Mengenal Lebih Dalam 3 Founder DotA

Andreas Tjhi

, Dota 2

Apakah kalian kenal dengan nama IceFrog? Tentu sebagian dari kalian pasti tahu. Ya, IceFrog adalah salah satu dari tiga orang yang mendesain game DotA pertama kali. Defense of the Ancients (DotA) adalah mod game online multiplayer untuk game Warcraft III: Reign of Chaos dan Warcraft III: The Frozen Throne, berdasarkan mapAeon of Strife” pada game StarCraft. Tujuan utama dari game tersebut adalah untuk menghancurkan ancient lawan, yang dijaga ketat dan terletak pada posisi yang berlawanan pada sudut map (The Sentinel yang berada dibagian sudut kiri bawah dan The Scourge yang berada disudut kanan atas pada map). Para pemain menggunakan unit-unit yang disebut dengan heroes, dan dibantu oleh hero satu tim lainnya dan prajurit yang dikendalikan oleh AI (Artificial Intelligence). Seperti pada game RPG, players meningkatkan level hero mereka dan menggunakan gold untuk membeli equipment untuk memenangkan game.

Warcraft III adalah game real time strategy yang dikembangkan oleh Blizzard Entertainment dan memiliki fitur “World Editor” dalam game yang memungkinkan pemain untuk membuat custom scenarios atau map untuk game mereka, yang bisa dimainkan secara online dengan pemain lain melalui Battle.net. Custom scenarios bisa berupa perubahan simple pada map, yang dimainkan seperti Warcraft biasa, atau mereka bisa membuat game baru dengan tujuan, units, items, dan events yang berbeda seperti DotA (Defense of the Ancients). Berikut penjelasan mengenai tiga founder dari game DotA:

 

IceFrog

icefrog_400x400
IceFrog
adalah seorang video game designer, yang dikenal baik sebagai designer DotA (Defense of the Ancients) yang paling lama, dan sebagai lead designer untuk DotA 2.
Keterlibatannya dalam Defense of the Ancients awalnya dimulai pada 2005,  ketika dia mewarisi the reins of the dominant variant yang berjudul DotA Allstars dari “Neichus”  yang mewarisinya dari Steve Feak “Guinsoo”.

IceFrog terkenal karena menjadi sosok anonymous yang terus berlanjut, dan tidak pernah mengungkap nama aslinya dipublik. Tetapi pada Februari 2009 dia mengungkapkan diblognya bahwa dia berumur 25 tahun pada saat itu.

 

Steve Feak “Guinsoo”

stevefeakguinsoo
Steve Feak
, yang dikenal dengan panggilan Guinsoo, adalah seorang game designer di Amerika, dan salah satu designer pada game Warcraft III: The Frozen Throne custom game mode, DotA: Allstars. Feak menarik perhatian industri game dan Riot Games, ketika mod yang dibuat olehnya dimainkan oleh 10 juta gamers. Dia  memulai proyek ini selama mempelajari computer science di The University of Wisconsin. Sejak saat itu, Feak diperkerjakan oleh Riot Games sebagai game designer untuk LoL (League of Legends), sebuah game MOBA (multiplayer online battle arena) yang terinspirasi oleh karya sebelumnya.

Pada game DotA: Allstars, Feak mendapatkan penghormatan dengan menggunakan namanya pada item: Guinsoo’s Scythe of Vyse. Pada DotA 2, namanya dihapus dari item tersebut, dan dinamai ulang menjadi “Scythe of Vyse“. Kemudian pada League of Legends, Feak juga mendapat penghormatan dengan menggunakan namanya pada salah satu weapon yaitu, Guinsoo’s Rageblade.

 

Eul

eul
Eul
adalah penemu asli dari Defense of the Ancients. Dia mengembangkan map yang terinspirasi oleh Aeon of Strife (AoS), sebuah map Starcraft yang dikembangkan oleh mapmaker bernama Aeon64.  Menggunakan kemampuan lebih dari Warcraft III Editor, dia mampu membuat map yang mirip dengan Aeon of Strife, tetapi dengan 2 faksi pemain yang saling bertempur (dibandingkan dengan custom map Starcraft dimana hanya tim pemain melawan team yang dikendalikan oleh AI).

Dia merilis map nya pada 2003, hanya beberapa bulan sebelum dirilisnya The Frozen Throne, setelah melakukan beta testing antara teman-temannya secara online maupun offline. DotA bukan yang pertama atau satu-satunya map yang terinsppirasi oleh AoS pada saat itu, akan tetapi dianggap sebagai map terbaik yang menyerupai AoS dan segera menjadi map yang paling banyak dimainkan pada Reign of Chaos. Kemudian Eul meninggalkan DotA untuk mengerjakan sekuel, yang disebut DotA 2: Thirst for Gamma. Thirst for Gamma tidak pernah berhasil dan masih dipenuhi dengan bug, jadi DotA yang asli masih dikembangkan oleh orang lain, terutama teman-temannya Eul di forum TheWarCenter, kemudian bertindak seperti forum resmi untuk DotA.

Kecewa pada hasil dari Thirst for Gamma, Eul meninggalkan pengembangan map Warcraft III dan selama bertahun-tahun tidak ada yang tau apa yang dia lakukan. Dia muncul kembali pada 2012 ketika diundang oleh Valve untuk membantu di The International 2. Dia juga menyerahkan semua hak-hak atas nama Defense of the Ancients kepada Valve dan mendukung mereka dalam pengadilan hukum atas hak cipta nama yang diambil oleh Steve “Pendragon” Mescon (Riot Games) dan Blizzard. Dia mengatakan bahwa dia mencintai bagaimana DotA telah berkembang dari map pertamanya.

Nah, itu dia beberapa orang yang berpengaruh menciptakan DotA yang kalian mainkan sekarang ini! Semoga artikel kita kali ini menambah wawasan Sobat RevivaL sekalian ya~ see you next time.

  • Jamal Hasbi

    Udah pernah dibahas nii tapi versi Inggris

  • Pemburu Kimcil

    Jadi, konflik antara Eul, pendragon, & blizzard itu bagaimana? Adakah korelasi di antara mereka?