in ,

In-Depth: Melihat Potensi 4 Hero jadi Meta di 7.07c

7.07 menjadi salah satu patch yang terbesar sepanjang perjalanan Dota 2. Bukan hanya karena Dueling Fates Update namun juga perubahan yang cukup signifikan terhadap berbagai mekanik dalam game, talent tree, rework beberapa hero dan juga perubahan map yang berpengaruh pada rotasi, membuat semua pemain harus melakukan adaptasi.

Dueling Fates Update
Selain 2 hero baru, munculnya beberapa mekanik baru membuat player harus membiasakan diri dengan perubahan yang cukup signifikan.

Selain itu adanya bonus mango untuk daily hero, ataupun TP Scroll yang sudah ada di inventory sejak sebelum horn membuat tim lebih berani untuk melakukan contest terhadap first bounty rune tanpa khawatir harus berjalan jauh untuk kembali ke lane mereka ini karena adanya TP gratis dari awal game.

Lalu mari kita bicara soal hero-hero yang mulai kembali muncul dan siap untuk duduk di meta baru, setidaknya hero-hero yang sukses di public matchmaking dan sudah diujicoba oleh beberapa tim pro.

Untuk bracket 1k-2k-3k sendiri, meta hero mungkin tidak berpengaruh signifikan karena kadang ada beberapa cara khusus untuk menang di skill bracket tersebut yang mungkin jauh berbeda dibanding meta di 5k+ skill bracket dan pro scene.

Mango Bay

Hero-hero ini di bawah ini adalah beberapa hero pamornya akan naik drastis dalam beberapa waktu ke depan, atau setidaknya selama patch 7.07c

Storm Spirit

Raijin Thunderkeg siap

Sudah melihat video Miracle- jump dengan Storm Spirit tapi mana-nya hanya berkurang sedikit? How’s that balance?

Storm Spirit tidak banyak berubah sejak patch 7.06. Namun Perubahan terhadap sistem mana regen, item baru membuatnya menjadi salah satu top hero di 7.07b-c, terutama melawan lineup yang tidak mempunyai early game power dan instant disable.

Storm merupakan satu mid hero yang bisa snowball sangat kuat jika bermain di lineup melawan musuh dengan disable minimal. Kelemahan Storm saat ini mungkin hanyalah laning stage dan strong disable atau hard CC.

Storm adalah masalah untuk tim manapun. Salah satu alasan kembalinya Storm Spirit menjadi top priority adalah item baru, Kaya.

Kaya membuat Storm Spirit bisa bermain agresif sejak mid game. Dan membuatnya semakin menakutkan di late game. OSfrog

Kaya di Storm Spirit membuat Storm mempunyai midgame power yang tinggi: seolah-olah Storm terus menerus mempunyai Arcane Rune dan juga menambah damage output dari spell yang ia miliki secara keseluruhan.

Di patch ini, Storm Spirit sendiri menjadi salah satu hero yang mendapatkan keuntungan tersendiri dari sistem Health point regen dan mana regen baru. Banyak pemain mulai beralih orientasi dari build farming yakni rush Bloodstone ke build yang membuat Storm Spirit bisa fight sejak early-game yakni : Power Treads, Magic Wand, Bottle, lalu Kaya.

Banyak yang mengeluhkan bagaimana Storm Spirit dengan 14 minutes Kaya mempunyai power yang sama seperti Storm Spirit dengan 14 Minutes Bloodstone, meskipun harga item yang jauh berbeda, Sejauh ini build Kaya lebih dahulu dinilai lebih cost-efficient dibanding build Bloodstone lebih dahulu.

OpTiC Gaming menjadi salah satu tim yang menaruh prioritas kepada Storm Spirit, banyak tim melakukan ban atau mengambil Storm Spirit lebih dulu dari OpTiC.Meskipun kesulitan di laning stage, CCnC berhasil comeback dengan luar biasa di game ini.

Kaya adalah item yang sangat cost efficient, mengingat Storm adalah hero yang sangat diuntungkan dengan extra magic damage dari spell amp dan mana cost reduction. Storm Spirit nampaknya akan comeback menjadi top priority pick dan kembali menjadi hero yang menakutkan.

Kaya Rush Storm Spirit
Freeze, midlaner dari Vici Gaming Potential memilih rute tanpa Bloodstone sama sekali, dan Heavy disable.

Beberapa pemain melakukan eksperimen itemization yang menarik dengan Storm Spirit. CCnC dari OpTiC Gaming misalnya tetap build Bloodstone setelah Kaya. Farm rate Storm bisa jadi begitu tinggi di game tertentu sehingga ia dipaksa bermain pasif dan farming-oriented. Atau Freeze, midlaner dari Vici Gaming Potential, justru memilih bermain tanpa Bloodstone, dan menjadi playmaker dengan item disable seperti Orchid Malevolence dan Scythe of Vyse.

