in ,

In-Depth: Analisa Region dari Para Peserta Dota Pro Circuit

Tahun 2017 sudah berakhir. Begitu pula dengan turnamen Dota 2 yang diakhiri dengan Dota Pit Season 8 yang akhirnya dimenangkan Virtus Pro. Setelah turnamen tersebut, beberapa tim ada yang mengikuti kualifikasi turnamen dan ada juga yang memutuskan untuk istirahat sejenak.

Setelah TI7, Valve memutuskan untuk memasukkan Dota Pro Circuit yang merupakan rangkaian turnamen selama tahun 2017 sampai menjelang The International 2018. Semua turnamen Dota Pro Circuit memakai format enam kualifikasi dari setiap region yaitu SEA, Eropa, CIS, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Cina.

Sejauh ini sudah ada delapan turnamen yang berjalan, enam turnamen minor dan dua turnamen major. Bagaimanakah performa tim dari setiap region yang mengikuti? Berikut analisanya.

Region Eropa

Sejauh ini region ini memimpin dari perolehan klasemen dengan total empat tim yang mengikuti. Mereka adalah Team Secret, Team Liquid, OG, dan Team Kinguin Uniknya semua tim dari region sudah mendapatkan poin Dota Pro Circuit. Saat ini region Eropa memimpin klasemen sementara Dota Pro Circuit dengan total poin 7020.

Angka tersebut tidaklah heran mengingat region Eropa sendiri sudah menjuarai 4 turnamen yaitu SL i-League Invitational Season 3, AMD SAPPHIRE DotaPit League, DreamLeague Season 8, dan MDL Macau.

Ditambah Team Secret maupun Team Liquid, ketiga tim asal Eropa ini berada di top 3. Team Liquid yang merupakan juara TI7 bisa dipastikan selalu mendapatkan direct invite selama 2017 kecuali DreamLeague Season 8 yang tidak memakai direct invite.

Sedangkan Team Secret saat ini berada di peringkat pertama klasemen Dota Pro Circuit. Apalagi dengan kemenangan mereka di turnamen major yaitu DreamLeague Season 8, tentu menjadikan tim ini tidak perlu bersusah payah melalui jalur kualfikasi.

Memasuki 2018, mereka sudah mengikuti 7 turnamen berturut-turut! Tentu kesempatan emas bagi Puppey dan kawan-kawan untuk bisa meraih banyak poin.

OG sendiri bisa dikatakan telat panas jika dibandingkan dengan Team Secret dan Team Liquid. Namun dengan juaranya mereka di MDL Macau menjadikan mereka kembali diperhitungkan. Saat ini mereka berada di peringkat delapan.

Sedangkan tim lain yang mendapatkan poin adalah Team Kinguin. Pencapaian mereka terbilang mengejutkan di setiap turnamen yang mereka ikuti. Bagaimana tidak, di Perfect World Masters mereka meraih peringkat 5-6 dan akhirnya mendapatkan poin di DOTA Summit 8 dengan meraih peringkat 3-4. Tentu menarik untuk ditunggu akankah Team Kinguin bisa mengganggu persaingan klasemen saat ini.

Selain keempat tim tersebut, menjelang 2017 berakhir ada PENTA Sports dan Planet Dog yang menjalani debut turnamen Dota Pro Circuit yaitu ESL One Genting 2017.

Secara keseluruhan persaingan baru menarik ketika tidak ada Team Secret dan Team Liquid di kualifikasi mengingat OG sendiri sedikit kesulitan untuk lolos turnamen. OG gagal lolos ke ESL One Genting setelah dikalahkan oleh PENTA Sports di babak penentuan.

2. Region CIS

Region ini berada di peringkat kedua klasemen dengan total poin 3015. Dua tim yang berhasil mendapatkan poin adalah Virtus Pro dan Natus Vincere. Saat ini VP berada di peringkat kedua dan NaVi berada di peringkat kesembilan.

Namun dengan dominasinya region Eropa, hanya VP saja yang mampu bersaing dengan tim-tim tersebut. VP sendiri sudah berhasil menjuarai ESL One Hamburg yang merupakan turnamen major. Meski sempat memakai stand-in namun mereka masih bisa menjuarai Dota Summit 8. Tentu menarik kita tunggu bagaimana VP kedepannya.

Sedangkan NaVi, meski sempat lolos ke dua turnamen awal namun mereka kesulitan untuk mendapatkan poin karena penyesuaian roster baru. Mereka akhirnya mendapatkan poin di DreamLeague Season 8 dan MDL Macau.

Bagaimana dengan tim CIS lain? Baik NaVi maupun VP begitu mendominasi di kualifikasi turnamen. Ketika kedua tim tidak ada justru persaingan tim CIS lain seperti Team Empire, Vega Squadron, dan Team Spirit memperebutkan jatah kualifikasi.

Ketiga tim sudah pernah lolos ke turnamen Dota Pro Circuit. Vega mengikuti Perfect World Masters. Empire lolos ke Captain Draft 4.0 dan SL i-League Invitational Season 4. Sedangkan Team Spirit lolos ke Galaxy Battle Season 2.

3. Region Cina

Dibandingkan dengan region Eropa dan CIS, region ini bisa dibilang menurun jika dibandingkan Eropa dan CIS. Sudah ada 4 tim yang mendapatkan poin yaitu Newbee, Vici Gaming, LGD.FY, dan LGD Gaming. Total poin yang didapat mencapai 1912.5.

