,

Ini Dia Cara Agar Kalian Bisa Pro di DOTA 2

Ada banyak cara agar kalian bisa pro di DOTA 2. Bukan hanya sekedar menganggap diri kalian pro, atau mungkin malah pro menjadi seorang toxic, tapi benar-benar menjadi pro yang diakui orang lain. Arteezy, bahkan pernah berbicara tentang PMA, Positive Mental Attitude, yang mana “katanya” adalah resep dirinya bisa menembus 9k MMR. Lantas, apa saja sih caranya agar bisa menjadi pro di game MOBA satu ini? Higsweart Benetz bakal berbagi tipsnya di sini.

  • KALKULASIKAN DENGAN MATANG, BUKAN DENGAN KALKULATOR
    Apapun game yang kita mainkan, sebenarnya kita diwajibkan untuk selalu mengalkulasikan segala hal agar berjalan sesuai rencana. Apalagi di game MOBA seperti DOTA 2 yang bahkan, sepersekian detik begitu mahal harganya. Kalian harus tahu kapan untuk gank, kapan untuk push, kapan untuk farm. Ingat bagaimana Ad Finem menyelesaikan game ketiga di final Boston Major? Keberanian Maybe Next Time untuk menyelesaikan game sangatlah penuh perhitungan karena Gem of True Sight juga drop sebelumnya. Atau ingatkah kalian dengan Ding Ding Ding Motherfucker? Tentang bagaimana Alliance berhasil memenangkan game lewat comeback yang luar biasa, bagaimana Akke memaksimalkan Lich dengan Ice Armor-nya ke Ancient. Such a cool play!

    Mau seimut apapun kalkulatornya, gak ada guna di DOTA, image courtesy by solidrop.net
  • TEMPE EH TAHU ROLE MASING-MASING, KERJAKAN TUGASMU
    Ini yang penting, saat pick support dan yang kalian lakukan adalah farm. Oh what the hell are you doing? Tanpa perlu dijelaskan sekalipun, kalian tahu apa arti support itu. Yang harus kalian lakukan adalah memborong segala hal item supporting yang dijual di pasar untuk hidup yang lebih baik. Terangi map agar core kalian juga bisa aman tentram dalam push, atau farm. Gunakan smoke untuk gank, jangan hanya di toilet saja. Dan untuk core, just farm until you’re fat and ready to war. Kalian yang diandalkan para support untuk membawa game menuju kemenangan. Jika support kalian sudah berusaha sebaik mungkin untuk kalian, jangan selalu salahkan diri mereka. Sedikit berkaca pada diri sendiri, apakah kalian sudah cukup baik untuk menjadi core? Apakah last hit, dan item saya sudah maksimal di menit sekian, misalnya.

    Tempe, eh Tahu image courtesy by dapoer-kreatip.blogspot.com
  • PICK SESUAI KEBUTUHAN, NYET
    Ups, maaf. Bukan, bukan bermaksud bilang kalian monyet tapi ini ditujukan kepada Monkey King yang hampir selalu dipick disetiap game sejak rilis beberapa waktu lalu. Entah apa yang salah, jika core pick di awal selalu diblame oleh pemain yang lain. Padahal kunci permainan juga ada di last pick. Bagaimana mungkin saat ada 4 orang lain yang berpikiran nyeleneh dengan pick 4 core, kalian juga akan ambil core lagi di pick terakhir. Ingin main late? Lebih enak cappucino. Oh itu latte ya. Ok my bad. I mean, apa ada jaminan kalian bisa membawa semua game ke late game? Bagaimana jika musuh bisa mengalahkan kalian di menit 30 karena kalian akhirnya saling adu bacot dengan tim kalian sendiri hanya karena masalah pick?

    Monkey King dibenci, tapi kok kita kangen sama Gokong ya? Image courtesy kapanlagi.com
  • PERSIAPKAN PLAN B, BUKAN PLANETARIUM
    Selalu lah, persiapkan rencana lain saat kalian bermain. Misalnya saat war kalian sering kalah, kalian bisa memanfaatkan tower. Kalian bisa ajak musuh kalian bertarung di tower dengan tentunya membawa keuntungan tersendiri bagi kalian karena tower akan memberikan damage lebih kepada musuh. Atau, bisa juga di shrine, karena shrine akan bisa memberikan keuntungan yang luar biasa untuk kalian untuk lebih durable saat war. Jangan lupa, aktifkan shrine kalian. Hal seperti ini terlihat simple, tapi sering dilupakan banyak pemain.

    Jadi ceritanya cari gambar “Plan B” di Google, dan namu gambar ini. Gak tau obat apaan. Image courtesy tor.com
  • BELI ITEM SESUAI KEBUTUHAN, JANGAN BELI MMR
    Lupakan masalah beli MMR, itu cuma keceplosan aja. Intinya belilah semua item yang memang mendukung gameplay diri kalian sendiri dan tim. Jika mayoritas damage dealer musuh berasal dari physical damage, maka kalian bisa membeli Heaven’s Halberd. Jika ternyata mereka lebih banyak menghasilkan damage lewat skill-skill yang mereka miliki, maka Orchid Malevolence bisa jadi pilihan tepat. Untuk item defense dari physical damage, ada Ghost Scpeter. Sedangkan untuk magical damage, santai ada Pipe of Insight kan? Ya. sesimple itu.

