Forev Kembali Ke MVP Phoenix Menjadi Carry, Efektif?

Higsweart Benetz

, Dota 2

Efektif? Jadi pertanyaan yang terlontar saat seorang Forev kembali ke MVP Phoenix. Memang, ada dilema tersendiri saat mempersilahkan seorang Forev kembali ke tim, disaat roster sudah mantap. Masuknya Velo dan Reisen rasa-rasanya juga tidak akan berubah jauh dengan gaya permainan MVP Phoenix yang ada selama ini. Namun, tentunya tim ini butuh beradaptasi. Terbukti saat MPGL Shoutheast Asia Championship kemarin mereka hanya mampu menjadi 0. Bukan hal yang baik tentunya untuk MVP Phoenix namun kita harus mengapresisasi permainan mereka yang sedang dalam masa transisi.

MVP Phoenix saat menjadi runner-up di MPGL Shoutheast Asia Championship 2016

MVP Phoenix saat menjadi runner-up di MPGL Shoutheast Asia Championship 2016

Nah, Forev yang ternyata kembali lagi ke dalam tim akan kembali mengisi core, namun untuk posisi 1 bukan 3 seperti sebelumnya. Dengan ini, otomatis Forev akan menjadi carry dan QO kembali ke midlaner. Sebenarnya apa yang dilakukan MVP Phoenix dengan kembali membawa Forev agak beresiko mengingat mereka kembali akan men-shuffle roster mereka. Reisen sudah dipastikan akan menjadi subtitute, dimana Velo dipertahankan di posisi offlane. Febby yang kemarin menjadi carry harus bergeser ke support. Hal ini yang pasti sedikit banyak berpengaruh dengan gaya bermain mereka. Tinggal 3 mingguan lagi sebelum Boston Major, MVP Phoenix sudah harus klop dengan roster yang ada.

Sebagai salah satu tim undangan, tentu MVP Phoenix punya tanggung jawab tersendiri untuk membuktikan bahwa mereka memang pantas untuk menjadi tim undangan langsung dari Valve.

Menilik sedikit tentang Forev yang akan menjadi carry, ia cukup bagus saat bermain sebagai Ember Spirit dengan win rate lebih dari 70%. Dan kebetulan, typical Forev Ember Siprit adalah safe lane. Adapula hero seperti Juggernaut maupun Salrk, yang punya presentase kemenangan di atas 65%.

forev-ember-spirit

Bagaimana dengan Febby? Menjadi support, ia memiliki beberapa hero signature seperti Earthshaker, Vengeful Spirit, maupun Lion. Bounty Hunter juga bisa dipilih jika ia ditugaskan sebagai roamer, sedangkan Io juga bisa menjadi andalan jika ia dibutuhkan sebagai babysitter di midlane.

Jadi menurut kalian bagaimana dengan sedikit perubahan di tim asal Korea Selatan ini? Semakin meyakinkan atau malah meragukan di mata kalian?