in ,

Ya Tuhan, Inilah 3 Bulan Terburuk DOTA 2 Sejak 2014

Banyak game baru yang mencuri perhatian

Hadirnya game-game baru di Steam, sedikit banyak berpengaruh pada game andalan Valve yaitu DOTA 2. Sejak resmi dirilis pada tahun 2013 lalu, pemain DOTA 2 terus meningkat. Namun, pasang surut memang tak bisa terelakkan. Banyak pemain lama yang mulai mengurangi jatah bermainnya, atau malah sudah tidak bermain sama sekali.

Hal ini wajar sebenarnya, namun penurunan angka yang signifikan seolah tidak bisa dibiarkan. Berbagai upaya telah dilakukan Valve seperti membuat turnamen yang lebih profesional, memperbarui banyak elemen-elemen penting di DOTA 2, juga menghadirkan update yang fresh. Bahkan saat ini kita masih menunggu update terbaru dari 2 hero yang rencananya akan hadir bersamaan dengan update bertajuk Dueling Fates.

Kembali ke awal, ternyata 3 bulan terakhir memang menjadi “masa kelam” untuk game MOBA satu ini. Menurut Steamcharts, DOTA 2 dalam beberapa bulan memang menurut dari segi jumlah pemain. Uniknya, fakta ini berbanding lurus dengan salah satu game Battle Royale yang sedang digandrungi yaitu PlayerUnknown Battleground (PUBG). Karena penurunaan angka pemain DOTA dimulai sejak bulan Maret 2017 di mana saat itu PUBG baru saja dirilis meskipun masih dalam tahap¬†early access.

Data DOTA 2 sejak Januari 2016, menurun sejak Maret 2017

Jika ditanya apakah ini menjadi salah satu yang meresahkan, jawabannya bisa iya bisa tidak. DOTA 2 memang bukan sebuah game kecil atau sebuah game musiman. Game ini akan selalu memiliki pemain setianya. Meskipun begitu, jika terus dibiarkan tentu akan berdampak pada regenerasi juga pada perkembangan DOTA 2 itu sendiri.

Seperti Battle Pass yang rutin dibuat dalam beberapa waktu terakhir, cukup menarik banyak pemain. Namun mulai musim depan, Battle Pass sepertinya hanya akan hadir untuk menyambut The International saja. Entah apa yang akan dilakukan oleh Valve nantinya, namun salah satu yang mungkin akan menjadi daya tarik nantinya adalah Frostivus. Event lawas yang sepertinya akan kembali dihidupkan oleh Valve untuk DOTA 2.

Untuk di Indonesia sendiri, demam PUBG memang tidak bisa dibantah. Banyak yang saat ini menghabiskan waktunya untuk bermain PUBG dibaanding DOTA 2. Dan data pemain PUBG sejak Maret 2017 di bawah ini membuktikan bahwa DOTA 2 membutuhkan sesuatu yang fresh untuk kembali menarik pemain-pemainnya.

Selain itu, mobile games juga sedang menjangkiti gamers DOTA 2. Komunitas DOTA 2 di Indonesia juga sedikit banyak terpengaruh akan hal ini.

Mari kita lihat, sejauh apa DOTA 2 bertahan dan kembali menjadi game terfavorit dalam beberapa waktu ke depan.

Written by Higsweart Benetz

Cinta luar angkasa. Bermimpi jadi Astronaut. Hidup untuk menulis. Lantas membaca apapun dengan nada. Rutin mencium harumnya combo Nasi Goreng dan Air Putih. Dan mencari apapun yang berwarna biru.

In love with Aimer, Ailee, and Raisa. Also Chelsea FC, Boston Celtics, and Team Secret.

Share the day after day on Instagram @higs44.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…