    Contoh orang beli MMR hehe. Image courtesy by kaskus.co.id
  • BUILD SKILL DENGAN BAIK DAN PILIH TALENT DENGAN BENAR, DOTO’S GOT TALENT
    Jika kalian punya talenta menyanyi yang baik, mana yang akan kalian ikuti? Ajang pencarian bakat menyanyi atau nyalon di pilgub DKI? Sama, jika kalian menggunakan Crystal Maiden misalnya, apakah kalian lebih memilih untuk mengambil talent +50 damage atau +15% magic resistance? Mana yang lebih bijak? Atau saat kalian menggunakan Enigma untuk jungle, apakah benar jika kalian tidak mengambil Demonic Conversion?

    Penyanyi terbaik di DOTO Universe nih. Bertalenta. Lul
  • FOKUS PADA SATU ROLE, JANGAN FOKUS PACARAN GAN NANTI SKILL TURUN MMR TURUN
    Bermain DOTA memang seperti itu. Dengan dibuatnya role dan banyak hero, diharapkan akan ada banyak gaya bermain yang ada dan hasil-hasil yang berbeda di setiap gamenya sehingga tidak ada rasa bosan nantinya. Namun, beberapa oh atau mungkin kita bisa sebut beberapa” dengan kata “banyak”, banyak orang yang bahkan belum mengerti betapa pentingnya role tersebut. Ada dua role baku di DOTA, core dan support yang mana core dibagi lagi menjadi carry, midlaner, dan offlaner sedangkan support menjadi semi support dan hard support. Kesemuanya merupakan kesatuan yang utuh, jika ada satu atau bahkan lebih membuat kesalahan yang berulang, bukan tidak mungkin hasil akhir game akan sangat menyakitkan.

    Salah ilustrasi, maaf gan. Image courtesy by reddit.com
  • PERHATIKAN MINIMAP DAN CHAT, CHAT IN GAME DOTA BUKAN CHAT GEBETAN
    Sepenting apa sih minimap itu? Minimap adalah jantung permainan. Segala hal harus dimulai dengan melihat minimap. Apakah efektif untuk farm di jungle, apakah sudah tepat jika kalian push, apakah saatnya ganking setelah kalian melihat seseorang sendirian di minimap? Semua harus dimulai dari minimap. Chat in game sendiri adalah otak permainan. Karena keputusan yang kalian buat bersama nantinya biasanya dimulai dari chat. Bahkan jika kalian menggunakan headset mahal sekalipun, tidak semua teman dalam tim menggunakan headset juga, so tetap perhatikan chat adalah kuncinya.

    Ggwp, niat banget gue bikin ginian
  • BELAJAR MOVE ON, I MEAN BELAJAR DARI KEKALAHAN
    Banyak orang yang menganggap kalah adalah suatu hal yang menjengkelkan tanpa mengambil suatu pelajaran di dalamnya. Contoh saat tim kalian kalah setelah kalian berniat menggunakan Earthshaker untuk mencounter seorang Phantom Lancer dan berjalan tidak sesuai rencana, kalian harus tahu bahwa kalian masih dapat memberikan damage tambahan menggunakan Veil of Discord. Atau saat tim kalian adalah tim dengan tipe positioning yang baik dan menemukan musuh yang menggunakan Radiance, kalian harus belajar bahwa Blink Dagger tidak sepenuhnya efektif di sana dan Force Staff bisa menjadi alternatif yang baik. Bagaimana cara belajar dari kekalahan? Tonton kembali game kalian saat kalah, menyakitkan memang tapi dari situlah kalian belajar.

    Woy please kalian belajar jangan cuma karena ibu gurunya cantik. Image courtesy by 9gag.com
  • TONTON PRO PLAYER YANG SEHATI, EH SETIPE DENGANMU
    Kita harus akui, sesorang bermain biasanya berkiblat pada seseorang. Nah, mungkin beberapa tahun lalu, saat YouTube belum sepopuler sekarang, semua orang akan belajar secara otodidak atau minimal akan belajar kepada teman sepermainannya. Namun sekarang, gameplay dari banyak pro player tersebar di YouTube, kalian bisa mempelajarinya kapanpun dan dimanapun. Satu yang harus digaris bawahi adalah bagaimana kalian wajib berkiblat pada pro player yang tepat. Bukan, ini bukan soal saat misalnya role kalian support yang kemudian belajar pada seorang Miracle-, namun lebih kepada tentang tidak semua pro player memiliki gaya bermain yang sama dengan kalian. Someone playing aggresively, when someone playing safely. Masih banyak contoh sebenarnya, tapi salah satunya adalah hal tersebut.

    Begini rasanya kalo belajar sama yang gak sehati, eh setipe. Art by Croneco

So, apakah kalian masih merasa bahwa menjadi pro di DOTA 2 adalah hal sulit? Sepertinya tidak, jika kalian mau berusaha dan mencoba. Apapun role kalian, jika mengikuti apa yang ada di atas, niscaya diri kalian akan bertambah pro di DOTA 2. Yang terpenting adalah, konsisten dan terus belajar.