim esports yang tidak memakai BA, contohnya ada BOOM ID. Meski sebelumnya mereka pernah memakai BA dengan kehadiran Kimberly Hime. Namun mereka sudah tidak memakai jasa BA lagi sampai sekarang. Lalu, apa alasan di balik keputusan tim ini?

Sumber: BOOM.ID Fanpage

Ahmad Ichsan yang juga Community Manager BOOM ID menjelaskan bahwa semua orang di BOOM ID merupakan BA. “Karena kan tujuan BA bikin tim dikenal.

Kita ingin dikenal karena prestasi, kalau secara sebut saja “cewek” yang di frontline gitu yaitu Patricia “Ephemerald“. Dia front-nya dari tim kreatif BOOM,” katanya. Selain bergabung di tim kreatif, Ephe juga menjadi streamer di tim yang memiliki tagar #hungrybeast ini.


Seberapa Efektifkah Kehadiran Brand Ambassador?

Bagaimana dari segi tim, apakah kehadiran BA bisa membawa dampak besar bagi mereka? Saya memilih bertanya kepada Christopher Djaja, CEO/Owner dari Aura Esports.

Bagi yang belum tahu, mereka mempunyai divisi Mobile Legends, Fortnite, dan yang paling dikenal CS:GO yang memasukkan dua pemain dari Vietnam. Salah satu tim esports yang bisa dibilang baru di Indonesia, namun hadir dengan penuh prestasi.

Ngobrol dengan Manajer Aura Esports tentang Kehadiran Roster ex-TEAMnxl>

“Jangan dilihat dari sisi followers saja, kalau begitu saya bisa mengambil siapa saja. Pengaruh dari brand ambassador adalah dukungan untuk membangun brand image bagi tim.

Ketika ada acara, dia bisa menghubungkan dengan fans dan saat kami membutuhkan untuk membuat konten, dia menjadi muka dari Aura Esports.

Sumber: Aura Esports

Kami melakukan investasi untuk mencari orang yang tepat untuk bisa mewakili dan tumbuh bersama kami, karena kami ingin menjadi esports brand di Asia Tenggara.

Nona punya great personality dan bisa memberikan bukti kalau gaming atau esports bukan untuk laki-laki saja. Selain itu dia orangnya asik dan peduli seperti keluarga Aura,” katanya.

Bagaimana dengan nasib BA itu sendiri? Menurut Angel yang juga BA EVOS, dia mengaku tidak menyangka bisa dikenal seperti sekarang.

“Kalau sekarang sih udah banyak yang tahu, follower jadi nambah banyak, terus juga ada endorse. Pokoknya terima kasih banget buat EVOS,” kata cewek yang sempat menjadi SPG ini.

Sumber: EVOS Esports

Lain lagi dengan Irliansyah Wijanarko, Chief Growth Officer Revival TV. Menurutnya kehadiran BA justru menunjukkan esports sudah semakin maju.

“Ditambah lagi mayoritas dari viewer esports datang dari kaum adam dari usia 18-25 tahun. Kehadiran BA sebenarnya hampir sama dengan sales promotion yaitu memperkenalkan produk/tim.

Meski begitu pada dasarnya semua pemain di tim esports juga BA. Contoh saja tim sepak bola, siapa BA-nya ya pemain itu sendiri,” tambahnya.

Tidak bisa dipungkiri dengan majunya esports, peran BA bakal sangat vital untuk memajukan tim ataupun esports itu sendiri.

Namun jangan lupa, tidak hanya peran cewek-cewek cantik saja yang menjadi BA namun juga pemain itu sendiri yang menjadi ujung tombak di tim esports.

Brand Ambassador RevivalTV, wkwk. Sumber: RevivalTV

Karena dari para pemainlah tim esports bisa berjalan dan orang bisa mengetahui lebih dalam mengenai tim. Lagi pula, RevivalTV juga punya kok brand ambassador yang kondang dan terkenal, siapa lagi kalau bukan Mba Benti, wkwk.

Diedit oleh Yubian A. Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…