Pengalaman Salah Satu Mantan Manager Dota “aLoy” Di Dunia eSports Indonesia

Hi Sobat RevivaL hari ini kita mau mengulas pengalaman tentang salah satu mantan manager pada jaman nya kita share tentang postingan dia dan kebetulan menarik banget dan bisa kita jadikan inspirasi. Dia adalah Aloysius Adrian Handiman atau lebih dikenal dengan “aLoy” di nick Dota nya. Apa sih yang dia ceritain tentang sepak terjang nya di dunia eSports Indonesia? Yuk kita simak bersama.

Hal yang paling pertama, bagaimana aLoy menjadi manager tim Dota saat itu ?

Hal dasar itu dimulai ketika mulai menyukai game tersebut dan ingin mendalami seperti apa sih kompetisi lokal pada saat itu. Walaupun tidak sebagai pemain pro karena skill pas-pasan at least bisa merasakan atmosfir pertandingan pro pada saat itu.

Ngapain aja sih kerja manager tim Dota pada waktu itu ?
Kerjanya ngaturin jadwal latihan, daftarin turnamen (dulu turney LAN cukup banyak dan pada saat itu masih jarang turney online) ngeliatin mereka latihan, datengin beberapa turnamen LAN yang tim gw ga ikutin hanya untuk ngescout taktik musuh.

Dibayar berapa pada saat jadi manager ?
Dibayar juga engga haha, pada saat itu gw ngelakuin secara sukarela karena emang gw suka akan gamenya dan komunitasnya. Berkat di game itu juga, gw kenal banyak panitia turnamen dan juga pemain-pemain pro di indonesia pada saat itu, dan hebatnya beberapa pemain yang gw kenal ini sampai saat ini ada beberapa yang masih aktif untuk terus bercompetitive. pada waktu itu, Dota merupakan Game Competitive yang paling seru di Indonesia selain CS 1.6.
Banyak tim-tim yang berkompetisi menjadi yang terbaik, tim kuat yang aLoy inget pada jaman itu ?

Jakarta
eMpo (bram, dika, mike, viki, edimee, gun2, adit, cells, edwandy, teddy, titi, jimmy, yoko, kiki, martin, rampet, hendra, kris)
XcN (Lakuci, Ritter, StamX, Melen, Bahamut)
Fnatic (Lakuci, ritter, Koala, Bahamut, Melen)
Nitemare (almarhum hoho, Jojo, dkk)
Sanctuary/ScY (Gun2, Joe, Ack, dkk)
Ombak (Sumire dkk)
nxl> (Lakuci, Jimmy, Mihawkz, Rusher, Cells)

Bandung
Digi ulti (benclung, Horror, Luch, Warclarkson, Pheyz (CMIIW))

Surabaya
Rave (ko go djuan hok, irwan dkk)

Yogyakarta
NRM (Velo, Evo, Hazchel, Nicko, Minju)

Semarang
XT (bekti, ndutz, don juan dkk)
Infi (ErinSpencer, MikoSho, Nicz, Bonsai, Gravey)

Dan dulu tingkat competitive Dota kita termasuk bagus, setiap tim besar ini selalu adu taktik dan pada jaman itu tujuan kita yaitu jadi yang terbaik di Indonesia dan rintangannya harus ngalahin XcN/Fnatic terlebih dahulu
Sayangnya pada waktu itu juga kompetisi dota menurun karena terbagi dalam berbagai kasta (Pro, Semi Pro, Rookie) dan adanya ban list dari pro hingga semi pro.

Beberapa penyelenggara turnamen kecil selalu mengadakan turnamen Rookie. Karena ramainya peserta yang mendaftar. Sedangkan untuk para pemain pro, harus menunggu lama diadakan kompetisi turnamen open which is waktu itu adalah kompetisi tahunan semacam WCG, WGT, Indonesia best of the best, ESWC, dll

Dan juga pada waktu itu rata-rata pemain pro tidak digaji dan harus merogoh kocek mereka sendiri untuk daftar turnamen dan membeli equipment sendiri.
Ada juga yang membawa nama warnet (uang pendaftaran dibayarkan oleh warnet) dan pada saat itu organisasi game pada saat itu cukup minum, setau gw hanya XcN dan NxL waktu itu CMIIW.

Melihat dari jaman gw waktu itu, sebenernya skill kita ini sangat bersaing banget dengan negara-negara lain, ini terbukti dari tim XcN/Fnatic yang berbicara banyak di kompetisi internasional.
Sampai ada 1 – 2 orang pemain pro di luar Indonesia bilang kalau sumber insipirasi dia menjadi pro adalah dari tim XcN/Fnatic ini

Apakah kita akan berberbicara banyak untuk kompetisi games di tingkat internasional? jawabannya adalah bisa!
Tinggal bagaimana dedikasi kalian untuk one step lebih maju dari pesaing kalian.

Without dreams, we reach nothing. Without love, we feel nothing. And without championship, we earn nothing

Sorry for long post.. it’s kinda nostalgic to remember and seeing that our community become so big right now 🙂
Jaya Selalu eSports Indonesia!!

 

Gimana sobat RevivaL? pastinya bisa kita jadikan renungan bersama walau mempunya skill yang pas-pas an tapi jangan menyerah sob terus berpikir positif akan selalu ada cara untuk melakukan yang terbaik dan bisa memajukan dunia eSports tanah air. Kalo bukan kita siapa lagi? 🙂 see you next time guys~