Execration, Dan Segala Kemungkinan Mereka di Boston Major Nanti

Higsweart Benetz

, Dota 2

Philipina harusnya bangga, mereka punya tim seperti Execration untuk mewakili Negeri Lumbung Padi tersebut. Pada The International 2016 Agustus lalu, memang Execration gagal masuk ke group stage, namun berangkatnya mereka ke Seattle saat itu berhasil menghapus stigma negatif dari negara yang terkenal toxic ini. Bahkan banyak orang yang akhirnya membuka mata bahwa tim ini layak diperhitungkan ke depannya.

Selepas TI, Execration berhasil membuktikan diri mereka mampu membuktikan masih bisa menjadi tim kuat di kawasan SEA meskipun sempat terjadi shuffle di tim ini. 5 turnamen pasca TI6, berhasil dua kali mereka menangkan, sementara tiga lainnya mereka berhasil menjadi runner-up. Untuk kelas SEA, kita harus akui mereka adalah salah satu tim terkuat yang ada saat ini. Di MPGL kemarin, MVP Phoenix harus takluk 2-0 di final. Dan gelar juara SEA ada di tangan mereka. Meski begitu, bagaimana persiapan mereka di Boston juga harus diperhatikan.

Execration saat menjadi juara MPGL 2016. Courtesy DotaBlast

Execration saat menjadi juara MPGL 2016. Courtesy DotaBlast

343 secara mengejutkan dipilih manajemen untuk menggantikan seorang Rappy yang bergeser ke subtitute nanti di Boston. Gambling? Jelas! Karena praktis 343 hanya akan bisa bermain di Boston nanti, dalam artian sebelum di Boston, Execration belum pernah bertanding dengan 343 di dalam squadnya. Ini bisa jadi keuntungan atau malah kerugian tersendiri untuk mereka. Jika 343 bisa langsung klop, it’s ok. 

343 yang akan menggantikan Rappy di Boston Major 2016. Courtesy ESPN

343 yang akan menggantikan Rappy di Boston Major 2016. Courtesy ESPN

Yang jadi masalah adalah 343 belum pernah bertanding bersama Execration dalam posisi LAN yang tentu bakal lebih menguras konsentrasi, dan tekanan bakal lebih kuat lagi daripada saat bermain online. Namun, jika Execration mau tetap bersaing dengan tim-tim kuat lainnya, 343 bisa jadi senjata rahasia yang paling ampuh untuk itu. Apalagi, gaya permainan Rappy dan 343 cukup berbeda. Hero signature Rappy lebih condong ke inisiasi menculik musuh, sedangkan 343 lebih ke hero yang dengan mudah melakukan combo dengan hero-hero lain.

Dan perlu diingat, Abed adalah salah satu pemain muda yang dinantikan permainannya nanti di Boston. Apakah Meepo bakal berhasil keluar nanti? Karena banyak tim yang begitu respect dengan permainan Meepo dari Abed sehingga banyak yang memban bahkan di ban pertama.

Well, sebagai salah satu wakil SEA tentu kita berharap Execration bisa mempresentasikan SEA sebagai kekuatan baru DOTA 2.