 

Kapan Pick Storm :

  • Saat musuh tidak mempunyai Hard Long Range Instant Disable/Silence (Lion/Shadow Shaman Hex, Beastmaster Roar, Rubick Telekinesis, Earth Spirit Magnetic Grip Silence, Global Silence) Solusi : Linken’s Sphere.
  • Saat tim harus melawan Split pushing hero seperti Tinker, Nature’s Prophet, Beastmaster.
  • Saat Tim butuh midlaner yang menghasilkan burst magic damage.
  • Melawan Midlane matchup yang seimbang/menguntungkan Storm : Untuk patch ini, Dragon Knight, Outworld Devourer, Zeus, Alchemist,Tinker.
  • Gap close dan Jump ke hero-hero musuh yang berada di backline pada teamfight : Dazzle, Sniper, Oracle, Arc Warden, Crystal Maiden,Omniknight, Invoker.

Jangan Pick Storm :

  • Sebagai First Pick
  • VS Anti Mage, situasional. Matchup akan seimbang jika Storm Spirit bisa lebih farm dari Anti-Mage Sebelum AM mendapatkan Manta Style.
  • Melawan hard lockdown dan banyak catch, Global Silence, Lion, Shadow Shaman, Beastmaster.
  • 1v1 mid melawan mid hero yang mendominasi Lane : Queen of Pain, Lina, Viper, Pugna, Shadow Fiend (setelah mendapatkan lebih dari 16 souls), Puck.
  • Melawan tanky lineup.
  • Melawan support dengan Root sebagai disable, Oracle, Crystal Maiden, Treant Protector, Natural Rod of Atos carrier (Skywrath Mage, Death Prophet, Visage)

Medusa

Jacky “EternaLEnVy” Mao, menjadi salah satu player yang mendorong Medusa untuk kembali ke meta karena sangat cocok untuk playsty;e Fnatic.

Medusa menjadi salah satu hero yang membuat Fnatic menang melawan Mineski di babak South East Asia Qualifier untuk Summit 8. EternaLEnVy yang punya signature build Mask of Madness Medusa justru memilih Ring of Aquilla, Phase Boots, Magic Wand dan Force Staff saat melawan Fnatic kemarin.

Memilih mobility lebih dahulu untuk melawan Sven, Abed bermain cerdas dengan Tinker dan berhasil delay game selama mungkin sehingga Envy menjadi monster di late game, ciri khas Medusa.

Medusa dan Tinker cocok untuk bermain di satu tim yang sama, kedua hero dapat berbagi farm tanpa berbenturan satu sama lain, Medusa dan Tinker 2 hero yang sangat cocok untuk playstyle Fnatic Dota yang kerap bermain super late game. Namun perlu dibarengi 3 hero yang bisa mencari pick-off dan membuat space hingga medusa mendapatkan level dan 4 core items.

Medusa menjadi salah satu kandidat kuat hero yang akan banyak muncul, Medusa merupakan salah satu ranged hard-carry yang menjadi counter alami untuk hero dengan banyak summons atau illusions, seperti Beastmaster, Lycan, Terrorblade, Chaos Knight dan Broodmother.

Medusa sempat menurun pamornya karena dirasa kurang efektif dibanding carry lain yang bisa melakukan solo kill dan juga pick-off. Medusa selalu kesulitan untuk mendapatkan solo kill, rasanya percuma menggunakan ultimate Medusa (Stone Gaze) untuk membunuh 1 Hero.

Selain itu, sebelum Medusa mendapatkan 3/4 Core item, teamfight presence dan juga damage output-nya minim. Maka dari itu, umumnya Medusa dimainkan di lineup 4-protect-1 dengan Medusa farming hingga 4/5 core items lalu fight pada situasi yang tepat.

Kembalinya medusa di 7.07b barangkali karena talent Medusa yang berubah dan mendorong Medusa untuk menjadi sangat kuat di long game, terutama di level 20 dan 25.

Winrate yang meningkat tajam pasca 7.07b menjadi bukti tersendiri. Yang lebih mengejutkan adalah di tengah meningkatnya popularitas Anti-Mage, justru medusa muncul sebagai salah satu hero yang kembali populer. Anti-Mage dikenal sebagai counter alami Medusa.

Pada patch 7.06, banyak tim gagal mengoptimalkan Medusa selain talent yang cenderung kurang istimewa. Pasalnya, meskipun hero ini tanky, ia akan kesulitan dalam mendapatkan solo-kill.

Medusa umumnya dimainkan di lineup yang mempunyai banyak teamfight atau hero lain yang dapat teamfight 4v5 dan memberikan waktu agar Medusa dapat farm-up, seperti Tinker, DP, DK, atau Storm.