Newbee saat ini berada di peringkat kelima Dota Pro Circuit. Meski begitu tim ini sempat pulang duluan saat SL i-League Invitational Season 3. Sccc dan kawan-kawan akhirnya bisa bangkit dan meraih peringkat pertama di Perfect World Masters.

Vici Gaming meraih hasil yang lumayan dengan meraih dua kali runner up di dua turnamen. Namun setelah Perfect World Masters mereka tidak pernah ikut lagi karena tidak lolos kualifikasi. Meski begitu di 2018 mereka lolos ke 3 turnamen.

LGD.FY meraih peringkat ketiga saat Perfect World Masters. Sedangkan saudaranya LGD mendapatkan poin di PGL Open Bucharest. Sayangnya LGD yang lebih banyak ikut turnamen harus meraih hasil di luar 4 besar.

Tim lain yang mengikuti turnamen adalah Keen Gaming dan VG.J Thunder. Khusus Keen Gaming, lolosnya mereka ke turnamen major terbilang mengejutkan.

Persaingan yang begitu ketat dan jarangnya tim Cina yang mendapatkan direct invite menjadi penyebab terpuruknya mereka. Selain itu, selama 2017, baru satu turnamen yang diadakan di Cina. Menarik ditunggu apakah tim dari region Cina bisa comeback di 2018.

4. Region SEA

Region kesayangan kita semua ini mendapatkan total poin 1192.5 dari 3 tim yaitu Mineski, TNC Pro Team, dan Fnatic.

Mineski sempat mengejutkan di awal turnamen dengan berhasil menjuarai PGL Open Bucharest dan peringkat kedua di SL i-League Invitational Season 3. Sayangnya persaingan ketat di region SEA membuat mereka tidak bisa mendapatkan poin tambahan. Namun memasuki 2018 mereka berkesempatan menambah poin dengan lolos ke 4 turnamen.

Fnatic bisa dikatakan tim yang beruntung dengan mengikuti dua turnamen dan menggantikan tim yang tidak bisa mengikuti. Sayangnya mereka selalu meraih hasil di peringkat bawah. Kedatangan Abed membawa angin segar dengan akhirnya berhasil mendapatkan poin di Dota Summit 8. Meski begitu resikonya mereka mendapatkan poin lebih rendah karena melakukan pergantian pemain.

TNC Pro Team sendiri sempat meredup karena persaingan antara Mineski dan Fnatic di kualfiikasi. Meski begitu mereka akhirnya mendapatkan poin dari turnamen pertama yang mereka ikuti yaitu MDL Macau.

Selain tiga tim ini, belum ada satupun tim SEA yang lolos ke main event. Happy Feet sebenarnya lolos ke ESL One Hamburg. Namun sayangnya karena kendala visa mereka tidak bisa hadir.

5. Region Amerika Utara

Amerika Utara bisa dikatakan selalu bertumpu di Evil Geniuses. Terbukti saat ini mereka berada di peringkat ke lima di Dota Pro Circuit. Sayangnya EG sendiri tidak pernah menjuarai turnamen di Dota Pro Circuit.

Bahkan mereka juga harus mengganti pemain dan beresiko berkurangnya poin yang mereka dapatkan. Meski begitu mereka tampaknya santai saja karena sudah mendapatkan direct invite di 5 turnamen Dota Pro Circuit.

CompLexity sendiri sebenarnya berpotensi melakukan kejutan di turnamen. Terbukti mereka bisa mendapatkan poin di dua turnamen. Sayangnya persaingan di kualifikasi Amerika yang begitu ketat membuat mereka kesulitan lolos ke turnamen.

Tim lain yang mendapatkan poin adalah Immortals yang berisikan QO dan kawan-kawan. Mereka mendapatkannya dari peringkat keempat di PGL Open Bucharest.

Selain ketiga tim tersebut masih ada VG.J Storm dan OpTic Gaming yang juga lolos ke turnamen Dota Pro Circuit namun belum mendapatkan poin.

6. Region Amerika Selatan

Region ini bisa dikatakan paling ngenes dibandingkan region lain karena dianggap sebagai pelengkap. Bagaimana tidak mereka belum pernah sekalipun mendapatkan poin di turnamen Dota Pro Circuit.

Sejauh ini sudah ada empat tim yang pernah mengikuti turnamen yaitu SG e-sports, Sacred, Infamous, dan pain Gaming. Namun sejauh ini SG e-sports dan Infamous lebih sering lolos ke turnamen Dota Pro Circuit.

Kurangnya pengalaman mengikuti turnamen internasional dan kurangnya turnamen di Amerika Selatan menjadi penyebab mereka tidak bisa mendapatkan poin.

Selain itu pengalaman juga berbicara mengingat dulu region ini menjadi satu dengan Amerika Utara dan kebanyakan yang lolos berada di Amerika Utara. Meski begitu bukan tidak mungkin region ini bisa meraih poin untuk turnamen di 2018. Buktinya SG e-sports berada di peringkat 5-6 di dua turnamen.

Tentu dengan memasuki tahun 2018 semakin banyak turnamen yang akan diadakan untuk menuju TI8. Tim Indonesia sendiri berpeluang untuk lolos ke turnamen Dota Pro Circuit dengan kehadiran Pondok Gaming Barracx di wildcard Galaxy Battle Season 2.

Diedit oleh Yabes Elia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…