Kembalinya Medusa juga menandai meta 4-protect-1 akan kembali. Strategi ini membuat salah satu tim akan menghindari full teamfight dan bermain pick-off (mencari easy kill dan tidak full 5v5 teamfight). Tim lawan biasanya menjawab strategi ini dengan Carry yang mempunyai farm rate yang lebih cepat atau lineup agresif karena Carry mereka tidak butuh banyak item untuk tetap efektif.

Hero seperti Clinkz, Ursa, Weaver umumnya bisa jadi jawaban bermain melawan Medusa. Kemampuan hero-hero ini untuk bermain aktif tanpa banyak item dan juga menghasilkan solo kill, menjawab masalah melawan Medusa. Clinkz, misalnya, tidak sungkan untuk invade jungle tempat Medusa farm dan bahkan bisa melakukan pressure terhadap Medusa sepanjang permainan.

Item choice untuk Medusa tidak terpaku pada Linken, banyak pemain justru memilih BKB dan Hurricane Pike sebagai defensive item agar Medusa bisa head-2-head dengan hero seperti OD, Anti-Mage dan Mana burner lainnya.

Gyrocopter

Gyrocopter kembali, terror from above.

Gyrocopter mulai kembali dilirik oleh banyak professional team sebagai Hard Carry dan Mid. Potensi Gyro nampaknya mulai terlihat kembali setelah mati suri hampir 2 tahun lamanya.

Ia baru kembali kelihatan batang hidungnya setelah terakhir populer di The International 5 dan Frankurt Major. Sebagai statistik, Gyrocopter hanya di-pick 189 kali di professional dan premium level tournament sepanjang patch 7.00-7.07c. Untuk perbandingan, Queen of Pain di-pick sebanyak 823 kali.

Gyrocopter adalah salah satu Hard-Carry terlupakan.

Gyro menjadi prioritas beberapa tim di masa The International 2015 Hingga Frankfurt Major. Kelebihan Gyrocopter adalah kombinasi magical dan physical damage yang dapat terus relevan hingga late game, mobilitas yang tinggi karena movement speed, dan juga range attack yang terbilang cukup luas karena Flak-Cannon (skill ketiga gyro).

Kemampuan Gyro untuk berada di tengah-tengah teamfight dan memberikan kontribusi physical dan magical damage secara bersamaan menjadi keunggulan utama dari hero ini. Selain itu Flak-Cannon bisa membunuh support di backline jika physical damage gyro sudah cukup memadai.

Skill 2 dari Gyrocopter yang baru mempunyai cast point (cast yang lebih rendah) yang lebih sedikit.

Alasan kembalinya Gyro adalah cast point dan juga travel time untuk Homing Missile yang mendapatkan buff. Hal ini menyebabkan ada beberapa situasi dimana Gyro dapat menjadi playmaking mid dengan spam missile sebagai inisasi stun. Selain itu talent Homing Missile charges talent membuat Gyro mempunyai 3 roket untuk 3 kali Homing Missile.

KvH dari W4 memilih rute farming (max flak cannon) karena bermain safelane.

Di high level pub, Gyrocopter juga dimainkan di mid selain di safelane dengan build max Homing Missile. Dalam hal ini, kemampuan Gyrocopter dari segi damage dan stun menjadi kelebihan tersendiri. Beberapa pemain memilih memaksimalkan Rocket Barrage untuk Magic Damage dan yang lain mengambil rute farming dengan max Flak Cannons.

Gyrocopter Build dengan max q

Morphling

Morph
The Return of Water Man.

Morphling menutup daftar hero-hero yang akan kembali ke Meta di patch 7.07c. Alasannya sederhana: rework.

Attribute Change (Morph) sekarang tidak memakan mana dan ultinya bisa mendapatkan bonus damage dari ability hero lain yang memberikan hero damage atau bahkan stun. Morph jadi Chaos Knight? dapat stun. Jadi Terrorblade? Dapat Metamorphosis. Jadi Undying? Dapat Tombstone. Jadi Pugna? Dapat Nether Ward.

Morphling dapat menjadi salah satu hero yang digunakan untuk cheese strat, maka dari itu jangan kaget jika Morphling di-pick untuk counter terhadap hero seperti Terrrorblade atau Undying. Tombstone vs Tombstone akan sangat menarik untuk dilihat.

Masih banyak lagi hal-hal yang bisa dibentuk dari morphling yang mirip dengan hero baru.

Akhirnya

Itu tadi 4 hero yang berpotensi menjadi meta baru di patch ini. Apakah kalian setuju dengan pendapat dan analisa kami? Ada hero lain yang menurut kawan-kawan juga berpotensi jadi meta? Tuliskan komentar kalian dan alasannya di bawah ya.

Diedit oleh Yabes Elia

Written by Rudi Hartanto

Providing fresh insights and unique perspective in my piece(s).
Esports Historian. For discusion feel free to follow on twitter : @therudihartanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…